Tampilkan postingan dengan label be healthy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label be healthy. Tampilkan semua postingan

November 30, 2018

Young Living Oil


 Aku ga akan mengupas secara detail tentang young living oil. Aku Cuma akan menuliskan secara singkat kenapa aku menggunakan oil ini.
Aku baru rutin menggunakan essential oil ini sekitar dua – tiga tahun ini. Tadinya sempat mikir panjang mau menggunakannya karena harganya yang sangat mahal untuk ukuran kantongku. Tapi karena oil ini begitu mewabah di kantorku, banyak yang mulai pada pake, dan akupun sering ikut make punya temanku saat sakit karena dipaksa mereka, akhirnya aku juga jadi addict. Bahkan beberapa bapak-bapak di kantorku pun ikut make.

Oil yang kupake di antaranya peppermint, thieves, lavender, lemon, orange, RC, ginger, frankincense, lemongrass, digize, oregano.

Dan oil yang selalu ada di tasku adalah peppermint, thieves, lavender, lemon, orange, RC, digize, frankincense, lemongrass. Hahaha, ini mah sama aja hampir semua oil kubawa, makanya tasku berasa berat.
Bukan tanpa alasan kenapa aku berat meninggalkan oil2 ini. Aku takut jika di saat urgent aku benar2 memerlukannya. Karena oil2 ini memang yang rutin kugunakan, jadi jika habis aku berusaha untuk membelinya lagi.

Digize sangat kubutuhkan saat perutku bermasalah. Sejak kecil pencernaanku memang bermasalah. Terlebih setelah aku kerja, karena pola makan yang tidak teratur, aku kena maag. Saat maag-ku kambuh, biasanya diawali dengan diare. Begitupun saat masuk angin, perut kembung disertai diare. Di saat seperti ini oil yang sangat kubutuhkan adalah Digize. Teteskan 1-2 tetes di telapak tangan, kemudian diusap di perut berlawanan arah jarum jam. Ini akan sangat membantuku untuk membuat perutku lebih hangat dan manjur menghentikan diareku. Saat kembung, akan segera buang angin, dan perut akan terasa lebih enak. Meskipun sebenarnya baunya yang seperti jamu pada awalnya membuatku pusing, tapi lama2 aku jadi terbiasa. Cuma teman2ku yang ikut mencium baunya saat berada di ruanganku yang belum terbiasa. Hihi...

Peppermint, ini salah satu oil yang wajib kumiliki. Ini yang paling sering kuoles-oles dan kuminum. Saat kepala pusing entah karena lagi flu atau kurang tidur, dengan mengoleskan di leher, tengkuk dan pelipis, sungguh akan dengan cepat mengurangi pusingku. Saat badan nyeri karena masuk angin, dengan mengoleskannnya di area dada dan punggung, akan membuat badanku berasa lebih baik. Saat sedang batuk, oil ini kuminum bersama dengan lemon dan madu pagi hari setelah bangun tidur, akan membuat tenggorokanku berasa lebih nyaman untuk menelan.

Lavender. Ini benar2 oil yang sangat wajib kumiliki. Karena aku ada alergi. Dulu tiap alergi berbagai usaha kulalukan, mulai dari minum obat alergi, minum air kelapa muda, bikin jus wortel murni, tapi kadang alergiku baru mereda setelah 3 hari sampai 1 minngu. Bahkan pernah mataku bintit sampai harus dioperasi karena sampai berminggu-minggu tidak kunjung sembuh. Sekarang setelah aku tau manfaat oil lavender, aku tidak pusing lagi dengan alergiku. Tiap gejala alergi sudah kurasakan seperti kelopak mata bengkak, terasa berat dan terasa sakit saat disentuh, atau kulit sudah terasa gatal seperti ditusuk-tusuk oleh peredaran darah, kulit muka mulai tumbuh jerawat merah, malam menjelang tidur aku minum air hangat + 1-2 tetes lavender, 1-2 tetes lemon + 1-2 tetes peppermint untuk detox.  Nanti setelah tidur, saat terjaga aku kembali minum lagi air hangat yang ditetesi lavender. Nnati ketika bangun tidur, mataku sudah tidak bengkak lagi.
Lavender ini juga ampuh dioleskan saat mengalami luka bakar, saat kaki bengkak karena benturan. Ampuh juga untuk mengatasi rambut rontok. Biasanya kucampurkan 1-2 tetes dengan tonik rambut, kemudian kuoleskan di kulit kepala setelah keramas.

RC. Oil ini kupakai di saat aku terserang flu ataupun batuk. Biasanya kuoleskan di tulang punggung, dada, leher dan punggung saat tidur. Juga di bawah hidung untuk memperlancar pernafasanku. Manjur digunakan sat batuk yang ga kunjung berhenti dengan mengoleskan di sepanjang tulang punggung.

Thieves. Ini biasanya kugunakan saat kondisiku drop. Sebelum benar2 sakit, untuk meningkatkan daya tahan tubuh, di pagi hari dan saat mau tidur, kuoleskan di belakang jempol kaki dan batas antara telapak kaki dengan jari2 kaki. Juga untuk kumur-kumur saat sakit gigi. Saat batuk atau suara serak, oil ini sangat membantu dengan meneteskannya di bawah lidah. Makanya banyak yang membawanya saat travelling demi menjaga stamina.

Lemon. Ini lebih kugunakan untuk detox. Dicampur dengan pepermint dan madu ke dalam air putih untuk kuminum bersama dengan teh lohankuo yang kuminum tiap pagi. Aku meminumnya jika kondisiku sedang tidak fit saja.

