Tampilkan postingan dengan label just want to share. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label just want to share. Tampilkan semua postingan

Maret 22, 2016

JATUH CINTA

Hehe... jatuh cinta... berjuta rasanya...
Aku menulis ini bukan karena aku sedang jatuh cinta yaaa..... Tapi karena aku mulai menertawakan kenangan2 zaman dulu, bertahun-tahun yang lalu.
Sudah bisa menertawakan dan sudah mau menuliskannya berarti aku sudah bener2 move on. Hihi....

Cinta monyet zaman SD. Aku seneng banget waktu bisa bikin drama di kelas bareng dia. Kita bikin drama dengan tema Natal. Menurutku dia adalah cowok paling cakep di kelasku waktu itu. Tapi playboy-nya ga ketulungan. Hihi..
Belakangan waktu kelas 3 SMP hampir lulus, dia pulang sekolah mengikutiku pulang, kukira dia mau main ke rumahku. Kami naik sepeda berjejeran sambil ngobrol. Sampai dekat rumahku dia bilang gini,”Kenapa dulu waktu SD kamu menolakku?”. Hahahaha... aku ketawa ga nyangka dengar pertanyaan spontannya. Dia minta aku menuliskannya dalam surat kemudian berbalik pulang, ga jadi maen ke rumahku.
Waktu SD kami jarang banget saling sapa karena waktu itu kita dipacok-pacokkan (dijodoh-jodohkan). Dan anak2 klo sudah meledek teramat sadis, bisa bikin kita nangis dan ga mau ke sekolah lagi. Jadi jangan sampai terpergok lagi ngobrol berdua. Bahaya..... Setelah SMP baru kita suka ngobrol meskipun waktu itu kita beda kelas. Dia sering nyamper ke kelasku, bahkan sering memakai topiku klo mau ngapelin cewek. Suka curhat2 ke aku tentang cewek yang lagi jadi incarannya.

Waktu SMP itu aku dulu pernah suka ama kakak kelas yang sepedanya warna ungu. Aku sudah suka sejak aku masih SD kelas 6 dan papasan ma dia yang lagi berangkat sekolah. Suka-suka ga jelas. Hahaha. Belakangan tetanggaku depan rumah yang juga temannya sekelas menceritakan perihal aku suka ma cowok itu dan cowok itu jadi suka nitip salam, bahkan pernah mpe main ke tetanggaku yang rumahnya di depan rumahku persis. Aku jadi malu dan kesel ama tetanggaku dan entah kenapa kemudian rasa suka itu berangsur menghilang dengan sendirinya.

Waktu SMA. Ini kali pertama aku bena2 suka ama cowok. Beda kelas. Aku juga ga tau bagaimana awal mulanya hingga rasa suka itu ada. Mungkin pandangan mata tidak bisa berbohong ya. Bisa papasan, bisa jajan di kantin bareng, bisa pulang beriringan, meskipun kita masing2 dengan geng kita, rasanya sudah seneng banget.
Waktu sama2 jajan di kantin, secara ga sengaja tangan kita masuk ke stopples yang sama, karena sama2 mo ngambil permen hingga tangan ga bisa keluar karena tangan sama2 menggenggam permen, kemudian dia melepaskan permennya dulu dan mengeluarkan tangannya. Setelah aku mengambil sejumlah permen yang akan kubeli, baru kemudian dia mengambil permen yang akan dibelinya. Lucu. Hihi... bisa kebetulan gitu yak.

Waktu dia dan geng-nya lagi main volley di halaman sekolah, terus aku lewat, dia sengaja menendang bola volley ke arahku, terus minta aku mengambilkannya. Aku bilang, ‘Aku tendang ya?’ Dia mengiyakan, kemudian kutendang ke arahnya. Hihi...

Waktu sudah sama2 telat sekolah, bel sudah cukup lama berdering tapi kita masih aja asik baca koran yang ditempel di papan deket parkiran. Baca sebelah2an. Sama2 ga fokus baca. Jantungku waktu itu berdegup ga karuan. Ga peduli yang di kelas sudah pada mulai belajar. Manfaatin toleransi keterlambatan 15 menit. Hahaha...

Waktu acara kemah pramuka yang aku tahu dia selalu menoleh memastikan aku sudah menyeberang sungai dengan selamat baru kemudian dia meneruskan langkah. Dan waktu malam api unggun dia dan teman2nya dengan usil menyorotkan cahaya senter ke arahku. Kemudian aku memprovokasi teman2ku satu regu waktu acara persembahan dari tiap regu, supaya regu kami menyanyikan lagu ‘Hanya Kau Seorang’ yang memang secara khusus kutujukan untuknya. Ihiiir....

Waktu kelar dari study tour ke Bali dan kita sama2 mo ngumpulin laporan, dia ma temennya nyamperin dan nanya tentang laporan mereka. Terus aku buka2 laporan kelompoknya dan dengan serius aku kasih saran. Hihi... dia ga tahu betapa deg2annya aku waktu itu.

Setelah masa ujian sekolah, dia dan teman2nya sesudah pulang sekolah nongkrong di depan kelasku, saat itu aku dan beberapa temanku duduk di pendopo depan kelas. Dia menyanyikan ‘I miss u like crazy’nya The Moffat dengan diiringi gitar. So sweeeeeeet......

Waktu jelang kelulusan, aku dateng ke kelasnya minta tanda tangan teman sekelasnya yang kukenal di baju seragamku. Pengin minta tanda tangannya, rasa gengsi yang teramat sangat menghambatku untuk meminta dulu padahal aku sangat ingin dan akhirnya aku ga dapat tanda tangannya padahal dia ada di deketku sibuk menanda tangani baju temen2nya sambil ketawa-ketiwi memperhatikanku. Hiks...
Terlalu banyak cerita zaman SMA. Berlembar-lembar pun akan cukup untuk diceritakan. Hahahaha...
Tapi ya dasar anak2 SMA yang sama2 tidak tahu harus memulai dari mana, akhirnya sampai kita lulus pun masih begitu2 saja. Sedihnya waktu itu. Bisa dibilang kasih tak sampai atau kasih tak terungkap.

