Tampilkan postingan dengan label Reflection. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reflection. Tampilkan semua postingan

Juni 07, 2023

MALAIKAT PELINDUNGKU

Sudah lama sebenarnya aku  ingin menulis tentang ini, tapi akhirnya baru kesampaian sekarang. Tentang malaikat pelindung yang ada yang menyebutnya guardian angel. Sejak kecil, berdasarkan cerita2, aku tahu kalau setiap orang memiliki malaikat pelindung yang selalu menjaganya, menuntunnya menuju kebaikan. Dari menonton Three Anomaly di youtube aku jadi tahu bahwa ada sosok lain yang mendampingi kita yang disebut Higher Being (HB), dia yang selalu mengingatkan kita lewat kata hati, lewat batin, itu jika kita peka akan peringatannya.

Dan mengenai sosok yang selalu menjagaku, aku menyebutnya malaikat pelindungku. Aku mulai merasakan kehadirannya sejak aku duduk di bangku SMA. Tidak pernah bisa berkomunikasi dua arah, hanya satu arah. Di masa SMA, seringkali saat aku kesulitan mengerjakan PR hitung2an (Matematika, Fisika), jika aku sudah menyerah, merasa ga akan mampu mengerjakan soal, akhirnya kutinggal tidur tanpa kuselesaikan. Saat aku tidur, waktu subuh aku bermimpi ada yang memberitahuku cara menyelesaikan soal, dan ketika aku bangun, aku langsung bisa mengerjakan PR itu dan saat dicocokkan dengan jawaban guru di sekolah, ternyata memang benar. Ini terjadi sampai beberapa kali.

Pernah juga saat akan ulangan pelajaran teoritis, di mimpi aku disuruh baca tentang materi tertentu. Saat bangun, aku langsung buka buku dan mempelajari materi yang ditunjukkan lewat mimpi, dan benar materi itu keluar saat tes.

Dan seringkali juga aku selamat dari beberapa kecelakaan yang jika dipikir secara logika, meleset sedikit aku bisa jadi akan terluka cukup parah. Berkat pertolongan Tuhan aku hanya mengalami lebam2 dan sedikit cedera.

Berbeda dengan waktu SMA dimana aku mendapatkan petunjuk lewat mimpi. Setelah beberapa tahun aku tinggal di Bandung, aku beberapa kali mendengar ada yang berbicara memberi petunjuk kepadaku meskipun hanya sepatah dua patah kata. Dan itu terjadi di pagi hari. Aku beberapa kali dibangunkan saat aku kesiangan. Membangunkanku dengan memanggil namaku sekali dan aku akan langsung terbangun. Aku sampai hafal dengan suaranya karena beberapa kali dia membangunkanku. Tapi ada satu suara berbeda yang membangunkan dengan memanggil namaku diawali dengan sebutan ‘mbak’.

Tidak hanya membangunkanku, pernah saat itu aku kena thypus, 2 minggu aku tidak masuk kerja. Saat aku merasa sudah sehat dan memutuskan untuk kembali berangkat kerja, pagi2 dia bertanya dengan sepatah kata “Masuk?’. Dan aku sudah tahu maksudnya, apa aku benar2 sudah kuat untuk masuk kerja. Dan kujawab sambil tersenyum “Iya, aku masuk”.

Pernah juga pagi2 ada suara “Kencangkan baut atas”. Itu terjadi di saat aku sedang kebingungan bagaimana cara membetulkan mesin jahitku yang hasil jahitannya kendor. Suara petunjuk itu hanya muncul di saat aku benar2 butuh, tidak setiap waktu.

Dan pagi ini, aku mengalami hal yang tidak akan pernah kulupakan seumur hidupku. Aku memasang alarm pk.06.00 pagi yang mengingatkanku untuk berdoa “Malaikat Tuhan”. Aku memang tidak rutin berdoa malaikat Tuhan, hanya di saat aku ingat saja. Tapi aku tidak akan lupa berdoa minta perlindungan kepada Tuhan dan juga malaikat pelindungku di saat aku akan pergi, akan tidur, ataupun akan melakukan kegiatan kecuali saat mau makan. 

Alarm sudah berbunyi cukup lama, tapi karena mataku masih terasa terlalu berat akibat aku baru tidur pk.2.30 pagi gara2 kebablasan nonton drakor, kubiarkan saja alarm itu. Ketika aku merasa suara alarm semakin mengusik tidurku, kuraih handphone dan kulihat sudah pk.06.04. Dalam hati aku berucap sudah lewat 4 menit untuk doa Malaikat Tuhan, jadi kuputuskan untuk melanjutkan tidur lagi. Dan saat aku memutuskan untuk lanjut tidur lagi, dalam keadaan setengah tidur, aku melihat ada banyak malaikat yang datang menemuiku. Aku tidak menghitung jumlahnya, mungkin sekitar 8 s.d. 10. Sosok mereka seperti yang digambarkan, mereka berpakaian serba putih, mereka memiliki sayap. Aku tidak bisa melihat wajah mereka dengan jelas karena diliputi cahaya terang. Beberapa dari mereka ada yang membawa semacam alat musik yang aku tidak tahu apa namanya. Mereka sambil bernyanyi mengatakan : Jangan khawatir, kami selalu menjagamu. Terimakasih karena selalu mengandalkan kami” 

Hawa di saat itu terasa sejuk, dingin dan begitu damai. Aku tidak merasa takut. Setelah itu aku bangun dengan happy. Ada rasa malu juga, kenapa di saat aku memutuskan untuk tidak berdoa Malaikat Tuhan, mereka malah mendatangiku. Sebelum tidur aku memang berdoa mengungkapkan kekhawatiranku. Dan Tuhan mengirimkan malaikat2nya untuk mengingatkanku untuk tidak perlu khawatir. Ya, aku tidak perlu khawatir karena ada Tuhan dan malaikat-malaikatnya yang selalu menjagaku.

Aku percaya di saat kita berdoa, Tuhan akan selalu mendengarkan doa-doa kita.

Kuasa doa itu nyata.

Maret 31, 2014

#AKSIBAIK

Beberapa hari yang lalu saat nonton acara Hitam Putih di Trans7, host Deddy Corbuzier meminta untuk mengirimkan via twitter #AKSIBAIK. Bukan untuk menyombongkan diri kalau kita pernah berbuat baik kepada orang lain, tapi untuk refleksi kita saja. Sebuah petolongan sekecil apa pun akan sangat berarti buat orang yang kita tolong.
Dan aku pun jadi antusias untuk men tweet aksi baik yang pernah kulakukan.
Dan hohoho.... sulit banget buat aku untuk menemukan, perbuatan baik apa yang pernah kulakukan ke orang lain. Apa karena saking aku jarang berbuat baik ya. Sedangkan perbuatan baik yang pernah kuterima dari orang lain, aku masih ingat sampai sekarang. Ya, lebih gampang buatku untuk menuliskan perbuatan baik apa yang pernah kuterima dari orang lain.
Moga2 saja ini semua karena hal2 yang pernah kulakukan ke orang lain itu buatku hal biasa, yang memang sudah sewajarnya kulakukan dan orang2 lain pun pasti akan melakukan hal yang sama. Jadi aku ga perlu mengingat-ingatnya dan mengharapkan balas budi, karena buatku memang tak ada orang yang berhutang budi padaku, tapi aku banyak berhutang budi pada orang lain. Semoga benar demikian ya......