Orange. Ini manjur kugunakan saat perutku mual. Aku memang ada gangguang di liver. Jika kelelahan dan kurang tidur, liverku akan sedikit bengkak. Jika sudah begini, aku akan sering merasa mual. Dan sat seperti ini oil orange yang bekerja. Dengan mengoleskannya di area perut atas (area liver) dan di bawah hidung, mualku akan segera reda.

Lemongrass. Ini favorit ibuku. Kupakai di saat kakiku terasa pegal ataupun kram, dengan mengoleskannya kakiku akan terasa lebih nyaman. Ya, kakiku sering kram setelah dulu mengalami kecelakaan motor nyemplung ke selokan bersama motor dan ditambah sekitar 3 tahun lalu kakiku kejatuhan besi.

Oregano. Ini jarang banget kupakai Dulu beli untuk menghilangkan flex2 di area wajah dan leher. Tapi ternyata oil ini sangat keras. Sudah dicampur dengan carrier oil juga saat dioleskan di wajah, kulit wajahku langsung memerah dan berasa panas terbakar, perih. Akhirnya cepat2 kubasuh dengan air dan kubersihkan dengan sabun muka. Aku ga berani lagi mengoleskannya di muka. Tapi ga masalah saat mengoleskannya di leher, tentu saja tetap dicampur carrier oil. Flex2 hitam di area leher yang terkadang muncul karena faktor usia ataupun keturunan, dengan rajin mengoleskan oil ini, lama2 flex itu akan terkelupas. Awalnya akan seperti keluar dan muncul ke permukaan, lama2 mengering dan mengelupas.

Frankincense. Oil ini aku beli karena kata temanku bisa membantu saat kita menderita ambeien dan sangat ampuh melawan kanker. Aku membelinya karena sempat ada ambeien yang  mengganggu karena aku berbaring terlalu lama saat opname di rumah sakit ataupun saat duduk terlalu lama. Lumayan membantu mengempeskan bengkaknya Juga kata temanku ampuh di saat kita merasa merinding karena hal2 berbau mistis. Entah karena makhluk halus tidak suka baunya atau gimana aku juga ga tau. Tapi di saat lembur sampai malam atau harus bekerja di tempat sepi sendirian, temanku selalu didampingi oil ini dengan mengoleskannya di area leher. Frankincense ini bahasa Indonesianya kemenyan. Aku masih ingat dulu waktu aku masih kecil, kakekku suka membakar kemenyan saat peringatan meninggal salah satu anggota keluargaku. Kupikir malah makhluk astral menyukainya, tapi kata temanku, mereka tidak menyukainya dan akan segera pergi. Entahlah aku ga tahu persisnya gimana.

Ginger. Ini kupakai untuk dioleskan di area liverku malam saat tidur. Katanya bisa membantu memperbaiki kinerja liver.


Juni 21, 2013

TANAMAN MENIRAN

-->
Sebenarnya beberapa waktu yang lalu aku sudah dikasih tau klo rumput2 liar yang tumbuh di depan rumah itu bisa untuk jamu, jangan dicabutin. Daun tempuyung yang bisa untuk mengobati batu ginjal dan daun meniran yang baik untuk kekebalan tubuh, untuk pencernaan dan bisa untuk gurah. Di awal sesuai saran, kubiarkan saja tanaman2 itu tumbuh di antara tanaman2 hiasku. Tapi lama2 sepet juga liat jumlahnya yang kian hari kian banyak dan sudah tumbuh semakin tinggi, merusak pemandangan mata. Kucabutinlah rumput2 itu.

Sebenarnya aku juga disuruh makan daun meniran itu untuk memperbaiki pencernaanku yang bermasalah. Tapi mpe sekarang belum juga kulakukan. Rasa enggan dan malas lagi menghantuiku. Hehehe....
Jadi mpe sekarang aku masih belum tahu rasanya kayak apa. Untuk mengkonsumsinya sebenarnya gampang saja tidak perlu diolah atau direbus. Cukup ambil daunnya yang masih segar, kemudian dicuci dengan air hangat, langsung dimakan buat lalapan. Klo ga tega makan rumput ya bisa dikasih sambel.

Daun meniran ini bisa disimpan di kulkas atau dibiarkan kering tidak apa2 asal jangan sampai kena panas matahari karena jika kena panas matahari langsung, kandungan zat2 yang ada di getahnya akan hilang.

Beberapa hari yang lalu salah seorang temanku ada yang menelepon, katanya dia dikasih tahu klo di depan rumahku ada banyak tanaman meniran. Dia minta untuk obat ibunya yang sedang sakit.
Hohoho..... semoga masih ada karena belum lama tanaman2 itu sudah kucabuti.
 
Tanaman Meniran




Dapet sekantong. Lumayaaan....
Malam2 sepulangku dari acara di kantor, aku mencoba memeriksa taman depan rumah. Sungguh lega saat mendapati ada banyak tanaman meniran yang sudah mulai tumbuh tinggi di sana. Bahkan di belakang rumah pun ada. Ternyata tanaman2 liar ini begitu cepat tumbuh. Baru kali ini aku bersyukur melihat rumput2 liar tumbuh mengganggu di pekaranganku.... :D

Yaaaa......
Ternyata ada yang benar2 membutuhkannya.
Habis ini akan kuberikan ruang biar tanaman2 yang berguna untuk pengobatan ini bisa tetap tumbuh. Biar aku ga menyesal jika suatu saat ada orang yang benar2 membutuhkannya dan aku tidak bisa membantunya karena sudah kucabutin.