Zaman kuliah rasanya tidak perlu kuceritakan. Rasanya aku dulu pernah sekilas menulis. Cuma ada seseorang yang dulu waktu kuliah yang aku tahu dia care padaku. Aku beberapa kali memergokinya sedang memperhatikanku. Sebenarnya klo dia mau terus terang mungkin aku akan mempertimbangkannya, tapi dia sepertinya tidak punya keberanian untuk ngomong terlebih setelah tahu klo teman baiknya menyukaiku.
Pernah suatu ketika kita ada acara bersama teman2 kampus menginap di pantai, sebenarnya aku ada kesempatan untuk berboncengan dengannya menuju pantai dari Wonosari, karena sebagai panitia aku harus prepare segala sesuatu duluan. Tapi temenku cewek yang mengeluh pusing klo harus naik bus, kekeuh minta berboncengan dengannya. Aku geli melihat muka dongkolnya. Dia berusaha membujuk temenku untuk naik bus saja tapi temenku tetep tidak mau. Akhirnya aku yang mengalah. Hihi...
Tapi bukan dia cowok yang berhasil membuatku mewek2 waktu itu. Ah lupakan masa kuliah.

Cerita di Bandung. Hihi rasanya lebih baik aku tidak usah cerita. Takut ada yang baca bikin aku malu. #tutupmuka
Yang jelas aku pernah menyukai seseorang yang aku tahu sebenernya aku ga pengin suka, karena sejak awal aku tahu akan ada sangat banyak ketidakcocokan selain faktor usia yang dia beberapa bulan lebih muda, tapi waktu tersadar aku sudah menyukainya. Aku benar2 bersemangat jika ketemu dia. Tapi akhirnya aku tahu, yang aku pikirkan tentang dia ternyata salah. Penafsiranku tentang mimpi2 yang selalu menghantuiku juga salah.
Dan aku tahu, Tuhan menjawab doa2ku. Jika memang jodohku tolong dekatkan, tetapi jika bukan tolong jauhkan. Ternyata akhirnya kami dijauhkan.
Ya, itu jawaban-Nya atas doa2ku.

Jika ditanya bagaimana jika suatu saat aku harus bertemu dengan mereka2 yang pernah mewarnai hidupku. Haha... Ada yang aku ga peduli, tapi ada juga yang aku merasa lebih baik tidak ketemu. Toh kami sudah menikmati hidup kami masing2 sekarang ini. 

Dan sekarang...
Aku lagi menikmati kesendirianku.
Meskipun kadang berkelebat rasa bimbang, tapi aku masih takut untuk melangkah. Masih ada rasa tidak yakin dan ketakutan untuk memutuskan hal yang salah.
Biarlah Dia yang memimpin langkahku, aku tahu itu yang terbaik untukku.



PUNYA TEMAN ATAU TIDAK PUNYA TEMAN

Aku tiap kali lihat ada anak sekolah yang ke kantin sendiri, bayar uang sekolah sendiri, ngurus administrasi sendiri, pokoknya ke mana2 sendiri, suka ga tega. Anak2 yang lain ke mana2 setidaknya ada yang menemani, paling tidak berdua. Pasti anak itu merasa kesepian. Semoga dia tidak menjadi minder dan tidak merasa tidak disukai atau dikucilkan dari pergaulan.

Aku jadi ingat zaman sekolah dulu. Aku tahu benar rasanya tidak punya teman itu benar2 tidak enak. Aku sih sejak SD selalu punya teman dekat, bahkan boleh dibilang nge-gap atau punya geng sendiri. Hahaha.... sebenarnya tidak baik juga.

Waktu SD secara tidak sadar aku membentuk kelompok dengan teman2 yang pintar. Haha... aku sih baru sadarnya sekarang klo geng-ku waktu itu anggotanya anak2 pintar yang selalu dapat renking di sekolah. Ya, kita selalu kompakan membahas PR, latihan soal2. Kita bersaing secara sehat memperebutkan renking 1. Tapi aku waktu SD tidak pernah bisa dapat renking 1. Renking 1 selalu menjadi milik teman baikku waktu itu. Selain itu kita juga aktif jadi misdinar di gereja yang sama. Itu yang membuat kita jadi semakin dekat. Waktu itu anggota gengku cewek2 semua. Dengan teman cowok waktu SD belum bisa dekat, karena kita saling dipacok-pacokkan atau dijodoh-jodohkan, jadi klo ketauan ngobrol sama yang dipacokkan nanti jadi heboh, malu sendiri.

Dulu ada satu teman cewek yang punya pengaruh besar di kelas. Semua anak, baik cewek atau cowok takut padanya. Klo ada seorang teman yang lagi dimusuhinya, semua anak jadi ikut-ikutan memusuhi anak tersebut. Aku pernah merasakan dimusuhi anak itu, dan aku jadi benar2 sendirian, kesepian, karena tidak ada anak yang mau dekat2 denganku lagi. Tapi aku tahu bagaimana cara agar anak2 tidak memusuhiku lagi. Ya dengan cara mengambil hati anak yang paling ditakuti. Caranya dengan membawa majalah AMI ke sekolah. Haha... dia suka banget baca majalah. Akhirnya aku berbaikan dengannya dan secara otomatis anak2 yang lain pun tidak menjauhiku lagi. Hihi...

Di SMP aku mendapatkan banyak teman2 baru. Di kelas 1 aku masih dekat dengan salah satu teman dekatku waktu SD  karena kita satu kelas, tapi terpisah dengan 1 teman yang lain karena kita beda kelas. Dan aku mendapat 1 teman baru. Ke mana2 kita selalu bertiga waktu itu. Situasi berubah setelah aku duduk di kelas 2. Aku pindah duduk sebangku dengan teman SD yang terkenal badung itu. Hahaha... maaf. Aku jadi ketularan badung dan nilai2ku lumayan merosot. Karena dekat dengannya entah kenapa dia mempengaruhiku untuk menjauh dari teman dekatku waktu SD. Kasihan, dia suka dibully karena dia anak dari salah satu guru yang anak2 kurang suka dengan cara mengajarnya.
Aku menyesal belakangan setelah lulus dan tidak satu sekolah lagi. Dia pasti merasa sedih, merasa ditinggalkan. Tapi dia orangnya baik banget. Ga pernah marah dan tetap baik padaku meskipun mungkin dia tahu aku mulai menjaga jarak.