Kucoba menuliskan #AKSIBAIK yang pernah kulakukan, yang setidaknya itu menurutku bisa membantu orang lain.
Aku pernah membayarkan bea angkot seorang ibu tua yang dalam perjalanan mau menengok anaknya, tapi lupa ga bawa uang karena anaknya yang di rumah lupa nggak bawain ibu itu uang. Ibu itu tampak bingung sekali.
Aku pernah meminjamkan ballpoint kepada sesama pengantree tiket kereta api yang bingung saat harus menulis di lembar aplikasi tiket. Padahal saat itu aku lagi buru2 mau balik ke kantor tapi ga tega ma bapak itu.
Aku pernah merelakan tempat dudukku yang sebenarnya untuk 3 orang jadi untuk empat orang karena ada seorang cewek gendut yang minta untuk bisa duduk bareng. Ya... deh. Biarpun habis itu jadi mandi sauna. Secara kereta ekonomi. Hahaha.....

Apalagi ya..... Hahahaha... Aku benar2 ga bisa mengingat-ingat lagi. Berarti pe er buat aku, mulai sekarang harus sering berbuat baik, biar klo suatu saat nanti di pintu surga aku ditanya malaikat, perbuatan baik apa saja yang pernah kamu lakukan di dunia aku tidak kelabakan menyebutkannya satu-satu. :D



Maret 14, 2014

BANGGA DAN BAHAGIA ITU SEDERHANA

Apa yang membuat bangga seseorang, belum tentu membuat bangga orang lain.
Apa yang membuat bahagia seseorang, belum tentu membuat bahagia orang lain.
Tapi yang pasti rasa bangga itu membahagiakan.

Ada orang yang merasa bangga ketika dia sudah berhasil menduduki jabatan tinggi, ada yang bangga ketika dia sudah berhasil memiliki semua yang ingin dimilikinya - sudah merdeka secara finansial. Seorang atlet akan merasa bangga saat dia berhasil memenangkan kejuaraan dan rasa bangganya akan mencapai puncak ketika dia berhasil memenangkan kejuaraan internasional. Ya, perjuangan panjang yang disertai pengorbanan yang besar, pada saatnya pasti akan berbuah kebahagiaan.

Aku tidak akan membahas tentang rasa bangga dan rasa bahagia yang begitu luar biasa saat seseorang berhasil meraih apa yang dicita-citakannya. Aku akan membahas tentang rasa bangga dan rasa bahagia itu begitu sederhana. Bangga dan bahagia karena hal2 kecil yang terjadi dalam hidup kita sehari-hari. Hal2 yang mampu membuat kita tersenyum karena memang kita benar2 ingin tersenyum bukan cuma sekedar senyum basa-basi.
Ya, jika setiap hari kita lewati dengan rasa bahagia, hari2 kita akan bisa kita lewati dengan lebih menyenangkan bukan.

Aku tahu bukan materi dan kedudukan yang membuatku bahagia. Aku bukan seseorang ingin tampil di depan. Ya, aku lebih suka di belakang layar. Karena aku tahu aku memang tak punya kemampuan untuk memimpin.
Aku juga bukan orang yang suka jadi perhatian orang. Jika ada yang terus-terusan memperhatikanku, aku pasti akan merasa salting dan tidak nyaman. Aku pengin bisa dengan bebas dan leluasa makan di pinggir2 jalan atau ngemil di jalan tanpa khawatir jadi omongan dan perhatian orang.
Bahkan ketika sedang beribadah, entah kenapa aku lebih suka di tempat yang sepi, yang di situ tidak banyak orang yang kukenal atau bahkan tak ada yang kukenal. Rasanya aku lebih bebas mendekatkan diri pada-Nya tanpa harus berbasa-basi dengan orang lain, tanpa harus sungkan jika aku pengin punya waktu lebih untuk curhat dengan yang di atas sana.  

BANGGA
Aku merasa begitu bangga ketika pada akhirnya aku bisa mengganti air galon sendiri. Teman2ku di kost dulu suka heran, kenapa aku kuat mengangkat galon sendiri dan memasangnya sendiri. Kenapa aku tidak pernah meminta Aak2 yang mengantarkan galon untuk memasangkannya untukku.
Juga ketika aku bisa mengangkat dan menggeser motorku di kost sendiri, teman2ku pun pada takjub.
‘Kok kuat?’
Hahahaha.......
Aku juga bangga ketika akhirnya aku bisa mengganti tabung gas sendiri, Ketika ada beberapa teman cewek yang maen ke rumah dan entah kenapa pertanyaan mereka selalu sama.
‘Terus klo mau ngganti gas gimana?’
‘Ya ganti sendiri.....’
‘Emang bisa?’
‘Bisa donk!, kataku dengan bangga. Hahaha lebai ga sih.....
Juga ketika akhirnya aku bisa memancing air sendiri ketika pompa air macet, tanpa harus memanggil tukang. Bangganya bukan kepalang. Bahkan bangganya melebihi ketika nilai Nem Matematiku waktu SD tertinggi se-kecamatan. (Hahaha....  sepertinya itulah pencapaian tertinggiku, mpe harus disombongkan di sini :D Oh zaman SD)

Ya, semua yang tak mungkin bisa jadi mungkin jika terpaksa, semua yang sepertinya sulit akhirnya bisa jadi lebih mudah ketika kita tahu tak ada orang lain yang bisa kita harapkan untuk membantu. Ya, terpaksa harus bisa sendiri.... Itu sebuah dorongan semangat yang luar biasa dari diri kita sendiri agar kita bisa melakukan sesuatu sendiri.

Aku jadi terpaksa harus kuat mengangkat galon air sendiri dan menggantinya sendiri karena waktu kost dulu, dispenserku miring. Ini gara2 kesalahanku juga. Waktu itu tutup dispenser belum bener masangnya tapi kupaksa naro galon isi di atasnya. Jadi we miring forever yang suka bikin teman2ku khawatir takut ambruk dan air tumpah ke mana2. Aku sih yakin asal air sudah mencapai keseimbangan, ga akan ambruk. Makanya aku lebih milih memasang dan mengganti sendiri karena aku yang lebih tahu celah2 dispenserku yang miring. Klo si Aak yang masang, aku khawatir keadaan dispenserku bakal tambah parah. Sebuah pemborosan bukan jika aku akhirnya harus beli dispenser baru.