Oh ya, resep buat pengobatan batu ginjal seperti yang kudengar dari Bapak therapist-ku : daun tempuyung + daun biji pecah beling (keji beling) + daun kemladeyan/benalu Belanda yang direbus dengan 4 gelas air sampai air tinggal menjadi 2 gelas, disaring kemudian bisa diminum. Ini untuk dua kali minum, pagi dan sore, sesudah makan. Masing2 komponen sekitar 3 sampai 5 lembar daun.
Karena susah mencari daun keji beling dan benalu, akhirnya aku beli daun2 keringnya yang banyak dijual di Pasar Beringharjo. Waktu itu temanku sedang membutuhkannya supaya tidak perlu melakukan operasi.

Ya, menerapkan hidup sehat. Resolusiku tahun ini ‘mengurangi minum obat’. Beralih ke pengobatan2 alternatif biar hidup lebih sehat. Mengurangi ya, bukan terus tidak minum obat sama sekali coz kadang2 klo maag lagi kambuh aku sesekali tetap minum obat maag.

Desember 09, 2011

MEMILAH-MILAH SAMPAH



Sebenarnya pemilahan sampah ini sudah marak sejak beberapa tahun yang lalu, aktif disosialisasikan oleh mereka2 yang tergabung dalam gerakan ‘Go Green’. Upaya untuk mengelompok-ngelompokkan sampah sejak awal supaya lebih mudah dalam pengolahan sampah, mana yang bisa didaur ulang, mana yang bisa disintesis alam, mana yang bisa dimanfaatkan untuk produksi kompos ataupun bioenergi.

Di lingkungan kerjaku memang sudah cukup lama dibiasakan memilah sampah sejak proses pembuangan awal. Di sudut2 disediakan 3 bak sampah yang berjejer, sampah organik-sampah kertas-sampah plastik.
Dan yang membuatku suka tertawa sendiri, melihat tingkah anak2. Mereka yang biasanya seenaknya membuang sampah sembarangan meskipun sudah disediakan bak sampah, jadi mau mendatangi bak sampah, membuang sampah ke bak yang sesuai. Barangkali ini bagaikan sebuah permainan buat mereka. Merupakan sebuah tantangan, karena mau ga mau mereka harus berpikir sejenak, ‘Ini masuk kategori yang mana ya?’
Tapi yang namanya anak, tidak semua memiliki kesadaran untuk peduli akan lingkungan. Sesekali masih kulihat botol atau cup air mineral, plastik bekas makan tergeletak di lantai. Tidak banyak, cuma satu dua. Klo pas ketauan kelihatan siapa yang membuang sampah sembarangan, nasib tu anak kena tegur n musti memungut dan membuangnya ke tempat yang seharusnya.

Sejak kecil, ibuku termasuk strict dalam hal membuang sampah. Sampah basah dan kering tidak boleh dicampur. Sampah basah (sisa2 makanan) dan dedaunan hanya boleh dibuang di bak sampah dapur, sedang sampah kering (kertas, plastik, botol2) dibuang di bak sampah kering yang ada di beberapa ruang. Klo sampe ketahuan mencampur sampah, bakal dimarahi. Kantong2 bekas belanja pun dikumpulin, dilipat, dijadiin satu di satu tempat, nanti klo sudah terkumpul banyak oleh ibuku dikasih ke warung2 tetangga, biar bisa dipake lagi.

Kebiasaan ini terbawa sampai sekarang. Aku paling ga suka lihat orang buang sampah sembarangan. Aku sendiri bahkan untuk membuang tissue atau bungkus permen di jalan pun suka ga tega. Lebih rela naro sampah di tasku, nti klo ketemu bak sampah baru dibuang.

Bahkan hobi ngumpulin kantong2 bekas belanja pun terbawa sampai ke kost. Klo ada yang butuh kantong kresek berbagai ukuran, datang saja ke kamarku. Stock ada banyak, hasil ngumpulin bertahun-tahun. Hahahaha.....
Bak sampah di kamarku pun hanya khusus untuk sampah kering, sampah basah dibuang di dapur atau langsung ke bak sampah belakang. Tapi masih sulit membiasakan memilah sampah di kostku. Akhirnya sampah2 bercampur jadi satu di bak belakang, seperti halnya di kantorku, biarpun aku sudah meminta bak pembuangan akhir dipisah menjadi tiga kotak, untuk sampah organik-sampah kertas-sampah plastik, tetap saja sampah yang sudah dipisah-pisah di tiap sudut ruang terbuka, saat diangkut ke pembuangan akhir tetap saja dicampur jadi satu. Repot di bagian pengangkutan.

Ya, bisa dimaklumi, cukup sulit mensosialisasikan sesuatu yang baru. Perlu waktu dan kesadaran dari masing2 individu. Setahap demi setahap semoga nanti lama2 semuanya bisa peduli akan kelestarian lingkungan, toh semuanya nantinya juga akan kembali ke kita juga.

Mari..... mari....
Buang sampah pada tempatnya....

Dan aku salut banget dengan seorang bapak sopir angkot. Seumur-umur di Bandung (9 th), baru kemarin aku naik angkot yang ada bak sampahnya. Bak sampah direkatkan di tengah2 antara 2 kursi bagian belakang. Bak sampah bertuliskan Bandung Bermartabat.
Good job Pak sopir, moga2 diteladani oleh sopir2 yang lain.
Juga ketika suatu saat naik angkot yang didalamnya ada tulisan gedhe2.... ‘Bukan tempat untuk merokok’.
Really like this!!!!!!