Guruku yang tahu pergaulan membawa dampak buruk padaku, memindahkan dudukku menjadi paling depan, dekat dengan meja guru. Haha matilah kau. Harus benar2 menyimak pelajaran. Tapi sebenarnya ada untungnya juga buatku. Aku tidak nyaman dengan budaya mencontek. Saat duduk di belakang temanku suka pada mencontek waktu ulangan. Dan ada yang terang2an menyalin jawabanku dan aku terpaksa mengizinkannya karena rasa tidak enak. Sejak kembali duduk di depan, catatanku kembali rapi karena aku tidak bisa lagi nyambi2 pas pelajaran. Dan tidak ada lagi yang berani mencontekku waktu ulangan. Kecuali salah satu teman cowokku yang mejanya bersebelahan denganku. Dia anaknya pandai. Kadang2 klo ada kesempatan kami suka saling menanyakan jawaban dengan kode2 di tangan yang hanya kami sendiri yang tahu kodenya bagaimana. Hahahaha...

Setelah aku di Bandung, aku sempat berkomunikasi dengan seorang teman cowok yang dulu beda kelas dan aku waktu SMP sama sekali belum pernah ngobrol dengannya. Dia bilang, aku dulu kan bertemannya hanya dengan anak2 pintar saja. Sedangkan dia kan tidak termasuk anak pintar. Haha... begitukah? Aku sendiri tidak merasa begitu. Sepertinya teman2 yang lain merasa sungkan mendekat karena kita sangar2 dan cukup mendominasi dan termasuk kesayangan guru2 waktu itu. Belakangan aku tahu klo cowok itu dulu di kelasnya juga termasuk anak pintar dan mendapat renking. Aku tidak banyak kenal dengan anak kelas B. Entah kenapa dulu kelas A rasanya lebih menonjol karena anak2nya lebih berpengaruh.

Memasuki SMA, teman2ku baru semua karena tidak ada satupun yang kukenal waktu itu. Aku berkenalan pertama dengan seorang cewek mungil yang rumahnya ternyata tidak jauh dari rumahku. Aku sempat duduk sebangku dengannya. Belakangan aku dekat dengan teman cewek yang lain yang kemudian menjadi sohibku, bahkan kita masih saling berkomunikasi sampai sekarang.

Mungkin saat aku kemudian mulai dekat dengan temanku yang satunya, temanku yang sebelumnya merasa aku tinggalkan juga. Tapi ya mau bagaimana, berteman baik membutuhkan kecocokan satu sama lain. Aku berteman sangat dekat dengan temanku ini. Ke mana2 selalu berdua, duduk selalu sebangku, pulang sekolah juga bareng. Aku ingat banget, saat study tour ke Bali, aku ga boleh masuk ke Pura Besakih karena sedang dapet dan itu dilarang keras masuk, aku kekeuh minta temanku ini untuk masuk saja sedang aku akan menunggu di luar, dia tidak mau masuk dan memilih menemaniku. Huehue... terharu. Dia baik banget. Kami kemudian terpisah saat di kelas 3 karena kami berbeda jurusan. Sedih juga waktu itu. Sebenarnya waktu itu gengku ada 4-5 orang. Yang dekat banget sih ber-4 waktu itu.

Di kelas 3, aku duduk sebangku dengan seorang teman yang lain dari gengku ber-5 sebelumnya. Sebenarnya ada rasa ga enak juga dengan teman sebangkunya sebelumnya. Tapi untunglah hubungan kita tetap baik2 saja sampai kemudian kita lulus.

Waktu kuliah D3, masa ospek aku dekat dengan 2 orang, kemudian ospek selesai, mulai kegiatan di kelas, aku mulai dekat dengan dua orang yang lain dan kita ke mana2 selalu bertiga. Kita tetap berkomunikasi baik sampai sekarang, bahkan hubungan kita sudah seperti keluarga. Cuma waktu itu salah seorang temanku yang pernah dekat waktu ospek sempet nyeletuk, ‘Punya teman baru, terus lupa ma teman sebelumnya.’ Hehe.. aku cuma ketawa aja. Tapi hubungan kita ga jadi buruk karenanya.

Aku terpisah dengan 2 temanku ini karena dengan terpaksa aku lulus duluan 1 semester dari mereka. Hahaha.... Tapi aku tetap 1 kost dengan salah satu temanku ini. Aku melanjutkan S1 dan di sana aku punya teman2 baru yang sebelumnya berbeda kelas. Aku jadi dekat dengan anak2 pintar yang rata2 lulus cumlaude. Hehe... Jadi bisa saling bertanya klo ada yang ga ngerti. Aku juga jadi dekat dengan kakak2 angkatan yang kemudian jadi sekelas denganku. Mereka banyak nanya dan suka pinjam catatan atau tugas. Aku baru sadar, selama kuliah D3 aku nge-gap dan jadi kurang gaul. Teman2ku ini yang pada komen, ‘Dulu kamu mah kemana2 bertiga, kayak ga butuh teman yang lain.’Haha... aku cuma ketawa aja. Ternyata begitu ya pendapat mereka tentang kami.

Kebiasaan bikin geng ini juga berlanjut sampai sekarang. Ada geng temen kos. Penghuni baru yang ga dekat ma kita2 kebanyakan terus hengkang. Tapi belakangan kita semua satu kost dekat semua, bahkan setelah semua keluar dari kost kita tetap dekat sudah seperti keluarga.

Mempunyai teman baik itu perlu. Karena kepada mereka lah kita bisa percaya, bisa minta bantuan saat benar2 perlu. Tapi kita juga jangan lantas menutup pergaulan dengan yang lain. Bersikap baik pada semua orang karena ada orang yang memusuhi kita itu rasanya tidak nyaman banget. Tapi juga tetap jaga jarak dengan orang2 yang kita tahu reputasinya seperti apa. Toh semua demi kebaikan kita.

Cuma, dengan orang2 yang sendiri dan tidak punya teman, kita harus mau menyapa dan memberi perhatian biar dia tidak merasa sendirian.