Aku juga jadi kuat mengangkat motorku sendiri itu juga karena terpaksa. Kondisi kostku yang super duper sempit, pada awalnya membuatku merasa pengin menangis saat harus mengeluarkan motorku sendiri. Rasanya berat banget dan motor suka kebentur sana-kebentur sini. Telapak tangan sampai pedih dan lama2 megeras (kapalen --- bhs Jawa).
Kakiku juga jadi biru lebam2 karena kupakai buat nahan motor. Lama2 kakiku jadi ga lebam2 lagi dan mengeluarkan motor jadi ga terlalu bermasalah lagi karena aku jadi terbiasa. Mungkin juga tanganku jadi kuat ngangkat galon air sendiri karena terbiasa ngangkat2 motor. Hehe... maybe....

Mengganti tabung gas sendiri, itu sebuah keharusan. Klo ga, bakalan susah sendiri karena berkali-kali saat aku lagi tanggung masak tiba2 gas habis. Klo ga bisa mengganti sendiri, musti nunggu tukang gas, wah, keburu masakan berubah wujud menjadi jenis makanan baru :D

Memancing air sendiri itu juga butuh perjuangan. Tiap kali habis beberapa hari ditinggal pergi, selalu saja pompa air macet. Katanya itu karena pompa air kemasukan angin atau klo manusia disebut masuk angin kali ya. Biar nyala lagi harus dipancing. Untuk meminimalisir biar pompa air ga macet saat ditinggal pergi lama, pompa air selalu kucabut.
Pertama kali pompa air macet, aku minta bantuan Bapak yang dulu  memasangkan pompa air. Untuk selanjutnya karena tidak enak meminta tolong lagi padanya yang rumahnya jauh, akhirnya aku bertekad untuk bisa memancing air sendiri. Dengan browsing2 dan dibantu Nick, akhirnya mengalirlah air sampai jauh. Bunyi gemericiknya benar2 terdengar sangat indah. Setelah itu ketika terjadi lagi, aku sudah tidak perlu pusing2 lagi. Memancing air sendiri....., siapa takut. Hahahaha.....

BAHAGIA
Aku merasa bahagia ketika melihat bunga anggrekku yang kutunggu mpe lamaaaaaaaa....... sekali ga berbunga-bunga, akhirnya sekarang berbunga juga. Yang berbunga bukan hanya satu. Tapi hampir semua tiba2 saja berbunga. Mpe sekarang pun bahkan masih berbunga.
Benar2 kata Ndra waktu itu. ‘Bunga Anggrek itu jangan diarepin berbunga, didiemin saja, nanti lama2 juga berbunga sendiri. Kayak punya Ibukku.’

Aku juga bahagia ketika bayam2ku tumbuh dengan suburnya. Bahkan beberapa tetanggaku juga menyukainya dan sering minta. Katanya bayamku rasanya enak, manis dan renyah. Sehat lagi karena memang tidak pake bahan2 kimia apapun. Bayam-bayamku ini tumbuh jadi bayam raksasa. Besar tiap lembar daunnya aja sepanjang sendok makan ukura normal. Ampe aku pernah ditegur ibu ketika waktu memasak tidak kupotong-potong. Makannya jadi susah saking gedhenya bayem. Hahaha.
Sekarang2 ini bayamku belum tumbuh lagi. Tapi aku tidak perlu khawatir, beberapa bulan lagi akan tumbuh bayam2 baru berkat benihnya yang tersebar ke mana2 oleh angin.

Saat cabe yang kutanam akhirnya berbuah biarpun cuma tujuh buah, aku sudah sangat senang. Lebih senang lagi ketika kuanggurin pohon cabeku karena aku pulang malam terus, tahu2 kudapati cabeku berbuah banyak sekali. Aku yang memang harus mengurangi makan pedas, akhirnya membagi cabeku ke tetanggaku. Dan mereka senang menerimanya. Sampe sekarang jadinya aku tidak perlu beli cabe yang biasa dipanggil cengek lagi, karena tinggal petik, aku sudah bisa dapat cabe.

Aku juga senang ketika aku masak, masakanku dibilang enak dan habis dimakan rame2. Rasanya perjuanganku ga sia2. Aku akan dengan senang hati memasak untuk mereka ketika mereka bilang kangen masakanku dan datang ke rumah minta dimasakin.
Ya, yang bikin rasa enak pada masakan itu kebersamaan. Dimakan rame2 rasanya pasti akan lebih enak.

Dan aku, impianku sebenarnya ga muluk2. Aku seneng berkunjung ke berbagai tempat. Yang bahasa kerennya ‘travelling’. Bisa pergi ke tempat yang sangat ingin kukunjungi. Terlebih planning-nya jauh2 hari dengan perjuangan cari info sana-sini, browsing sana-browsing sini. Dari yang tadinya ga mengenal suatu tempat sama sekali sampai akhirnya tau gambaran tempat itu. Dan akhirnya bisa backpackeran ke sana dengan meriah. Wuuuuuaaaah.... senengnya berlipat-lipat. Saat ada yang tanya, bisa dengan sangat antusiasnya aku bercerita. Pergi sendiri tanpa tour agent gitu lho...... Hahahaha.... (Yang sebenarnya, rela sangat ribet prepare macem2 sendiri, karena  ga punya modal gedhe buat make jasa tour agent.... :D)

Saat di kantor pun, rasa bahagia bisa datang dari hal2 kecil. Seperti halnya kemarin, ketika aku benar2 dibuat pusing ketika mengimpor data untuk e-SPT PPh Ps.21, data yang kuimpor yang seharusnya masuk di daftar pegawai tetap, kenapa munculnya di daftar penerima pensiun. Diulang mpe beberapa kali input, hasilnya sama saja. Hampir putus asa akhirnya kutelepon temanku yang lebih menguasai. Dia juga bingung ga tahu masalahnya di mana. Selidik punya selidik, temanku minta aku ngecek file excel. Dan akhirnya ketahuanlah penyebabnya karena temanku kreatif mengganti kode pajak 01 jadi 02. Dipikirnya 01 itu menunjukkan masa. Jadi untuk pelaporan masa Februari, 01 diganti jadi 02. Hahahaha... pas ketahuan penyebabnya apa, semuanya tertawa gelak2. Leganyaaaa...... akhirnya tugas negara beres juga.

Apa yang membuatmu bangga hari ini? Atau apa yang membuatmu bahagia hari ini?
Carilah sendiri, dan ciptakanlah sendiri. Karena itu yang akan membuat hari-harimu lebih menyenangkan.



Juni 05, 2013

RUMAH BERTINGKAT TIGA


Rumah itu kini sunyi, sepi, merana sendirian tanpa ada yang menghuni.

Ini tentang sebuah rumah di dekat tempatku tinggal. Aku tahu sejak awal rumah ini dibangun coz aku sempat ngobrol dengan mandornya. Desain rumah itu minimalis modern dengan desain dan penataan warna eksteriornya terlihat elegant dengan warna2 kalem yang dipilih. Siapa pun yang melihatnya pasti akan bilang ‘bagus’. Teman2ku yang maen ke tempatku pun pasti selalu memuji rumah itu. Terlihat pemilik rumahnya pasti sangat perfeksionis mengingat setiap detail di rumah itu dipikirkan betul dan semua unsurnya tampak menyatu. Sepertinya desain interior-nya pun bagus melihat dari pemilihan gordyn-nya yang juga bagus. Aku tak tahu dalamnya kayak apa karena aku memang belum pernah masuk ke sana. Di lantai paling atas rumah itu ada kolam renangnya. Pasti anak2nya bakal seneng banget dibikinkan kolam renang oleh orang tuanya.