Desember 02, 2011

2nd OPINION till 7th OPINION ITU SANGAT PERLU part 2


Kali ini kembali menyangkut mengenai pemeriksaan kesehatanku. Tapi kali ini bukan lagi berurusan dengan Prof. Dr. Ahli Diabetes ataupun ahli iridologi, tapi ke dokter bagian lain. Yah, itung2 nambah pengetahuan dan wawasan tentang dunia kedokteran. Hehehehe......

Beberapa bulan belakangan ini, aku memang sering mengalami gangguan pencernaan. Perutku sering sakit, rasa mual, perih dan kembung. Yah, maag-ku memang sudah lumayan parah akibat tahun kemarin sewaktu ada event di kantor aku sering telat makan. Akibatnya sekarang2 ini aku jadi tidak boleh telat makan. Telat makan dikit bikin perut jadi kembung dan kepala pusing. So, aku jadi sering2 nyuri2 waktu buat makan dan harus selalu sedia cemilan. Makan pedas juga jadi tidak terlalu kuat.

Di awal2 aku mengalami maag, aku memang tidak pernah ke dokter, klo perut sudah sangat kembung dan aku sudah tidak kuat dengan pusing di kepalaku, aku minum obat maag yang biasa kubeli di apotek tanpa resep dokter. Tapi belakangan di bulan Juli rasa sakit di perutku semakin menjadi. Perih dan panas tapi perut sama sekali tidak kembung. Rada khawatir ada luka di bagian ususku coz beberapa kali tiap bab suka ada darahnya. Sempat satu hari aku tepar ga masuk kerja. Hanya berbaring dan berbaring coz tiap bangun kepala pusing banget. Badan rasa sangat lemas coz juga tidak ada nafsu makan.

Keesokan hari aku sudah kembali ke kantor. Sudah merasa lebih baik tapi kadang2 rasa panas dan nyeri di perut masih suka muncul. Khawatir ada luka di dalam akhirnya kuputuskan periksa ke dokter penyakit dalam.
Dokter di sebuah rumah sakit yang biasa kudatangi kali ini cewek. Diperiksa sebentar dan dilihat tidak ada ambeien. Jadi darah saat bab itu bukan karena ambeien. Dugaan kemudian mengarah ke kemungkinan ada kista, so aku dapat surat pengantar untuk melakukan USG.

Aku melakukan USG keesokan hari. Jadi tahu, ternyata sebelum USG kita harus minum air yang banyak, sekitar 7-8 gelas. Ini supaya kandung kemih penuh dengan air sehingga rahim akan mengambang dan bisa terlihat jelas saat USG. Jadilah aku membeli air mineral 600ml coz air minum yang kubawa yang cuma sebotol, kurang mencukupi. Kembung dah perut. Saat ngantree, kebanyakan pengantree kaum wanita, dan semuanya memegang gelas plastik. Ternyata di ruang tunggunya disediain aqua galon. Ada toiletnya pula, jadi aman buat yang pasca USG ga kuat pertahanannya. Hehehehe.......

Dan tidak seperti dugaanku sebelumnya yang diantara para pengantree bakal banyak ibu2 hamil. Ternyata tidak. Kebanyakan wanita paruh baya yang aku juga ga tahu mereka sakit apa. Kemungkinan juga indikasi miom atau kista. Ya, kaum hawa memang rawan mengalami ini, terutama bagi mereka yang tidak menikah.

Aku melakukan pemeriksaan USG cukup lama. Kasihan juga dokter yang berusaha menemukan apa penyebab rasa sakit di perutku, tapi ga juga menemukan apa2. Bahkan saat itu rasa sakit di perutku ga terlalu terasa. Hehe efek dari obat penurun demam n anti nyeri yang kuminum sebelumnya, resep dari dokter yang mengirimku USG.

Hasil USG kondisi rahim, usus besar, semuanya normal. Hanya di mulut rahim ada koleksi cukup banyak cairan, suspect PID. Sebelumnya aku tenang2 saja. Setelah dedeku menelepon, menceritakan sekilas tentang PID berdasarkan info dari temannya yang menjadi dokter dan memintaku untuk browsing, jadi takutlah aku. Aku belum menikah, kok bisa terkena. Pasti orang bakal mikir macam2 mengenai ini. Habis itu perutku benar2 nyeri dan mual2. Badan lemas, benar2 lemas. Percis seperti gejala PID. Hadoooh...... *mungkin akibat stress karena ketakutan yang berlebihan.... :D
Aku konsul ke temanku yang dokter, katanya aku mending pindah ke dokter kandungan. Aku mencari tahu dari teman2ku yang sudah menikah, sebaiknya dokter siapa yang kudatangi, dan aku mendapat referensi beberapa nama.
Karena aku belum menikah, jadi aku ogah ke dokter cowok, klo bisa dokter cewek. Tapi ternyata kebanyakan dokter kandungan itu cowok. Yang cewek sedikit sekali dan jadwalnya juga sore hari.