Karena itu aku selalu berusaha menyapa dan bersikap hangat dengan anak2 yang aku tahu ke mana2 dia selalu sendirian biar dia ga merasa benar2 sendirian. Kasihan, hari2nya di sekolah pasti berasa lama banget dan pengin cepet2 lulus.


Oktober 12, 2015

ORANG ITU JUTEK BANGET YAAAA......

Orang itu jutek banget yaaa.... Sepertinya aku tidak akan bisa bertemen dengannya.
Kadang2 aku suka menjudge orang duluan meskipun hanya dalam hati. Menjudge seseorang sebelum aku benar2 kenal orang itu. Kadang karena ketika berpapasan kuajak senyum dia ga mau senyum dan habis itu aku kapok untuk tersenyum padanya lagi saat berpapasan. Atau karena saat aku mencoba membuka percakapan dengannya dia bersikap dingin, menjawab sepatah-patah atau pertanyaanku diabaikannya begitu saja dan dia sibuk ngobrol dengan orang lain.

Mungkin memang tak kenal maka tak sayang. Malahan beberapa orang yang tadinya kuanggap orang itu jutek dan tak bersahabat, sekarang ini aku malahan berteman baik dan ada yang jadi dekat dan menjadi sahabatku. Ternyata orangnya ramah, penuh perhatian, rame. Mungkin karena waktu itu belum kenal, dia bersikap hati2 pada orang yang belum kukenal.
Ya... sebenarnya sama aja denganku sih. Aku susah untuk percaya dengan orang yang baru kukenal. Terkadang ada orang yang menyapaku juga kutanggapi dengan dingin jika aku merasa sikapnya aneh dan mencurigakan.

Seperti halnya ketika sedang di dalam perjalanan. Baik di kereta ataupun di angkot. Terkadang aku merasa penumpang di sebelahku atau depanku itu orangnya tidak ramah dan tidak peduli dengan sekitar. Mana anaknya yang masih kecil annoying banget. Tapi saat aku mencoba untuk mengajak ngobrol anaknya, berusaha memahami anak itu usil karena mungkin dia merasa bosan, orangtuanya pun jadi begitu ramah padaku. Kami terus mengobrol banyak hal dan aku membiarkan anaknya bermain-main dengan ujung jaketku atau gantungan kunci tasku.
Ya... perjalanan jadi berasa lebih menyenangkan.

Ada teman2 dekatku dulu zaman sekolah, yang setelah lulus dan kami melanjutkan ke sekolah yang berbeda, hubungan kami setelah itu menjadi tidak dekat lagi. Saat mencoba berkomunikasi lagi, kami tetap tidak bisa sedekat dulu. Ada juga teman yang ketika kuajak berkomunikasi di medsos, sama sekali tidak ada respon. Ya, mungkin dunia kami sekarang sudah berbeda. Rasanya jadi tidak mengenal sosoknya yang dulu lagi.
Tetapi ada juga teman yang dulu saat bersekolah kami tidak pernah dekat karena kami dulu punya gap masing2, dan  saat itu kami merasa tidak ada kecocokan karena terkadang ada diantara kami yang saling berselisih, tapi sekarang setelah sekian lama tidak bertemu dan akhirnya bertemu di media sosial, akhirnya kami menjadi begitu dekat dan sangat dekat. Yaaa.... pengalaman hidup, pola pikir kami yang lebih terbuka sekarang membuat kami lebih gampang bersosialisasi dengan tidak mementingkan ego masing2. Kami jadi bisa melihat sisi2 baik teman kami. Kami jadi bisa melihat. Ternyata dia baik dan lucu ya, meskipun dulu waktu SMA pelit banget. Hahahaha.....

Yeaah.... teman.
Bertemanlah dengan banyak orang. Tapi ingat. Tetep harus ada batasan2. Kamu sendirilah yang bisa merasakan mana teman yang benar2 tulus dan baik yang benar2 bisa kamu percaya untuk saling berbagi, bertukar pikiran. Jangan sampai privacy-mu menjadi terganggu dan apa yang seharusnya keep it secret jadi tersebar kemana-mana.

Sesungguhnya ada seseorang yang sampai sekarang terus terang menggangguku.
Ada orang yang dulu aku pernah bekerjasama dengannya. Orangnya baik dan ramah. Kalau berpapasan kita pasti saling sapa dan saling melempar senyum. Dengan tiba2 saja beberapa bulan kemudian tiap berpapasan dia jadi suka pura2 tidak melihat bahkan terang2an melengos. Terus terang aku jadi merasa terganggu. Aku salah apa kepadanya.
Ya sudahlah. Sekarang aku berusaha tidak mempermasalahkannya. Bersikap biasa2 seolah-olah tidak ada apa2. Jika dia tidak mau tersenyum ataupun berbicara padaku, ya aku tidak akan memaksa.
Mungkin memang ada sesuatu yang tak tersampaikan dan sepertinya lebih baik tidak tersampaikan.

Hihihi....

MENAHAN DIRI UNTUK TIDAK MARAH

Aku rasanya cape sekali, lelah sekali. Badan berasa lemas dan tidak bertenaga. Rasa mau makan ga enak, mau tidur tapi ga ngantuk. Serial Turki yang biasanya ga pernah kulewatkan tiba2 saja berasa tidak menarik lagi. Benar2 males mo ngapa2in. Ini semua gara2 aku baru saja dimaki-maki orang yang ga kukenal by phone.
Aku ga tahu kenapa dia tiba2 menjadi meledak begitu. Mungkin dia sedang lelah, sama lelahnya denganku. Ya, aku hanya bisa diam. Jika kutanggapi dengan kemarahan yang sama hanya akan memperburuk keadaan saja.

Aku jadi berpikir. Hanya dalam hitungan menit saja setelah ada orang yang memarahiku bisa langsung membuatku lemas tak bertenaga seperti ini. Dada sesak dan tak tahu harus melakukan apa untuk mengatasinya. Mood-ku langsung anjlok. Yang tadinya bersemangat jadi hilang semangat sama sekali. Hohoho... mungkin akan seperti ini juga yang terjadi kepada orang lain jika aku marah2 padanya.