Ide bikin kolam renang di lantai paling atas gedung, sebenarnya aku kurang sependapat. Mungkin memang pilihan yang tepat jika konstruksi bangunannya bagus. Tapi aku tu orang yang punya begitu banyak ketakutan dan ga mau ambil resiko. Gimana nanti klo ada gempa. Gimana nanti klo terjadi kebocoran. Apalagi posisi rumah dengan rumah tetangga berdempetan, akan berdampak ke tetangga juga kan. Hahahaha.... Teknologi sekarang udah canggih mbak....

Aku sempat ngobrol dengan mandornya karena menilik hasil kerjanya yang bagus dan rapi orang pasti akan tertarik untuk tahu berapa budget yang harus diperlukan untuk menggunakan jasanya. Yeeeah... Sebanding sih, memang mahal. Nanya2 dulu boleh kan....

Setelah aku memutuskan untuk pindah ke daerah itu, rumah itu sudah ditempati. Sempat beberapa kali aku bertemu dengan bapak pemilik rumah. Bapak itu yang pertama kali tersenyum dan menyapaku. Kesanku saat pertama kali bertemu, orangnya ramah, cakep pula. Anak2 dan istrinya pasti bahagia punya ayah dan suami seperti dia. Terlihat sudah mapan dan merdeka secara finansial.

Aku baru tiga kali melihat istrinya. Orangnya juga ramah dan mau tersenyum tiap berpapasan. Tapi memang aku tidak berkesempatan ngobrol. Dan belakangan aku baru tahu, ternyata mereka belum dikaruniai anak.
Pantas aku ga pernah dengar celotehan atau gelak tawa seorang anak dari rumah itu. Dari cerita tetanggaku, bapak pemilik rumah itu terkenal di kalangan tetangga2 memiliki temperamen yang kurang baik. Gampang marah2 dan tersinggung. Beberapa kali ada masalah dengan tetangga. Tapi katanya istrinya sangat baik.

Tetangga2 terlihat kurang suka dengan si Bapak. Mereka jarang terlibat pembicaraan. Tapi aku merasa tak ada masalah dengan Bapak itu. Tiap ketemu selalu saja tersenyum menyapa ala kadarnya. Dan dia memang terlihat ramah.

Beberapa bulan berselang, kulihat rumah itu terlihat begitu sepi, lebih sepi dari biasanya. Terlihat seperti tak berpenghuni. Lampu yang dinyalakan cuma balkon lantai dua saja.
Mungkin penghuninya lagi bepergian ke luar kota atau ke luar negeri, pikirku.

Penasaran, akhirnya aku tanya ke tetangga. Katanya pemilik rumah itu baru saja diforce. Penyebabnya karena KDRT. Istrinya memutuskan untuk tinggal di  luar negeri.

Ga menyangka, ternyata yang terjadi seperti itu.
Sebuah rumah yang cantik dan tampak homy banget, belum tentu di dalamnya ada kehangatan. Ya, lebih baik tinggal di sebuah rumah kecil yang biasa2 saja tapi di dalamnya ada kehangatan dibandingkan tinggal di rumah mewah tapi di dalamnya berasa kosong dan dingin.

Sayang banget ya. Aku berharap suatu saat akan ada yang bisa menghangatkan dan menghidupkan kembali rumah itu. Sayang kan. Rumah itu dibangun untuk ditempati bukan untuk dibiarkan merana sendiri.

Memang kita sendiri yang bisa menciptakan suasana homy di rumah yang bisa membuat setiap orang yang tinggal merasa betah dan selalu pengin kembali ke sana.

Ya, aku akan berusaha untuk membuat rumahku selalu homy dan membuat siapa pun yang tinggal di situ merasa selalu pengin kembali ke situ. Termasuk malaikat2 penjaga rumahku. Malaikat ya.... bukan hantu seperti yang suka disebut-sebut teman2ku untuk menakut-nakutiku. Hihihihi......

Mei 08, 2013

BERSEDEKAH

Hari minggu kemarin, saat nonton ‘Little miss Indonesia’ di SCTV - acara yang belakangan aku suka nonton coz nggemesin lihat anak2 kecil beraksi, ada ceramah singkat dari seorang ustadz. Dia berpesan, kita ga boleh marah saat ada burung2 memakan buah2an kita di pohon. Itu merupakan sedekah. Apa salahnya kita bersedekah pada burung2 yang juga membutuhkan makan.

Mendengarnya aku tertawa, antara merasa tertohok dan merasa bahwa apa yang dikatakannya itu benar. Burung2 itu juga makhluk hidup, sesama ciptaan Tuhan yang juga membutuhkan makan. Mereka bahkan tidak sampai punya pikiran bahwa yang dilakukannya itu mencuri punya orang lain. Yang dipikirkannya hanya aku lapar dan butuh makan. Sedangkan habitat mereka, hutan2 luas yang memberi banyak ruang gerak untuk mereka sudah digusur oleh manusia. So ke mana lagi mereka harus mencari makan klo ga di lingkungan manusia tinggal yang dulunya juga merupakan habitat mereka.

Yang membuatku tertohok karena belakangan aku pelit banget ama makhluk2 kecil di sekelilingku. Semut2 beraneka bentuk kusemprotin dengan baygon, juga kecoak yang hilir mudik mengganggu, nyamuk2 nakal. Belalang2 ku’pithes’ dengan sandalku, ulat2 coz ukurannya teramat besar yang membuatku takut dan ngeri untuk me’mithes’nya, akhirnya kumasukkan dalam kantong plastik, kuikat, kemudian kubuang.

Sebenarnya aku ga masalah jika nyamuk, semut, belalang, ulat itu cuma ada satu dua. Tapi karena populasinya sudah semakin banyak, buatku itu namanya bukan bersedekah lagi tetapi mereka sudah merampok. So, jika kita merasa terganggu dengan mereka, ga ada salahnya kan klo kita singkirkan. Hahahaha....