Keesokan hari aku memutuskan ke seorang dokter yang cukup terkenal di Bandung, ke tempat praktiknya di rumah sakit yang sama tempat aku USG. Semua pengantree ibu2 hamil. Semuanya diantar periksa oleh suaminya. Seneng melihatnya. Apa aku nanti klo hamil waktu periksa juga bakal dianter suamiku ya. Hehehe jadi ketawa sendiri.
Ngobrol dengan ibu2 di sebelahku, dia tidak sedang hamil, tapi perlu konsultasi dengan dokter mengenai keberangkatannya naik haji bulan depan. Dia cerita cukup banyak tentang kunjungannya ke beberapa gynecologist, mana yang dokternya enak dan sabar, mana yang dia kurang suka. Dan dia paling cocok dengan dokter yang sama2 kita ngantree. Hampir dua jam menunggu tidak ada satu orang pun dari pengantree yang dipanggil masuk ke ruang periksa. Baru aku tahu saat perawat mengumumkan, praktik diundur satu jam lagi coz operasi dokter bersangkutan diperpanjang mpe satu jam lagi. Mungkin kasus gawat. Antreanku no.25. Hohoho.... mo sampai jam berapa nee. Akhirnya kuputuskan pindah ke dokter yang disebelahnya yang dari tadi pasien begitu cepat keluar-masuk, dokter yang kata ibu2 di sebelahku orangnya ga sabaran, tapi kata temanku dokter itu dokter favoritnya, dan kata kakakku yang merupakan pasiennya, ’Dokternya sudah tua dik. Tapi sabar banget.’
Kata orang kan beda2. Jadi pengin tahu, apa kataku? Untuk itu harus mencoba sendiri bukan? Hahahaha.....

Benar saja, waktu perawat membaca hasil USG-ku, komentarnya,’Kan belum menikah? Kok bisa kena ini?’
Hohoho... tuh kan orang jadi berpikiran negatif tentang aku...... :(
Tapi ternyata dokternya tidak berpikiran negatif. Dia tetap positif thinking. Aku di-USG ulang dengan proses yang kilat. Tanpa aku sempat melihat dengan jelas ke layar monitor n nanya2, USG sudah selesai.

‘Kamu tuh ga sakit. Ga mungkin belum menikah bisa kena.’
‘Tapi kok perut saya suka sakit ya dok? Terus koleksi cairan itu apa?’
‘Di masa2 jelang haid, wajar kok ada cairan di rahim. Sudah tenang saja.’
‘Dikasih antibiotik ga dok?’
‘Ga usah. Kamu ga sakit kok. Ni saya kasih ini aja.” Dokter menuliskan resep ‘Cataflam’.

Habis membereskan administrasi coz aku masih belum puas dengan hasil periksa, aku kembali mendaftar ke gynecologist yang lain. Kali ini dokternya cewek. Juga merupakan referensi temanku, katanya dokternya baik dan sabar banget. Salah satu OG kantor ada yang pernah dibebaskan biaya periksa waktu dokter tahu klo pasiennya termasuk kurang mampu. Baik sekali ya.....

Berhubung dokternya baru praktik sore hare sekitar pk.15.30 dan aku ogah menunggu 2 1/2 jam bengong sendiri, sedang makanan di cafetaria RS sudah bosan, akhirnya aku ngeloyor ke De Kios di Braga. Pesan cemilan mpek empek n pisang bakar keju. Hehehehe.... buat obat stress.

Sorenya aku kembali periksa, kali ini ditemani temanku yang kantornya berseberangan dengan RS tempat aku periksa. Dia baik banget. Coz lumayan lama menunggu dokter, dia pergi sebentar dan datang lagi membawakanku minuman kotak plus roti sekantong. Hehehehe ma’acih... ma’acih.....
Dokter cewek yang baik dan sabar banget. Sebenarnya aku ngeri dengan peralatan2 dokter kandungan. Menguatkan hati saat harus menjalani pemeriksaan seperti orang hamil. Hohohoho....
Dan kali ini selain periksa dalam aku juga di-USG lagi. Dalam 3 hari aku melakukan 3x USG. Rekor dah.... :D
Untuk lebih meyakinkanku, dokter yang sabar ini mengirimku untuk tes darah.
‘Tapi saya ga puasa dok?’
‘Gapapa’.

Dan dari hasil tes darah ini, jumlah leukosit dalam darahku normal, jadi sama sekali tidak ada infeksi. So aku dinyatakan SEHAT. ‘Jadi buang jauh2 PID itu ya’.
 Dan dokter yang baik dan ramah ini menjelaskan kepadaku tentang siklus haid. Ada dua macam siklus, yaitu siklus panjang dan siklus pendek. Siklus terpendek dengan rentang waktu 21 hari, sedang siklus terpanjang 35 hari. Jadi jika kita mempunyai siklus haid pendek, seolah-olah kita mengalami haid sebulan 2 kali. Dan diantara selang waktu antara haid pertama dan kedua itu kadang2 terdapat koleksi cairan di mulut rahim. Ini faktor hormonal dan ini normal. Dokter menjelaskan panjang lebar.

‘Sekarang sudah lega kan? Ga perlu khawatir lagi.’
‘Iya Dok. Jadi ngerti. Makasih.’

Aku ga menyesal sudah menghabiskan banyak waktu dan melakukan pemborosan untuk melakukan berbagai pemeriksaan ini karena aku jadi tahu ternyata aku tidak ada kista seperti yang kukira sebelumnya. Dan dari pengalaman ini aku jadi lebih mengenal dunia gynecology. Jadi bisa membandingkan beberapa dokter jika suatu saat nanti aku diharuskan rutin mengunjungi gynecologist.... :D. Dan dokter yang lebih komunikatif itu yang aku perlukan supaya aku bisa benar2 yakin dan tidak lantas menerka yang tidak2.