Ya, aku akan berusaha keras untuk bisa mengontrol diriku. Menjaga emosiku agar tidak meledak-ledak. Berpikir dulu 3 menit sebelum mengucapkan kata2 yang bisa jadi akan menyakiti orang lain.
Ya, dalam hal ini aku masih harus belajar banyak.

Semoga aku bisa lebih bijak dalam menyikapi setiap permasalahan.

September 11, 2015

TENTANG ‘SEX’

Bukankah sex itu sesuatu yang tabu untuk dibicarakan, kenapa aku membahasnya di sini. Yee...... aku ga akan mengupasnya secara vulgar. Aku hanya mengupasnya menurut pandanganku saja.
Sex itu apa?
Haha... aku ingat betapa kelabakannya temanku ketika anak lelakinya yang masih kelas 5 SD bertanya ke mamanya. Dan si mama akhirnya melempar tanggung jawab untuk menjawab ke suaminya yang akhirnya bikin suaminya juga bingung musti jawab apa.

Aku juga klo ada anak kecil yang nanya kepadaku, mungkin aku juga akan bingung musti jawab apa. Tapi memang mereka berhak untuk tahu. Mencari tahu dari kita, orang terdekat  itu lebih safe bukan daripada dia mencari tahu ke sumber lain (orang lain atau internet) yang bisa jadi malah akan menjerumuskannya.
Ya, saatnya orangtua belajar  bagaimana cara yang tepat menjelaskan dan memperkenalkan sex ke anak jika si anak mulai ingin tahu dan banyak tanya.

Apakah aku dulu tahu tentang sex dari orangtuaku. Haha... tentu saja tidak. Aku malu untuk bertanya pada mereka dan sama sekali tidak pernah bertanya pada mereka. Aku tahu dari pergaulanku dengan teman2.

Dulu waktu masih kecil, dengan cara berpikir anak kecil. Teman mainku banyak cowoknya. Kita sering mandi di sungai bareng, keluyuran menyeberang sungai dan mendaki bukit bareng. Pokoknya tiap sore sampai jelang maghrib kita pasti maen bareng. Permainan yang seru dan kita tidak pernah merasa bosan.

Dulu dalam pandangan kita, cowok dan cewek klo duduk bareng maen pengantin2an atau tidur bareng, nanti anak cewek bisa hamil. Tapi ya mikirnya masih polos. Berarti aku ma temen cowokku ga boleh duduk bareng maen pengantin2an atau tidur bareng. Pernah waktu itu habis belajar bersama terus tiduran bareng satu ranjang di ranjang nenekku pada berjajar cowok cewek 4-5 orang. Habis itu kepikiran... aduh klo aku hamil gimana ya..... Haha kacau. Zaman kelas 3 SD dulu...

Di kelas 5-6 SD, ada temanku sekelas, cewek, suka bawa majalah dewasa, nyolong minjem punya kakaknya. Isinya ceita2 hot yang sangat vulgar. Dan itu secara sembunyi-sembunyi bergiliran dipinjem anak2 cewek, dibawa pulang ke rumah. Bacanya juga di rumah sambil ngumpet2. Parah bener dah temanku itu. Yang parah sebenernya kakak cowok temenku itu. Hahahaha... Klo sampe ketahuan guru atau ortu bisa dipastikan langsung disetrap ini mah.
Yah, dari situlah akhirnya aku n temen2 SD-ku mulai mengenal kata sex.

Nonton video orang dewasa. Haha... ga usah munafiklah. Yang alim sekalipun pasti pengin tahu juga. Klo untuk yang satu ini, aku nonton juga karena pergaulan. Biasalah anak2 kost, klo ada cerita baru yang lagi heboh, pasti buru2 hunting. Lagian secara usia 17+ sudah boleh nonton kan. Hihi....

Kurasa pengetahuan tentang sex ini wajib diketahui. Supaya kita bisa menjaga diri dan mengontrol diri. Tahu batasan2 mana yang tak boleh dilanggar jika memang belum diizinkan untuk itu. Jangan sampai karena sama sekali tutup mata, akhirnya malah kebablasan dan akhirnya MBA. Yah, ini terjadi pada beberapa temanku yang boleh dibilang mereka paling alim dan ga neko2 dibanding teman2 lain yang lebih urakan.

Cuma aku ga suka dengan orang2 dewasa yang mengangap sex itu wajib hukumnya bahkan seperti kebutuhan primer yang harus didahulukan. Secara terang2an dan tanpa malu merayu orang lain yang notabene bukan pasangannya untuk memenuhi hasratnya. Benar2 tidak tahu etika. Sepertinya mereka menganggap cewek itu hanyalah merupakan alat untuk memuaskan mereka saja. Hhhhhhh.... Aku paling ga suka menghadapi orang2 seperti ini. Jangan sekali2 memberi peluang atau ketika setan sudah bertindak, kamu sudah tidak akan bisa mundur lagi dan tinggal menyesal di kemudian hari.

Aku juga merasa benar2 tidak nyaman ketika suatu ketika pernah diajak oleh kakakku main ke kontrakan teman cowoknya yang aku tidak terlalu dekat dan kudapati mereka sedang nonton blue film. Benar2 jadi salting dan mati gaya. Ga tahu harus berbuat apa. Mau pergi ga enak ma kakakku, mau ikut nonton rasa ga nyaman nonton bersama cowok2 itu. Huehue.....

Ya, tak bisa dipungkiri, sex itu menarik untuk dibicarakan dan menarik minat banyak orang meskipun dibicarakan secara sembunyi2. Dan di beberapa grup yang aku ikuti pun, sesekali anak2 cowok menyelipi candaan dengan hal2 yang menjurus. Klo sudah begini, anak2 cewek memilih diam, pura2 tidak baca, atau kasak kusuk di belakang dengan temen2 di grup khusus cewek, saling curhat jika kita mulai merasa tidak nyaman dengan obrolan. Aku pun pernah mengusulkan supaya anak2 cowok bikin grup khusus cowok jika mereka mau membahas yang menjurus2 karena terus terang terkadang kita merasa risi. Tapi mereka tidak mau. Ya.... Sudahlah....
Mungkin ini yang akan membuat hidup mereka berasa lebih hidup.