You know, semut2 itu seenaknya bikin rumah di bawah lantai. Setiap hari ada saja pasir2 yang dikeluarkan mereka. Klo ga pasir ya serbuk gergaji. Mereka juga bikin rumah di kusen jendela. Itu kan merusak namanya.
Populasi belalang benar2 tidak bisa dikendalikan. Tanaman bayam, jeruk, palem dan tanaman2 hiasku habis dimakan mereka. Sebeeeel......
Begitupun dengan ulat. Tadinya aku senang melihat ada banyak kupu2 di sekelilingku. Sekarang ga lagi. Habis kupu2 itu pergi, mereka akan meninggalkan telor2 yang nantinya akan menjadi ulat2 pemangsa tanamanku. Dua minggu kemarin, suatu pagi aku dibuat terhenyak mendapati philodendron-ku sudah gundul, dan ada banyak tahi2 kecil bertebaran di lantai. Saat kuperhatikan ternyata di satu batangnya ada empat sampai lima ekor ulat ijo muda yang super duper gendut. Ukurannya sekelingking tanganku. Hohoho... antara serem dan kesel. Akhirnya demi melindungi daun yang tinggal tersisa satu, segera kusingkirkan ulat2 itu dengan bantuan gunting dan plastik. Ogah aku menyentuh ulat2 itu.

Tentang makhluk kecoak, sebenarnya tiap aku mengejar-ngejar dan mau menyemprotnya dengan baygon, aku selalu teringat kisah ‘Rico de coro’ yang merupakan tokoh rekaan Dee di novelnya. Kisah komunitas kecoak yang selalu merasa tersiksa jika diburu oleh manusia. Mereka juga butuh tempat tinggal, kenapa manusia tidak mau berbagi tempat dengan mereka. Tapi geuleuh juga kan klo di rumah ada banyak kecoak. Tidaaaaak.......

Bagaimana dengan kucing? Aku sering dikasih tau, jangan sekali2 ngasih makan kucing yang datang, nanti dia bakal datang lagi dan lagi. Sebenarnya kadang aku ga tega. Tapi kucing2 liar di daerahku populasinya sudah terlampau banyak, dan itu sangat mengganggu. So aku ga pernah ngasih makan mereka.
Dulu waktu kecil aku ga pernah terganggu dengan kucing. Bahkan aku pernah minta dicarikan kucing dan memeliharanya. Bukan kucing persia atau angora yang mahal ya, aku mah ga telaten miara yang bagus2 gitu. Kucing rumahan yang pas kebeneran kucing teman ibuku lagi beranak banyak. Aku minta satu dan memeliharanya.
Kucing itu bahkan selalu kubiarkan tidur di ranjangku, melingkar di bawah kakiku.
Tapi setelah gedhe kucing itu jadi bandel, suka nyuri makanan. Jadi we sering dipukul pake sapu oleh nenekku. Aku suka kasihan, klo ada aku suka kulindungi dia.  

Aku jadi ga suka kucing lagi setelah aku maen ke tempat saudara temanku di Jakarta tahun 2000. Keluarga itu penggemar kucing. Miara banyak banget. Yang bikin aku geuleuh, bulu2 kucing itu kan gampang rontok, nempel di mana2. Waktu aku duduk, saat bangun tiba2 saja kudapati ada banyak bulu2 kucing nempel di celana dan kaosku. Huehuehue... seram. Habis itu aku ga mau miara kucing lagi.

Tapi memang jika ada kucing mencoba masuk ke rumah, selalu kubawakan sapu untuk mengusirnya. Cuma buat menakut-nakuti bukan untuk mukul. Tapi sapu pun tak mempan, hingga akhirnya kucing2 itu harus diangkat paksa dikeluarkan dari rumah. Kucing2 liar di daerahku benar2 ga takut ama manusia, mungkin karena sudah sekian lama tinggal berdampingan ma manusia ya. Jika dibawain sapu untuk mengusir, mereka malah mendekat, masuk di sela2 kakiku, mencari perhatian.

Beberapa di antara kucing2 liar yang suka datang, sebenarnya ada yang lucu. Tapi aku sama sekali ga ada minat untuk bermain-main dengannya coz udah terlanjur kesel ama kelakuan mereka yang suka pub di taman depan rumah. Baunya minta ampun, mpe berhari-hari ga ilang2. Udah kucoba berbagai cara untuk mengusir kucing itu, hunting nasehat dari mbah google. Mulai dari menyemprotkan minyak kayu putih mpe naroh pengharum ruangan aroma lemon. Semuanya ga membuahkan hasil. Mpe sekarang kucing2 itu masih hobi pub di depan rumah.
Kenapa cuma di tempatku aja, di tempat lain tidak. Bahkan di depan rumah tetanggaku yang kosong ga ditempati pun tidak. Arggghhhh... bikin kesel bener.

Yah, mungkin coz saking lamanya rumah ga ditempati, mereka udah dari dulu terbiasa pub di situ, jadi merasa tempat itu adalah milik mereka.

Belum mereka suka bikin keributan malam2. Tengah malam aku sering dikagetkan oleh suara berisik dari atap, seperti lagi ada gempa. Si kucing suka lari2an di atap. Itu juga yang bikin atap rumah sering bocor biarpun sudah dibenerin berkali-kali. Genting bergeser saat kucing2 berlarian di situ.

Kucing2... pengertian dikit kenapa..... Bikin kesel aja.

April 14, 2012

JANGAN MENGELUH


Mengeluh. Adalah salah satu kebiasaan burukku yang seringkali kulakukan. Dan mereka yang berada di dekatku lah yang harus ketiban sial dengar keluhanku. Kadang2 memang mengeluh tidak terucap ke mereka di sekelilingku tapi malah ke mereka yang berada jauh dariku yang mau ga mau ketiban keluhanku. Ya via jejaring sosial. Tapi belakangan ini sudah jarang kulakukan coz belakangan ini frekuensi online-ku bisa dhitung dengan jari. Tapi tetap saja jika update status atau nge-tweet atau nge-wacap masih saja mengeluh.
Rasanya dengan mengeluh akan begitu banyak beban yang berkurang. Setidaknya berbagi dengan orang lain bisa membuatku lebih lega.

 ‘Kepalaku pusing.’
“Gejala maag-ku kambuh.’
‘Duuuh hujan, cucianku gimana donk?’
‘Setrikaanku banyak euy. Bantuin setrika donk!’
‘Duh... laporan harus beres hari ini. Yaaaaah... harus lembur....’
‘Uangku mepet euy. Cukup ga ya sampai akhir bulan. Mana bulan ini dapat undangan banyak lagi...’
‘Lapeeeeer.....’
‘Ngantuke puuuoool.....’
‘Duuuuh... tiket kereta naik euy....’
‘Kapan ya gajiku naik......’ Hahahaha......
Dan berbagai keluhan2 lain yang aku merasa itu wajar coz teman2ku sebagian besar juga suka mengatakan itu.
Tapi, aku tidak pernah memikirkan apakah orang yang sebentar2 mendengar keluhanku akan suka atau tidak.
Mungkin jika mood-nya sedang baik tidak apa2, tapi jika mood-nya sedang jelek, kemungkinan besar akan membuat bad mood-nya semakin menjadi.

Dan orang yang paling sering mendengar keluhanku adalah ibuku. Aku kadang tidak terpikir betapa berat beban ibu, tetap saja suka mengeluh di depannya. Ya, selama ini kepada ibulah aku banyak berkeluh-kesah.
Ibu yang sering meneleponku coz katanya kangen pengin dengar suaraku, akhirnya mungkin bukannya jadi tambah damai setelah meneleponku, malah jadi tambah bunegh dengar keluhanku.