Dari pemeriksaan ini aku jadi tahu ternyata permasalahan bukan pada rahimku jadi kemungkinan besar pada pencernaanku. Akhirnya aku mencoba beralih ke pengobatan alternatif, ikut terapi reflexiologi di Yogyakarta. Dari sana aku tahu klo sumber permasalahanku selama ini karena maag-ku sudah kronis, lambungku berdarah.

Waktu aku tanya ke Bapak therapyst kenapa dia yang kulihat memiliki banyak pasien dan selalu telat makan kok tidak kena maag, dijawab bapak itu sambil tertawa,
’Maag kan bukan hanya karena telat makan saja, tapi karena faktor psikis juga.’
Hohohoho..... si Bapak bisa aja.

Keadaanku sekarang jauh lebih baik. Rasa nyeri di perutku dan pusing di kepalaku sudah tidak lagi kurasakan. Hanya kadang2 klo kebanyakan makan terlalu pedas atau makan telat yang amat telat masih suka kembung, tapi tidak lagi senyeri dulu. Memang sekarang harus lebih menjaga kesehatan diri. Tidak tahu kesembuhanku ini berkat 3 kali terapi di Yogya atau berkat alga jepang yang sekarang ini rutin kuminum. Mungkin berkat kedua-duanya dan yang pasti berkat campur tangan Tuhan juga. Terimakasih.

Untuk memastikan apakah benar ada masalah di lambungku mpe sekarang aku masih takut untuk menjalani tes endoskopi. Tanya2 ke temanku yang pernah menjalani tes ini, sepertinya menakutkan. Hihihihi.....
Ga perlu tes2an lagi, ga perlu buang2 duit lagi....
Yang penting sekarang aku merasa jauh lebih sehat, jauh lebih relax.

Life is beautiful, isn’t it?
^_^

November 07, 2011

MENGASUH ALGA JEPANG..... ^_^



Sudah sekitar 3 minggu aku disibukkan dengan rutinitas merawat dan mengkonsumsi alga jepang. Sesuatu yang aku baru mengenalnya saat mudik Lebaran bulan September kemarin. Siapa lagi yang mengenalkan kepadaku klo bukan ibuku yang memang selalu peduli akan kesehatan keluarganya.

Pertama kali mencicipi rasanya, lebih mirip kayak minum air kelapa muda tapi ada rasa sodanya. Segar2 dinigin. Kemungkinan rasa asemnya dari kismis dan rasa manisnya dari gula pasir yang memang secara rutin diberikan ke alga ini sebagai nutrisi untuk pertumbuhan alga. Klo dingin, itu sudah pasti coz si alga harus selalu disimpan di kulkas, klo ga bisa mati.

‘Coba tunggu efeknya setelah 30 menit minum ya?’ kata Ibuku setelah aku minum alga.
Yang kurasakan apa ya, rada pusing iya coz aku memang tidak terlalu tahan dingin. Kemudian buang angin, iya. Katanya klo berakibat jadi buang angin merupakan indikasi sakit maag. Yah, memang maag-ku saat itu cukup kronis.
Jadilah saat itu selama di Yogya, tiap malam sebelum tidur, aku selalu minum alga yang sudah dijatah untuk tiap anggota keluarga masing2 1 gelas. Yeaaah.... ibuku dalam hal bagi2 juaranya..... hehehe.... Thx mom.

Terbersit pengin bawa ke Bandung coz katanya selain bagus buat kesehatan, alga ini bisa bikin orang awet muda n menghaluskan kulit. Hohohoho.... mau... mau.... mau....
Tapi seperti biasa coz tiap mau balik ke Bandung aku selalu in hurry, jadi we mpe 2x mudik belum kesampaian juga bawa alga.

Akhirnya di pertengahan bulan Oktober, kesampaian juga miara alga. Dibawain ma dedeku 3 sdm alga jepang berikut kismisnya yang katanya memang dianjurkan kismis kering dengan merk itu. Aku takut di Bandung ga ada ato aku ga sempat nyari makanya minta dibawain kismis sekalian.

Dan barulah merasakan ribetnya ngerawat alga.
Deeeuuuh..... Salut ma ibuku yang bisa telaten miara. Aku yang baru 3hari aja udah merasa begitu ribet, apalagi mengingat di Bandung yang lagi krisis air. Bener2 menguji kesabaranku. Jadi minta maaf saja klo sempat mpe 36jam, alga ini kuanggurin coz aku benar2 kecapean. Untung ga mati..... Sukur deh..... // takut diomelin ma yang sudah susah2 bawain...... :D

Beginilah kesibukanku dalam mengasuh alga..... hahahaha.....
Karena air yang digunakan harus air mateng dan ga boleh air mineral, so tiap hari aku merebus air 1 panci, diangin-anginin dulu mpe dingin nantinya buat mencuci dan  mengganti air alga. Dan pernah beberapa kali air matangku yang tadinya cuma setengah teko, tiba2 saja jadi seteko penuh. Curigalah aku. Usut punya usut ternyata dipenuhin ma konjet pake air mentah. Huehuehue..... Yah, bisa dimaklumi coz lg krisis air jadi we semua tempat yang bisa buat nampung air, diisi penuh air buat cadangan di saat darurat.