Sekarang ini, teknologi semakin maju. Kita dapat dengan mudah mengakses berbagai situs. Semoga hal ini tidak menjadikan kita lupa untuk menjaga etika. Tetap menjaga budaya ketimuran. Tetap control diri dan mawas diri.






April 21, 2015

JENUH DENGAN GRUP WASAP

Aku belakangan ini mulai benar2 jenuh dengan wasap. Rasanya jadi seperti tidak ada privacy lagi. Bahkan hp pun sekarang sering ku silent. Saking tidak tahan dengan banyaknya notifikasi2 yang ga pagi, ga siang, ga malam masuk dan terus saja masuk. 

Ya, di add ke banyak grup yang sebenarnya di beberapa grup aku ga pengin join. Sudah pernah left, tapi akhirnya di add lagi.Berharap seandainya kita di add ke grup tidak langsung otomatis masuk ke grup, tapi butuh approval kita. Moga2 pihak wasap mendengarkan aspirasi pelanggannya ini.

Entah kenapa kadang2 orang suka tidak tahu dengan kesibukan orang lain. Tidak merasa atau berpikir bahwa bisa saja ada yang merasa terganggu dengan rumpian2 ga penting yang sebenarnya bisa lewat japri atau grup kecil karena tidak semua orang berkepentingan dengan apa yang diobrolkan. 
Belum lagi hp-ku yang suka nge-hang dan jadi lelet karena overload kebanyakan message. ( maklum hp jadul :D )
Belum lagi tangan pegel, bentar2 harus tekan 'clear all'. Nangis......
Yeeeaah.... aku sekarang jarang banget baca obrolan2 di grup wasap. Males musti scroll ratusan message tiap harinya. 

Pernah, kuberanikan diri left dari grup. Saking tidak tahannya dan habis kesabaran. Aku janjian dengan beberapa temanku yang juga merasa makin lama obrolan di grup semakin annoying. Ga peduli lagi apa interpretasi mereka terhadap kita.
Dan kemudian kita tahu apa tanggapan temen2 di grup berkat salah satu temen yang masih jadi anggota grup meng-capture reaksi temen2 di grup atas hengkangnya kita. Hahaha..... rame bener. 
Tapi akhirnya sekarang aku join lagi karena di add lagi. Yeaaaah.... temen2ku sekelas SMA yang selamanya akan selalu ada di hatiku. Temen2 yang ga banyak berubah, tapi cowok2nya errornya jadi pada semakin parah. Hahahaha.......
Temen2ku cowok yang kata salah satu temenku pada takut sama ibu2 PKK ( istri mereka ;p) karena mereka aktif chat wasap di siang hari di saat jam kerja, dan anteng malam hari saat sudah pulang ke rumah. Pasukan suami2 takut istri. Hihihi.... 

Ada juga yang aku di add di grup komunitas PNS yang aku ngerasa aku tidak perlu ada di situ. Sepertinya admin-nya add all contact yang ada di hp-nya. Langsung kuputuskan untuk left yang kemudian di add lagi dan aku left lagi. Untung, tidak di add lagi karena memang langsung ku block.

Tapi aku masih tergabung di grup yang aku tidak pengin ada di sana dan aku tidak tahu kapan saat yang tepat buat left. Salah satu temanku menyarankanku untuk jangan left karena klo aku left nanti bakal di japri sama adminnya. Huehuehue.... sabar. Ya sudah, keep silent ajah dan langsung clear all ratusan message yang masuk tanpa pernah sempat kubaca.

Rasanya kadang2 pengin kulempar saja hp. Ato langsung kubuang no dan ganti dengan yang baru. Huehue... tapi itu tidak mudah. Susah musti kampanye lagi announce no-ku yang baru. Haha lebai....

Sepertinya memang harus dipikirkan untuk memisah hp untuk urusan pribadi dan keluarga, urusan kantor dan hp untuk go public. Hp go public yang prefer dimatikan saat jam kantor karena sangat mengganggu konsentrasi kerja.

Huehue... benar saja, teknologi semakin menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh bahkan yang sebenarnya kita pengin menjauh saja malah juga ikut mendekat. Puyeng dah.....

Aku tidak lantas merasa harus uninstall wasap karena aku merasa ini benar2 memudahkan komunikasi baik dengan keluarga, sahabat, relasi kantor maupun komunitas kita. Selain mudah, praktis juga murah.

So.... sementara sabar dulu ya mbak sebelum kebeli hp yang baru. 
Iya deh..... hahahha.....

HP di-silent, hidupku terasa lebih damai ^_~

Februari 06, 2015

L.E.L.A.H.

Aku lelah...
Sangat lelah.
Rasanya kepala sudah mau meledak
Seperti ada yang terus berputar-putar di kepalaku
Dan mereka yang di sekelilingku jadi kena imbas luapan emosiku
Maaf....
Semuanya terasa begitu membingungkan
Hal yang sebenarnya sederhana dibikin menjadi begitu rumit dan berbelit-belit
Aku tahu harusnya ini semua sudah bisa dibereskan dari dulu-dulu
Menjadi berkepanjangan karena semuanya tidak mau duduk satu meja menyelesaikan bersama
Hohoho...... kuharap ini semua segera berakhir
Jangan sampai aku benar2 nyemplung ke laut......
Hahaha.... #kidding


Sepertinya aku butuh picnic...... :D

Juni 10, 2013

SINDROM PENUAAN DINI

Aku punya seorang teman baik yang tiap jelang ulang tahunnya dia selalu galauuuu....
Akibatnya dia harus selalu siap jadi bahan ledekan aku ma teman2ku di group kecil kami. Membahas musti pakai anti aging lah, musti nyemir rambut buat nutupi uban lah. Hahaha... Uban n keriput, enyah kau.... :D

Setelah ultahku dan jelang ultahnya yang memang cuma selisih satu setengah bulan, dia suka kirim message.
‘Sudah 15 maret. Sudahkah punya pacar?’

Dan kujawab, ‘Hadeeeuuuh...., aku lg di comfort zone, Jangan mengingatkanku soal pacar. Huehuehue....
Yang mau ultah mulai galau ya.....’

Dijawabnya:’Sindrom penuaan dini. Krisis paruh baya. Wkwkwkwk.....’