Aku baru menyadari itu semua kemarin waktu pulang ke Yogya.

Seperti biasanya aku selalu saja spontan mengeluh. Di depannya malam2 aku mengeluhkan kakiku yang masih belum pulih benar setelah operasi laser.
‘Duuuuh... lukanya membuka lagi. Wah bakal butuh waktu seminggu menunggu kering. Harus tambah lama kemana-mana pakai rok. Mana cream-ku sudah mau habis lagi......’
Ya, malam itu setelah pulang gonceng motor dan kehujanan, kudapati kakiku sangat perih. Saat kuperiksa, luka di kakiku yang kemarin sudah hampir kering membuka lagi. Tidak tahu karena apa. Apa karena acara sore itu waktu perayaan Jumat Agung yang mengharuskanku banyak besujud atau karena waktu pulang duduk gonceng motor lukaku tertekan jok motor ditambah kena air hujan. Aku tidak tahu, yang aku tahu sepanjang perjalanan pulang kakiku terasa perih.

Tanpa kuduga tiba2 ibuku mengatakan sesuatu yang membuatku berhenti mengeluh.
‘Kowe ki mbok ra sambat ae!’
Yang dalam bahasa Indonesianya,
‘Kamu tuh jangan mengeluh terus. Ibu tuh cape mendengarnya. Apalagi kamu tuh sering menjerit-jerit yang bikin ibu kaget, kirain kenapa2. Ternyata karena ada tikus lewat atau sesuatu yang sebenarnya sepele. Bikin orang kaget saja. Sudah khawatir kalau2 terjadi sesuatu. Tapi ibu suka diam saja.’

Ya, aku memang suka latah klo lagi kaget lihat sesuatu selalu spontan menjerit-jerit. Kebiasaan ini terbawa mpe sekarang yang suka membuat kaget teman kost atau teman kantor kalau mendengar jeritanku hingga buru2 menghampiriku khawatir terjadi sesuatu. Hehehehe.... maaf.

Dan malam itu ibu banyak bercerita. Memang bebannya teramat berat. Terlihat dari raut wajahnya yang sudah tidak sesegar dulu lagi. Kurang tidur, banyak yang harus dipikirkan. Sudah beberapa bulan ini nenekku sakit. Hanya bisa berbaring di ranjang coz badannya sudah susah untuk digerakkan. Melakukan aktivitas sehari-hari di tempat tdur dan harus selalu ditolong. Nenekku ini mungkin karena usia sudah lanjut jadi seperti kembali jadi anak kecil. Tidak mau ditinggal sendirian, harus ada yang menemani. Mungkin dia ketakutan dan selalu merasa kesepian. Penglihatannya sudah tidak jelas, selalu merasa melihat saudara2 yang sudah lebih dulu berpulang. Syaraf motoriknya memang sudah tidak berfungsi secara normal, jadi nenekku tidak bisa mengontrol apa yang diucapkannya. Terus saja mengomel yang kadang2 kata2nya sungguh tidak enak didengar dan sebagian besar ditujukan kepada Ibu. Ya, aku tahu ini semua sangat berat buat ibu.

Aku tahu Ibuku adalah wanita yang hebat. Kesabaran dan ketabahannya sungguh luar biasa.
“Ibu sekarang jadi pelupa bahkan melupakan hal2 kecil. Ini karena Ibu suka melupakan.’
Ya, melupakan hal2 yang sebenarnya melukai hatinya supaya tidak menjadi beban baginya.

Ibu, maaf aku selalu saja membebanimu dengan hal2 yang seharusnya bisa kuatasi sendiri.
Aku akan berusaha untuk tidak sering2 mengeluh. Aku tidak berjanji untuk sama sekali tidak mengeluh karena itu akan sangat sulit kulakukan. Ada begitu banyak hal yang aku tidak mengerti yang aku butuh bertukar pikiran dengan orang lain.

Ya, aku akan berusaha menjalani hari2ku dengan baik, dengan banyak senyum dan rasa syukur.
Aku akan menjaga kesehatanku karena aku tahu kesehatankulah yang sering menjadi kekhawatiranmu coz akulah yang paling gampang sakit di rumah.

Ibu.... Tetap semangaaaaat!!!!!!!!!!!
Buatku dan adik2ku engkau adalah orang yang sangat hebaaaat!!!!!!!!!
Love u mom. so much.

April 03, 2012

OBROLAN DENGAN BAPAK PENJUAL BURJO


Hari minggu pagi, aku merasa rambutku sudah sangat cepel, pengin keramas. Mengingat aku masih harus hati2 coz kakiku masih belum boleh kena air, akhirnya kuputuskan untuk keramas di salon langganan saja. Pagi2 katanya ada diskon 20%, sekalian aja potong rambut coz rambutku sudah terlalu panjang menurutku.

Sesampaiku di salon, ternyata hair stylist langgananku belum ada, dia baru datang pk.11.00. Akhirnya aku gambling aja sebut nama stylist coz yang lain aku ga ada yang kenal. Mudah2an cocok.
Dan untungnya cocok. Mayanlah buat variasi. Dan ternyata saat aku membayar sama sekali tidak ada potongan harga. Hohoho.... jadi mau datang jam berapa aja sama aja ga ada diskon.... :(


Sepulang dari salon, aku melihat penjual burjo (bubur kacang ijo). Kebetulan aku dah lama ga makan burjo n lagi pengin. Kebetulan juga aku emang lagi laper. Tadinya aku mau beli dibungkus saja, tapi coz aku mau pergi lagi ke lain tempat, biar menghemat waktu ga usah pulang ke kost dulu untuk menghabiskan burjo, akhirnya kuputuskan makan di tempat di samping gerobak burjo.

Sambil makan aku mengajak ngobrol Bapak burjo yang mukanya ramah n banyak senyum.
Bapak itu membuat sendiri burjonya, sedangkan gerobaknya dia sewa dengan ongkos sewa Rp.15 ribu per hari. Istrinya tinggal di Garut. Anaknya 10 dan cucunya 14. Anaknya yang belum menikah ada 3, 1 sudah kerja di Bandung dan yang 2 masih SMA. Bapak ini tampak berseri-seri ketika menceritakan keluarganya.
Setiap pagi dia mulai berjualan pk.07.00 dan kembali ke kontrakannya pk.2 siang. Dia saban hari berjualan tanpa ada hari libur. Sebulan sekali dia pulang ke Garut untuk menyerahkan penghasilannya ke istrinya sambil menengok keluarganya. Dia senang sekali tiapkeluarganya bisa berkumpul semua. ‘Rame neng, rumah mpe penuh!’.

Ketika selesai makan, kuserahkan mangkuk dan membayar kepada si Bapak. Semangkuk dihargai Rp.3 ribu.
‘Ini kembaliannya neng. Makasih ya neng,’ senyum tulus menghiasi raut muka si Bapak.