Rutinitas pertama, alga dicuci pakai air matang, kemudian ditaruh dalam wadah. Ditambahkan air matang mpe alga kerendam semua, airnya dilebihin kira2 setinggi jari telunjuk. Untuk nutrisi alga ditambah kismis 7 butir dan gula pasir sesuai selera ( jangan banyak nanti bisa kena diabet ). Wadah ditutup tapi jangan terlalu rapat, kemudian disimpan di kulkas. Dibiarkan selama lebih dari 12 jam tapi tidak boleh lebih dari 24 jam coz kandungan alkoholnya nanti akan tinggi sekali.
Setelah lebih dari 12jam, alga disaring, diambil airnya. Saringan yang dipakai harus khusus buat menyaring alga saja, tidak boleh untuk menyaring teh, kopi, dll. Air hasil penyaringan ini siap untuk langsung diminum. Aku biasanya tidak cuma buat sekali minum. Sisanya disimpan di kulkas untuk kuminum sore harinya. Jadi aku rutin minum alga pagi hari sebelum makan dan sore hari sepenginnya.
Alga yang sudah diambil airnya dicuci lagi pake air matang dan proses berulang seperti sebelumnya.
Kismis yang dipakai bisa dipakai sampai seminggu. Jadi kismisnya diganti baru setelah 7 hari.

Sekarang mengasuh alga jepang ini kayak sudah menjadi rutinitas buatku. Tiap pagi sebelum berangkat ke kantor, mau ga mau harus mengurus alga dulu. Dan sebuah rutinitas juga memaksa Konjet dan Etil untuk membantuku minum air alga, masing2 satu gelas. Kemarin berhasil membujuk Yatie untuk nyobain alga, dan pagi ini berhasil membujuk mamah Dewot ikut ngicipin. Komentarnya....’seger bun!’.
Hehehehe.... Memaksakan sesuatu yang baik gapapa kan. Biar semuanya sehat, semuanya jadi tambah cantik, kulitnya jadi halus dan awet muda semuanya. Amiiiin....
Dan kata ibuku, jika rutin minum alga jepang, bisa menjaga berat badan agar jadi ideal. Yang kurus bisa jadi lebih isi, yang overweight bisa jadi langsing.
Hayuuuu.... hayuuuu.... siapa lagi yang mau minum.
Sekarang coz air sudah lancar (//mudah2an.... Amin), konjet n etil sudah mau minum alga lagi. Minum alga membuat pencernaan jadi lancar dan otomatis melancarkan buang air besar. Bagus kan. Cuma jadi repot n pusing sendiri klo pas lagi krisis air. Semoga habis ini air ga macet2 lagi.

Dan ternyata perkembangan alga jepang ini cepat sekali. Algaku yang tadinya cuma 3 sdm, dalam 3 minggu sudah berkembang jadi 1 liter. Bakal makin pusing dah mo ditaruh dimana lagi.
Habis ini membujukin teman2ku biar mau ikut2an miara alga. Per orang dibagi 3sdm. Biar semuanya ketularan sehat dan aku tidak terlalu capek mengurus alga yang terlalu banyak.
Hayooo... hayooo.... siapa mau alga, mumpung gratis. Klo musti beli ke Jepang harga 1 box-nya Rp.4 juta lho. Hehehehehe.....

Agustus 24, 2011

2nd OPINION till 7th OPINION ITU SANGAT PERLU


Aku orang yang ga gampang percaya begitu saja ma orang lain.
Berhati-hati itu perlu. Tapi karena kelamaan mikir ato terlalu banyak pertimbangan kadang2 bikin rugi sendiri juga. Melewatkan sebuah kesempatan baik atau jadi boros coz musti ada budget ekstra untuk itu. Tapi tentu saja dengan berbagai pertimbangan, nantinya kita akan yakin dengan hasilnya dan ga akan penasaran lagi karenanya.

Beberapa tahun belakangan ini kondisi kesehatanku memang tidak baik. Bukan sakit parah yang harus bed rest tapi aku merasa pusing yang amat sangat yang sungguh mengganggu aktivitasku. Minum obat yang biasa kuminum tidak juga membuat kondisiku menjadi lebih baik.

Bulan November 2009, aku yang biasanya klo ga terpaksa banget enggan ke dokter, karena menyerah dan pengin tahu sebenarnya apa yang terjadi padaku meskipun sebenarnya aku takut klo hasil diagnosis ternyata aku menderita sakit yang parah semacam tumar otak. *Huehuehue.... jangan deh. Hiperbolanya kumat dah.
Akhirnya kuputuskan untuk pergi ke dokter. Biar benar2 tuntas, aku ke tempat praktik seorang Prof. Dr yang terkenal.
Benar2 jauh dari yang kubayangkan. Sebelumnya aku membayangkan bakal memasuki sebuah ruang periksa yang penuh dengan peralatan2 canggih, kamera buat melihat organ dalam, layar monitor. Ternyata yang kulihat sebuah ruang periksa yang sepi, lebih sepi daripada ruang praktik dokter umum yang biasa kukunjungi. Hohohoho..... *efek kebanyakan nonton film barat n Korea.... ;p
Dengan sedikit interview, tak seperti ketika aku ke dokter umum yang ditanya detail tentang sakitku, aku disuruh berbaring diranjang, periksa tensi. Begitu doank, tidak diperiksa pakai steteskop seperti yang biasa dokter umum lakukan. Aku dibuatkan surat pengantar untuk tes darah dan nanti kembali lagi ke Prof. Dr ini sambil membawa hasil tes lab. Sudah begitu saja langsung diminta ke bagian kasir. Tidak dikasih resep dokter, antibiotik yang kuminta tidak dikasih katanya ga perlu coz sepertinya aku memang tidak sakit. Benar2 membuatku tidak yakin.
Dan yang membuatku lebih shock lagi, aku harus membayar Rp.200.000,-.
Hohohoho.... aku salah masuk dan tidak akan kembali lagi ke dokter ini.
Dan belakangan yang semakin membuatku menyesal ternyata dokter ini spesialis buat penderita diabetes melitus. Benar2 salah dokter...... :(