Ya, aku tahu, seperti yang pernah dikatakannya, dia takut menua sendirian.

Aku?????
Bagaimana dengan aku?????
Aku sekarang sedang menikmati comfort zone-ku. Rasanya benar2 tenang dan damai seperti ini.
Sekarang just let it flow. Aku ga mau terlalu memikirkan banyak hal yang hanya akan membebaniku. Tiap ada yang nanya,’Kapan undangannya?’ Kujawab aja dengan santai,’Nanti datang ya. Tunggu saja. Hahahaha....’
Klo ga temanku yang akan menjawabkan untukku,’Kalau ada bulan kedua.’ Hehehehe.....
Kalau ada yang berniat mencomblangkanku, kujawab juga dengan santai,’Lihat nanti yaaa.....’

Ya, aku ga mau memaksakan diri. Aku ga mau tergesa-gesa meutuskan sesuatu yang nantinya hanya akan kusesali di kemudian hari.
Memutuskan serius dengan seseorang, aku tahu konsekuensinya. Di usiaku sekarang, aku tidak bisa main2 lagi. Jika ya bilang ya, jika tidak bilang tidak. Jika aku bilang ‘ya’, aku harus siap untuk tinggal bersama seseorang dalam jangka waktu yang lama. Harus siap membagi waktuku, harus siap banyak bertoleransi. Jika memang sudah merasa yakin, aku akan bilang ‘ya’.

Dulu waktu kecil, jika melihat tetangga2ku yang sampai usia kepala tiga belum menikah, kadang suka terpikir di benakku,’Kenapa mbak itu belum menikah ya?. Di umur segitu kan idealnya sudah menikah.’

Sekarang setelah mengalami sendiri, aku baru tahu, ternyata memutuskan untuk menikah itu bukan hal yang gampang. Semakin ga yakin, semakin banyak ketakutan2 yang timbul yang membuat seseorang gamang dan ragu untuk memutuskan, ‘Lanjut atau tidak?’.

Sekarang ini, aku ga terlalu pusing mengingat-ingat umur. Ya, aku memang ga mau mengingat-ingat umurku. Jika ditanya umurku sekarang berapa, akan membutuhkan waktu yang lama buatku untuk menjawab. Aku perlu menghitung dulu, tahun sekarang dikurangi tahun lahirku. Bukan karena aku malu dengan umurku, bukan. Tapi aku memang ga mau mengingat-ingat karena aku masih merasa umurku masih 25. Hahahaha....

Ada banyak yang mengucapkan ulang tahun, itu buatku seperti mengingatkanku klo umurku sudah bertambah lagi, sudah semakin tua. So, sengaja tanggal lahirku ga kucantumin di jejaring sosial biar ga banyak yang mengingatkanku klo umurku sudah semakin tua. Hahahaaha...

Klo dianalisis, sebenarnya aku sama aja ma temenku yang mengalami sindrom penuaan dini ya. Cuma bedanya, dia galau, sedang aku tidak. Ya, begitulah. Hahahaha.....

PERUBAHAN

Aku tahu, sewaktu-waktu kita harus siap menghadapi perubahan. Aku tahu, sewaktu-waktu kita harus siap jika lingkungan kita tidak lagi sama, mereka yang terbiasa di sekitar kita tak lagi ada. Karena itu aku tak mau terlalu terikat pada seseorang atau sesuatu di sekelilingku, takut jika suatu saat aku harus meninggalkan atau aku ditinggalkan seseorang, atau saat aku kehilangan sesuatu, aku tak siap menghadapi dan membuatku sedih berkepanjangan.

Hampir sepuluh tahun tinggal dengan anak2 kost, tentu sangat berat ketika aku harus pergi meninggalkan kost, meninggalkan teman2ku di sana. Tapi aku memang sudah menyiapkan hati sejak lama untuk pergi. Aku tahu memang tak bisa selamanya aku ada di sana. Aku pernah merasakan sedih ditinggalkan saat secara serempak teman2ku mencari kost baru atau kontrakan baru saat di kost sedang krisis air, meskipun pada akhirnya saat itu mereka urung pindah karena air kembali lancar mengalir. Sejak saat itulah aku tahu, kalau bukan aku yang pergi meninggalkan, pastilah aku yang akan ditinggalkan. Kita memang tak bisa terus menerus saling bergantung. Itu yang menguatkanku saat aku harus pergi meninggalkan kost. Akan kubuktikan klo aku pasti bisa sendiri dan berani tinggal sendiri memisah dari anak2.

Dan untuk saat ini, aku tahu sejak awal klo orang yang benar2 sudah kupercaya, orang yang selama 8 tahun ini banyak membantuku, orang yang sudah hafal betul dengan kebiasaan dan rutinitasku, orang yang sudah tahu betul apa yang harus dikerjakannya bahkan tanpa kuminta pun dia sudah melakukan apa yang seharusnya dikerjakannya, akan dipindahkan ke lokasi lain dan akan ada seseorang yang akan menggantikannya.
Sebelumnya aku sempat memohon supaya jangan dia yang dipindahkan, tapi karena tidak ada pilihan lain, mau ga mau aku harus menerimanya.
Dan akhirnya memang dia dipindahkan dan ada orang baru yang menggantikannya.

Aku harus terbiasa dengan situasi baru yang pada awalnya terasa sedikit asing. Kembali mengajari seseorang dari awal dan belajar mempercayainya. Tentu saja aku masih harus meraba-raba, bisakah orang ini kupercaya.
Aku tahu, dia orang yang baik. Pelan2 dia pasti akan mengerti apa yang harus dilakukannya dan apa yang tidak boleh dilakukannya.

Dan kamu tahu? Kerjanya memang bersih dan rapi. Bahkan penjepit kertas di mejaku pun dirapikannya, disusun membentuk prakarya yang unik. Hahahaha.... mungkin saking gemesnya dia melihat mejaku yang berantakan.
Juga sepatu2 di bawah mejaku yang berantakan pun dirapikannya. Hehehe.... mejaku jadi sedikit lebih bersih dan rapi coz memang akan susah klo benar2 dirapikan. Aku bakal sangat kesulitan untuk menemukan barang2 yang kucari klo bukan aku sendiri yang membereskannya. Hihihi..... 