Ya, Bapak ini terlihat sangat bahagia, meskipun jauh dari keluarga, meskipun berat perjuangan hidup harus mendorong gerobak seharian setiap harinya yang sudah dijalaninya selama 6 tahun.

Kebahagiaan tidak diukur dari seberapa besar kesuksesan kita, dari seberapa banyak harta yang sudah berhasil kita kumpulkan, dari seberapa jauh kita sudah melanglang buana. Kebahagiaan ada di tangan kita. Bagaimana kita memandang hidup, menikmati dan melewatinya bersama orang2 di sekeliling kita. Dalam keadaan ekonomi yang serba minim pun kita tetap bisa tersenyum bersama orang2 yang mengasihi kita, asal kita jangan terlalu banyak menuntut hal2 yang sebenarnya jauh dari jangkauan kita.
Ya, syukuri semua apa adanya.
‘Aja ngoyo,’kata mbah2ku.

Aku juga ga mau ngoyo mbah. Meskipun aku harus sering lembur kejar deadline, meskipun begitu banyak hal yang membuat kepalaku pusing, tapi aku masih bisa berdiri tegak sampai sekarang, aku masih bisa makan-minum cukup, aku masih bisa tertawa bersama teman2ku, masih bisa jalan2 satu-per satu ke tempat2 yang sangat ingin kukunjungi. Yeeeah.... Life is beautiful.
Semangaaaaaaat!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Maret 16, 2012

RASA SYUKUR


Jika rasa syukur sudah tidak ada lagi, sampai kapan pun kebahagiaan tidak akan pernah datang menghampiri.
Bersyukur dan bersyukur. Gampang diucapkan tapi kadang2 begitu sulit untuk kita lakukan.
Terus saja mengeluh dan mengeluh. Selalu saja menyalahkan orang lain dan keadaan. Terus saja menyesali semua yang sudah terjadi tanpa ada rasa syukur sedikit pun. Padahal kalau dipikir, tidak mungkin kita melewati hari2 kita terus-menerus dengan cobaan. Di antara cobaan dan beratnya perjuangan hidup pasti terselip hal2 indah yang membuat kita bisa tersenyum dan tertawa.

Bersyukur atas semua yang kita alami, atas semua yang kita miliki, atas orang2 di sekitar kita, atas rezeki yang kita terima. Kalau kita merasa kurang dengan apa yang kita dapatkan, kita tetap harus bisa mencukupkan diri dengan yang ada pada kita.
Jangan membanding-bandingkan dengan apa yang berhasil dicapai orang lain, dengan apa yang dimiliki orang lain. Membanding-bandingkan untuk memotivasi kita agar bisa lebih maju itu boleh, tapi jangan sampai membuat kita lupa untuk bersyukur.

Segala yang kita terima dan kita alami itu adalah karunia dari Yang Di Atas yang menempa kita untuk lebih kuat.

Benar. Gampang diucapkan tetapi begitu sulit untuk dipraktekkan.

Sulit buatku untuk merasa sudah cukup dengan yang sudah ada padaku sekarang. Kadang2 aku masih merasa sangat kurang. Kemampuan me-manage supaya bisa cukup itu yang kita perlukan dan masih harus kupelajari untuk saat ini.

Belajar mengikhlaskan atas semua yang terjadi. Berusaha menerima keadaan kita dan berusaha menerima mereka yang ada di sekeliling kita. Perbedaan pandangan itu wajar dalam bersosialisasi. Adanya konflik itu yang akan mendewasakan kita.

Berani memutuskan untuk berumah tangga itu artinya berani untuk hidup mandiri dan terjun  ke masyarakat. Berani menerima segala perbedaan dan harus siap dengan segala permasalahan yang akan timbul. Menyelesaikan masalah bersama-sama jangan terus menyalahkan sepihak tanpa introspeksi diri.

Aku bersyukur atas semua yang kumiliki sampai saat ini. Saat ada masalah, selalu saja ada jalan keluar di depanku walaupun kadang2 jalan keluar itu hanya tampak samar2 dan masih jauh dari jangkauan.
Tapi aku berkeyakinan, selalu ada jalan keluar buat orang yang percaya.

Mengenai hidup berumah tangga, aku seringkali mendapat nasehat, jangan sembarangan memilih daripada menyesal di kemudian hari.
Aku sendiri tidak tahu sosok seperti apakah yang ingin kupilih. Bukannya terlalu pilih2 atau mencari yang sempurna. Aku hanya mencari seseorang yang membuatku merasa yakin bahwa memang dia, bahwa aku memang ingin bersamanya. Ternyata itu tidak mudah. Huehuehue....
Rasanya aku ingin bersama seseorang yang memang benar2 baru kukenal. Seseorang yang aku baru mengenalnya tanpa tahu masa lalunya seperti apa. Rasanya lebih menyenangkan seperti itu. Sama2 belajar untuk lebih mengenal satu sama lain. Sama2 belajar untuk menerima orang lain apa adanya dia. Hehehehe..... #dreaming.

Yah, saat ini begitu banyak yang harus kupikirkan dan kuselesaikan. Aku tidak ingin berpikir terlalu berat takut aku harus benar2 mengunjungi psikiater. Huehuehue.... jangan deh.

Saat ini, jalani saja yang harus kujalani. Biarlah semua mengalir seperti apa yang direncanakan-Nya.
Aku percaya semua akan baik2 saja karena Dia ada bersamaku, selalu menjaga dan membimbingku.
Tetap kuat dan semangat. Terutama untuk seseorang yang sangat hebat yang aku percaya dia akan bisa melalui ini semua dengan baik.
Semangaaaaat!!!!!!!!!!!!!!



Februari 17, 2012

KEBAIKAN – KEBAIKAN YANG TAK AKAN PERNAH BISA KULUPAKAN


Aku sering kali mendapatkan pertolongan dari orang2 yang baik, bahkan dari orang yang sama sekali tidak kukenal. Seorang malaikat yang memang dikirimkan oleh Tuhan untuk menolongku.
Aku percaya masih ada banyak orang baik di dunia ini. Aku suka heran mendapati ternyata ada orang yang merasa di dunia ini sudah tidak ada lagi orang baik, orang yang bisa dipercaya. Aku pernah berdebat lama dengan orang seperti ini. Sebuah perdebatan yang ga kunjung berakhir dan akhirnya berakhir menggantung coz dia tetap keras kepala dengan pendiriannya bahwa di dunia ini sudah tidak ada lagi orang yang baik.
Mungkin orang itu pernah dikecewakan oleh orang lain atau pernah saat dia benar2 butuh pertolongan, tidak ada satu pun pertolongan yang datang. Atau barangkali dia kebanyakan baca, nonton ato browsing pas kebeneran kebagian acara kriminal semua.