Ganti hari aku kembali periksa ke dokter. Kali ini aku memilih ke dokter spesialis penyakit dalam di sebuah rumah sakit swasta di Bandung yang biasa aku periksa ke sana. Aku sudah siap dengan kemungkinan bakal tes lab so aku sudah berpuasa sejak dari rumah, hanya minum air putih doank daripada ganti hari disuruh balik lagi tes ulang.
Benar saja, aku mendapat pengantar untuk tes lab. Tes yang sama dengan yang diminta Ibu Prof. Dr tapi ditambah foto rontgen bagian kepala. Ya jelas aku prefer kembali ke dokter penyakit dalam ini daripada ke Ibu Prof. Dr. nanti pemborosanku bakal lebih menjadi-jadi.

Dari pagi sampai siang kujalani tes lab, dan foto rontgen. Tes lab cuma sebentar coz cuma ambil darah aja. Foto rontgen yang ngantrenya lama bikin cape menunggu. Selesai semua pk. 13.00. Untunglah dokter penyakit dalam yang mengirimku masih ada, jadi aku bisa langsung kembali hari itu juga. Menunggu sebentar, hasil tes-ku dilihat, dan kata dokter:
‘Hasil tes darah, bagus. Hasil rontgen, semua bagus. Kamu tuh ga sakit. Hanya kurang olahraga.’
‘Jadi, saya dikasih obat ga dok?’
‘Ini aja ya obat pelemas otot,’ kata dokter seraya menuliskan resep.
‘Saya perlu kembali lagi ga dok?’
‘Ya, klo ada keluhan lain boleh datang lagi. Kamu tu ga sakit apa2 kok.’

Hohohoho.... kurang olahraga.

Masih ga yakin dengan hasil tes, aku mencoba pengobatan alternatif. Ke refleksi urat syaraf di Jl. Ahmad Yani. Lumayan dengan dikerik bagian punggung dan kepala, pusingku berkurang banyak. Sepertinya pusingku coz terlalu banyak urat yang tegang coz beban pekerjaan yang lagi seabrek. Hehehehe.....

Dan aku yang selalu saja masih ga yakin, for de last time akhirnya melakukan tes iridologi, pemeriksaan kesehatan global yang dilihat melalui foto retina mata.
Dari hasil tes ini memang jadi lebih tahu detail tentang kondisi kesehatan kita. Sampai kemungkinan sakit parah yang bisa kita alami beberapa tahun ke depan pun terlihat jelas. Sampai2 sifat kita pun bisa dibaca dari sana. Ternyata ada hubungan antara keadaan emosi kita dengan kondisi organ dan kelenjar kita.

Yah, yang penting kita harus menerapkan pola hidup sehat.
Beberapa pesan dari Bapak yang melakukan tes iridologi padaku:
1)       Harus rajin olahraga karena olahraga berpengaruh besar dengan peredaran darah kita. Peredaran darah yang tidak lancar akan sangat berpengaruh pada kondisi organ2 tubuh kita karena darahlah yang setiap saat berkeliling memberikan suplai oksigen dan nutrisi yang diperlukan organ tubuh dan kelenjar.
2)       Jangan tidur larut malam. Jangan tidur lebih dari pk.10.00 malam karena pk.10.00 malam sampai dengan 01.00 adalah jam kerja tubuh membersihkan racun2. Kalau kita tidur lebih dari jam itu berarti proses penumpukan racun yang terjadi dalam tubuh. Penumpukan racun yang berlebihan akan menyebabkan kerusakan hati.
3)       Setiap kali habis berkeringat, jangan biarkan keringat kering dengan sendirinya, tapi sekalah dengan handuk kecil atau sapu tangan. Membiarkan keringat kering dengan sendirinya akan memaksa ginjal kita bekerja lebih ekstra. Jika dibiarkan terus akan mengganggu kinerja ginjal.
4)       Saat ke dokter gigi jika mau menambal gigi, mintalah tambalan yang berbahan dasar keramik bukan logam. Tambalan yang berbahan dasar logam, lama2 akan menyebabkan kita keracunan logam.

Dari beberapa kali pemeriksaan yang kulakukan pada intinya semuanya mengarah pada kesimpulan, ‘kurang olahraga’.
Yah, olahraga itu memang mutlak perlu. Tidak ada alasan malas atau tidak ada waktu. Kita harus menyempatkan diri untuk berolahraga sebisa kita meskipun hanya exercise ringan selama 30 menit.

Pemeriksaan yang lumayan cape dan melelahkan keadaan kantong. Kalo diitung-itung biaya yang dikeluarkan untuk pemeriksaan lumayan bisa untuk bayar uang kost beberapa bulan.
Habis banyak jangan disesali, yang penting kita tahu bahwa ‘kita kurang olahraga’.
Ternyata biaya untuk ‘berolahraga’ itu mahal juga ya...... Hahahaha........................

Gapapa yang penting kita tahu klo kita itu sebenarnya sehat, hanya kurang olahraga. Hahahahahahahahaha.......