Prakarya hasil kerja dadakannya



Juni 08, 2013

TIDUR NYENYAK

-->
Banyak orang bisa membeli barang mewah atau makanan enak, tapi tidak seorang pun yang bisa membeli tidur nyenyak. Bersyukurlah kalau tadi malam tidurmu nyenyak karena itu adalah anugrah yang sangat besar dari Tuhan yang menyayangimu dan hari ini siap berkarya dengan penuh semangat. (from Made Olan Santosa).

Hehe benar. Bisa tidur nyenyak itu merupakan harapan tiap orang. Meskipun kita tidur cuma tiga jam empat jam, jika kualitas tidur kita baik itu sudah cukup. Berbeda jika kita tidur delapan jam, tapi tidur dalam gelisah, sebentar2 terbangun oleh mimpi buruk, saat bangun bukannya jadi segar tapi malah badan berasa tidak enak.

Itu yang kualami beberapa tahun yang lalu. Tidur tak nyenyak bahkan cenderung tidak bisa tidur. Sebentar2 terbangun karena sesuatu hal yang aku sendiri juga ga tahu apa itu. Ya, mungkin karena beban pikiran, rasa khawatir yang berlebihan. Sampai2 waktu itu aku mencoba minum obat tidur biar bisa tidur nyenyak tetapi malah berakibat mimpi yang sangat buruk. Habis itu aku belum coba2 lagi minum obat tidur.

Sempat juga waktu itu kepikiran pengin hypnotherapy. Pengin menghapus ingatan akan hal2 yang membebaniku. Tapi aku tidak tahu harus ke mana dan tidak berusaha untuk mencari tahu.

Tahun demi tahun berlalu. Beban pikiranku mulai berkurang satu demi satu. Dan sekarang aku tahu, aku sudah bisa tidur nyenyak lagi meskipun aku tahu jam tidurku masih kurang, masih belum memenuhi standar kesehatan. Tidur yang baik itu selama 8 jam mulai dari pk.10.00 s.d. pk.05.00. Sedangkan aku baru bisa merem setelah lewat jam 12 malam yang berakibat akhirnya bangun siang. Ya, di jam2 subuh aku baru bisa tidur nyenyak dan pagi2 saat aku seharusnya sudah bangun, aku malah merasa itulah saat yang paling nyaman untuk tidur. Aku ga tahu kenapa, mungkin karena aku tahu hari sudah mulai siang jadi tidak ada yang perlu kukhawatirkan. Aku tidak perlu takut ada hantu2 yang akan menggangguku karena waktu mereka untuk berkeliaran sudah habis, aku tidak perlu takut kalau2 ada orang yang berniat tidak baik yang suka memilih waktu beraksi di malam hari. Hahaha... kekhawatiran yang berlebihan. 

Kadang2 merasa iri dengan anak2 kecil atau ponakanku yang bisa tidur dengan begitu nyenyaknya. Pengin seperti mereka. Ya, mereka bisa tidur dengan nyenyak karena memang belum ada hal2 yang membebani pikiran mereka. Mereka bisa tidur dengan nyenyak karena mereka tidak perlu merasa khawatir akan keselamatannya karena mereka aman berada dalam pengawasan dan perlindungan orangtuanya.

Ya, aku tahu sebenarnya aku pun bisa seperti mereka. Tidak ada yang perlu kukhawatirkan karena aku tahu ada Bapa yang selalu menjaga dan melindungiku 24 jam penuh tiap harinya. Yang selalu memenuhi kebutuhan2ku, yang selalu siap mengulurkan tangan-Nya untukku.

Tapi terkadang biarpun sudah kupasrahkan semua kepada-Nya, kekhawatiran itu selalu saja masih ada. Itu yang membuatku terkadang tidak bisa tidur nyenyak.

Tuhan bantulah aku untuk melepaskan diri dari kekhawatiran2ku, setidaknya di malam hari saat aku mulai beranjak tidur, supaya sejenak aku bisa melepaskan diri dari rasa penat, dari hal2 yang membebaniku.
Jagalah tidurku malam ini Tuhan agar aku bisa tidur nyenyak. Dan izinkan esok hari agar aku bisa bangun kembali dengan segar dan memiliki semangat baru untuk beraktivitas kembali dan lebih siap menghadapi apa pun yang harus kuhadapi.
Amin..

Mei 30, 2013

GALAU GARA2 HP KETINGGALAN


Astaga.... aku benar2 sudah ketergantungan dengan hp sekarang.
HP ketinggalan gini rasanya sungguh tidak nyaman. Rasanya pengin pulang sebentar ngambil tu hp.
Padahal ya, klo bawa hp pun belum tentu ada telp masuk suka terjawab, ada pesan masuk langsung kubalas. Karena seringkali hp kutaro di atas meja kerja atau di dalam tas-ku sedang akunya berada di ruang yang berbeda.
Rasanya memang lebih tenang klo hp ada di tangan. Saat ada yang urgent aku bisa langsung menghubungi seseorang, mengingat sekarang2 ini sejak sudah terbiasa memakai hp tak satu pun no telp yang bisa kuingat. Paling2 beberapa no telp kantor aja yang kuingat.
Saat lagi bete menunggu, aku bisa sejenak mengutak-atik hp-ku.
Saat merasa penat atau ngantuk, bisa sebentar nimbrung becanda n ngrumpi di group ma temen2 ato keluargaku. Ato klo ga buka fb bentar, cari artikel2 lucu atau komen2 yang asal komen di artikel yang bisa membuatku tertawa.
Saat ada hal2 kecil yang pengin kucatat sebagai pengingat, dengan gampang kucatat di note di hp-ku
Saat pengin berbelanja ke supermarket, bisa dengan gampang kucatat list apa aja yang harus kubeli supaya tidak ada yang ketinggalan.
Yeeeeaaaah.......
Cuma 8 jam kok....
Nanti malem juga ketemu lagi ama tu hp.
Hp yang banyak diprotes orang karena tiapkali mereka sms suka ga masuk gara2 memory terlalu full.
Salah sendiri kenapa ga pake wacap.
Hahahaha...... kacau.
Sabar yaaaa.......