Seharusnya jangan sampai tindak kejahatan yang memang terlalu banyak diekspos jangan sampai menutup mata kita akan kebaikan2 yang jarang sekali diekspos. Mungkin karena liputan kriminal lebih bisa dijual jadi lebih banyak diulas. Sebenarnya kita harus percaya bahwa di dunia ini masih ada begitu banyak orang baik, hanya saja orang baik tidak suka menngembar-nggemborkan kebaikannya. Mereka menolong dengan tulus, tidak mengharapkan pujian ataupun imbalan. Jangan sampai kita menutup mata bahwa mereka2 yang paling sering menolong kita adalah mereka2 yang berada di sekeliling kita. Yang karena saking seringnya menolong dan memberi perhatian kepada kita, akhirnya itu kita anggap sebagai sebuah rutinitas yang memang sudah sepantasnya dilakukan dan kita terima.

Beberapa kali aku mendapatkan pertolongan yang aku sama sekali tidak tahu bagaimana aku harus membalasnya. Aku tidak tahu penolongku itu orang mana, namanya siapa, bahkan kalau ketemu lagi mungkin aku tidak akan ingat coz waktu itu sudah malam.

Ketika aku masih duduk di bangku SMA, suatu ketika aku pernah pulang kemalaman, naik motor melewati Jl. Wates, Yogyakarta. Waktu itu jalan belum ramai seperti sekarang. Jalan masih gelap di beberapa ruas jalan. Di Rewulu, tiba2 saja motorku mogok kehabisan bensin. Pom bensin waktu itu belum banyak seperti sekarang. Sudah malam penjual bensin eceran juga sudah pada tutup. Aku ingat masih pk. 7 malam tapi jalan sudah gelap banget. Tidak banyak orang berlalu-lalang. Aku mendorong motor sendirian dan tidak tahu harus minta tolong kepada siapa. Menelepon rumah juga tidak mungkin coz waktu itu handphone belum marak seperti sekarang. Aku belum punya handphone dan di rumah juga tidak ada telepon rumah. Benar2 takut klo2 aku ketemu orang yang berniat tidak baik.

Di kejauhan kulihat seorang Bapak sedang berdiri di pinggir jalan. Berharap, mudah2an Bapak ini orang yang baik.
Kuhampiri Bapak itu dan kutanyakan di mana aku bisa mendapatkan bensin.
Bapak itu mengajakku memasuki sebuah jalan kecil, melewati beberapa rumah. Suasana gelap jadi aku tidak ingat seperti apakah rumahnya. Aku pasrah saja, muda2an Bapak ini benar2 orang yang baik.
Bapak itu masuk ke dalam rumah, berbicara dengan orang yang berada di dalam rumah, kemudian keluar membawa jerigen beserta corong plastik.
‘Mau berapa liter?’
‘Dua liter Pak.’
Ternyata Bapak ini benar2 mempunyai bensin.
‘Berapa Pak?’
‘Sudah ga usah.’

Ya ampun. Aku sungguh terharu dengan kebaikannya. Aku orang yang sama sekali tidak dikenalnya. Bapak ini benar2 tulus menolongku. Aku tidak bisa membalas apa2 selain mengucapkan terimakasih.

Dan sebuah kebaikan lagi yang kualami di Bandung.

Tahun kedua aku berada di Bandung. Waktu itu motorku memang masih memakai kunci rahasia. Tidak tahu kenapa motorku jadi bermasalah. Sering tiba2 saja mogok. Dan saat itu, hari sudah malam, sekitar pk.19.30. Motorku mogok di Jl. Cijagra. Dalam hujan gerimis, aku mendorong motorku. Badanku basah campuran antara hujan dan keringat. Dua kali melewati Bapak2 yang lagi nongkrong di depan rumah yang sepertinya itu bengkel.
‘Sudah tutup.’
Bapak2 yang nongkrong itu sama sekali tidak ada niat untuk menolong. Mereka tidak peduli dan terus saja mengobrol.
Huehue... tegaaa.....

Akhirnya kuputuskan untuk terus mendorong motorku sampai ke bengkel di Jl. Buah Batu. Sesampaiku di depan bengkel, kudapati bengkel sudah tutup.
Deeeuh.... Pasrah. Tidak tahu harus bagaimana. Sedang saat itu aku sama sekali tidak membawa uang coz lupa belum ambil uang di ATM. Di seberang jalan ada kantor polisi. Pilihan terakhirku saat itu, kuputuskan untuk menitipkan saja motor ke kantor polisi, besok klo bengkel sudah buka, kuambil motor dan langsung memasukkan ke bengkel.

Sambil mengutak-atik motor, mencoba men-slah dan men-starter, aku berdoa tak henti2. Meminta supaya hujan turun dengan deras supaya ada orang yang sama2 berteduh di bengkel dan bisa menolongku.

Pertama berhenti sepasang suami-istri yang sudah separuh baya. Melihatku sibuk dengan motorku, mereka hanya melihat sekilas tak peduli. Juga beberapa orang kemudian yang ikut berteduh. Mereka akhirnya memutuskan untuk segera berlalu setelah memakai jas hujan.

Pada akhirnya ketika hujan ga berhenti2 juga, ada seorang cowok berkacamata yang juga berteduh. Kelihatan orang yang baik.
Aku menanyakan pada Aak ini, klo motor mogok harus diapain. Aak ini kemudian sibuk membersihkan busi, memeriksa kabel, dsb. Tapi motorku tak kunjung bisa menyala juga.

Saat aku menanyakan apakah ada kemungkinan kunci rahasia berpengaruh pada mogoknya motor, dia bilang mungkin karena itu penyebabnya. Dia mencabut kabel kunci rahasia di bawah jok motor dan menyarankanku besok ke bengkel untuk mengganti kunci rahasia.

Hujan segera reda. Dan Aak yang begitu baik ini, yang sepertinya baru pulang dari kerja, dia tidak meninggalkanku begitu saja. Dia menanyakan rumahku di mana dan bersedia mengantar. Aku dimintanya menaruh kakiku di pijakan kaki motornya supaya aku bisa lebih cepat sampai rumah. Mendorong motor hanya akan terlalu menguras energi dan terlalu riskan. Karena aku tidak punya cukup nyali untuk memijakkan kakiku di pijakan motornya coz takut jatuh, akhirnya dia mendorong motorku dari belakang di bagian pijakan motorku sambil mengemudikan motornya. Aku tinggal jalan saja coz didorong dari belakang olehnya.

Untung hujan sudah reda, untung jalan tidak terlalu ramai. Dia mengantarku sampai dekat kost. Aku tidak tahu bagaimana harus membalas kebaikannya. Aku yakin pasti dia kecapean. Dia juga terpaksa harus pulang lebih malam karena menolongku.
Saat itu aku sedang tidak memegang uang sama sekali jadi tidak bisa memberinya uang lelah.
‘Makasih Ak.’
Cuma itu yang bisa kukatakan.
Aak itu mengangguk dan sambil tersenyum dia berlalu.

Aku hanya berharap mereka akan mendapatkan banyak kebaikan dan kehidupan yang baik.
Aku percaya Tuhan yang akan membalas kebaikan2 mereka.
Semoga aku bisa mencontoh mereka dengan menularkan kebaikan2 mereka kepada orang2 yang kutemui.
‘Pay it forward’.