Mei 15, 2011

MERAPI AFTER ERUPTION

Saturday, March 26, 2011

Jumat 24 Desember 2010 lebih kurang pk.04.30 WIB, Lodaya yang kutumpangi tiba di Stasiun Tugu. Pulang dalam rangka Natalan bersama keluargaku di Jogja. Dari stasiun tidak langsung ke rumah tapi transit ke Hotel Abadi di depan stasiun pintu selatan persis. Pada kurang kerjaan. Dedeku pada nginep di hotel dari malam. Huehuehue…. Pemborosan….. :p
Saking penginnya foto2 di depan Tugu Yogya, niat semula yang mau foto ketika masih gelap, baru terealisasi pk.05.45 check out dari hotel langsung menuju Tugu untuk bernarsis ria di sana. Sebelumnya kita mampir dulu ke Kali Code, melihat dampak Merapi yang cukup membuat kerusakan yang lumayan parah, tanggul sungai jebol.
Di dekat Tugu kita lihat ada sebuah becak tak bertuan yang dibiarkan begitu saja di pinggir jalan. Daripada dibiarkan nganggur, akhirnya jadilah becak itu sebagai property foto2 kita. Lumayan…. Sekalian ngobyek jadi tukang becak dadakan.

Mengingat hasrat terpendam akan gudeg depan LPP n keadaan perut yang merindukan sarapan. Akhirnya meluncurlah kita ke Jl. Solo. Ga terlalu antree. Tapi olala…. Buburnya sudah habis. Dah lama banget ngidam bubur gudeg. Akhirnya sebagai obat kecewa, nasi gudeg pun bolehlah, ditambah jamu kunir asem dan jamu beras kencur dari mbok2 jamu yang lewat. Tak lupa sebelum kita meninggalkan hotel, kita contact rumah dulu, takut mommy jadi bĂȘte coz kita ga juga nongol di rumah.

Setelah kenyang, dalam kondisi cuma satu orang di antara kita yang sudah mandi yaitu Wida, segera kita mengalihkan tujuan ke arah utara. Ke Merapi. Wisata Merapi after eruption.
Dari Yogya, Merapi terlihat begitu jelas. Sangat indah tanpa berhias awan satu pun.
Kita berhenti sebentar di jembatan …… (tidak tahu namanya), yang kondisi jebolnya sangat parah tapi masih bias dilalui kendaraan. Turun ke sungai sebentar untuk berfoto-foto di sana.

Dalam perjalanan ke atas, beberapa kali kita dicegat pos2 yang meminta sumbangan Merapi. Ada salah satunya yang mengharuskan kita membeli tanaman, 1 tanaman dijual Rp.10.000,-. Untuk penghijauan katanya. ‘Nanti di atas ada yang nerima Mas.’

Sesampainya di atas, semua yang tampak serba tandus dan tandus. Hamparan tanah kosong yang tadinya merupakan belasan desa yang tersapu lahar. Menyedihkan.

Cukup ramai di sana. Yah, banyak banget yang pada pengin menyaksikan langsung dampak erupsi Merapi November 2010. Tempat parkir bertebaran di mana2, saking luasnya area sampai2 kita begitu kesulitan mencari seorang teman di sana. Pai. Dia menyusul pake motor dan tidak tahu parkir di mana, sedang kondisi sinyal selular amat minim. Setelah hamper putus asa, akhirnya setelah menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk saling mencari, ketemulah Pai.

Sebelumnya kita sempat berfoto di antara reruntuhan rumah. Rumah itu sudah rata tanah. Hanya toilet aja bangunan yang tersisa. Mungkin karena ada airnya jadi lebih terlindung dari panas. Di dekat rumah itu ada semacam arca bercorak India. Sepertinya pemiliknya suka mengoleksi karya2 seni atau berkaitan dengan keyakinannya. Kita hanya bias menduga-duga. Di dekat rumah itu pulalah kita menanam pohon kita. Semoga bisa tumbuh dengan baik.

Dalam kondisi panas terik, dengan amat terpaksa akhirnya Week n Nick mau juga bersama-sama kita menyusuri jejak2 erupsi Merapi di Kawasan Kinahrejo, tempat bermukimnya Mbah Maridjan. Kawasan yang kita masuki merupakan kawasan yang tadinya merupakan 8 desa. Semuanya hilang tak berbekas tersapu lahar dan awan panas. Pondasi2 dan tembok rumah yang masih tampak ada hanya beberapa saja yang semuanya berbahan batu dan batako. Rupanya batu dan batako lebih kokoh menghadapi terjangan lahar dan awan panas.

Sempat kita membeli minuman di sana. Itu pun setelah kita berjuang cukup lama mencari penjual es. Dan akhirnya kita bertemu dengan Ibu2 penjual es yang ramah.
Ibu ini merupakan salah satu korban yang terpaksa mengungsi. Dan ternyata kebanyakan penjual di sana adalah para pengungsi. Klo siang mereka berjualan, malam kembali ke tempat pengungsian. Mereka sedang berjuang mengumpulkan modal untuk membangun kembali rumah mereka.
Ada juga dijual VCD erupsi Merapi. Dibuat dari video amatir langsung saat kejadian. Dijual lumayan mahal buat ukuran kantongku. Satu VCD dijual sekitar 50 ribu sampai 60 ribu rupiah. Pengin beli tapi saat itu keadaan uang di kantongku sudah tidak cukup.
‘Pak, Bu VCD-nya! Ini hasil karya warga sini. Kami mengumpulkan dana untuk membangun kembali desa kami.’
Maaf ya Pak, Bu. Kami tidak bisa membantu.
Kami dipanggil Pak dan Bu.
Apa sudah terlihat seperti Bapak dan Ibu pa ya. Hehehehe

Tampak di sana-sini jurang2 seperti alur sungai, bekas aliran lahar. Banyak batang2 pohon yang nyangkut di alur sungai itu, sepertinya nyangkut waktu terbawa arus lahar. Tampak benar2 gersang. Di sana-sini mulai tampak pepohonan kecil yang mulai tumbuh. Tidak tahu bakal berapa lama lagi kawasan ini akan tumbuh seperti sedia kala.
Merapi dari dekat tampak tidak seindah dari kejauhan. Jika didekati hanya berupa gundukan2 tanah2 gundul. Puncak Merapi pun semakin lama semakin tidak terlihat coz tertutup awan. Karena sudah benar2 kecapean plus sepertinya mulai dehidrasi, akhirnya kita memutuskan untuk pulang. Tinggallah Pai sendiri yang bertekad tetap akan menunggu sampai awan2 meninggalkan puncak Merapi. Demi sebuah foto yang cantik. Semoga perjuanganmu berbuah hasil Pai.

Bagaimana dengan nasib pohon yang waktu itu kami tanam ya?
Kami semua ingin sekali suatu saat nanti berkunjung ke sana lagi. Menengok pohon kita sambil menanam beberapa pohon baru. Tentu saja harus membawa perlengkapan berkebun juga, supaya tidak terulang menanam ala kadarnya dengan kayu yang kita temukan di sana untuk menggali tanah dan sedikit air hujan yang tertampung di cup bekas air mineral untuk menyiram pohonnya. Semoga bisa sedikit membantu menghijaukan kembali kawasan itu.

Dan efek dari wisata ke Merapi itu……
Hohoho….. jidatku terbakar dan 2 bulan baru pulih. Saking panasnya coz sama sekali tidak ada pepohonan dan tempat berteduh, juga ga pakai penutup kepala, berakibat jidat dan hidungku belang2. Kalau belangnya rata mungkin gapapa. Lha ini sampai bikin kulit jidatku kering dan bergaris-garis hitam. Di-peeling pun tidak membuahkan hasil. Lebih parah dari waktu terbakar di pantai dulu. Biarpun gosong tapi rata n tidak bikin kulit jadi super kering.

Buat pengalaman. Besok lagi kalo ke sana lagi pake penutup jidat. Hehehehe……

SEORANG BAPAK TUA PENJUAL BUMBU DAPUR

Thursday, March 24, 2011

Kemarin pagi ketika berangkat ke kantor di tikungan jalan sekitar 500 m menuju kantorku, kulihat seorang ibu sedang membeli bumbu dapur. Penjualnya seorang bapak tua yang terlihat sangat renta. Jualannya hanya senampi kecil ditaruh di trotoar jalan. Bapak itu duduk di belakangnya sambil memakai caping.
Melihatnya sungguh membuatku terharu. Bapak yang sudah tua tapi masih mau berjuang untuk hidup. Aku lebih menghargai sebuah usaha daripada orang yang hanya minta2 di pinggir jalan tanpa usaha apa pun.
Dan aku berjanji, besok lagi klo ketemu bapak ini lagi, aku akan membeli jualannya.

Keesokan hari, aku berangkat memang sudah mepet banget. Bisa dipastikan bakal telat mpe kantor. Di tempat yang sama kembali kulihat bapak tua ini. Tak ada satu pun pembeli. Ya, memang di tikungan jalan seperti itu apalagi jalanan ramai, orang pasti akan segan untuk berhenti. Apalagi yang dijual hanya sedikit bumbu dapur.
Kuputuskan untuk berhenti sebentar membeli dagangannya. Kulihat hanya seplastik bawang merah besar2 dan bersih yang dijual Rp.10.000,-, bawang putih seplastik yang dijual perkuntum Rp.1.000,-, kunyit, jahe, lengkuas dan kencur dengan ukuran cukup besar yang masing2 dijual Rp.1.000,- per batang untuk yang berukuran kecil dan Rp.2.000,- untuk yang berukuran besar.

Sebenarnya aku termasuk pelit dalam hal berbelanja bumbu dapur. Biasanya aku beli sepaket bumbu dapur Rp.1.500,- minta dilengkapi lengkuas, daun salam, serai, jahe, kunyit dan kencur. Dapat lengkap biarpun ukurannya kecil2. Buatku ga masalah. Demi penghematan dan menjaga agar bumbu tidak terbuang percuma coz jarang2 aku masak.
Aku benar2 bingung mau beli apa. Apalagi sebelumnya aku sudah bikin list panjang ke Konjet yang pagi itu tumben berbelanja ke pasar.
Akhirnya kuambil 2 kuntum bawang putih, 1 batang kunyit, dan 1 batang kencur yang rada kecil. Mudah2an nanti ketika kutelepon Konjet belum jadi beli bumbu2 pesananku.
‘Semuanya berapa Pak?’
Bapak itu suaranya kecil dan serak. Rada susah buatku mendengarkan apalagi banyak kendaraan lalu lalang di depan kami. Yang membuatku terharu, Bapak ini raut mukanya penuh senyum. Benar2 ramah. Ia pun berterimakasih sambil membungkukkan badan ketika aku menyerahkan uang pembayaran.
Ya, berapa pun yang diterimanya disyukurinya.

Setelah sampai kantor, kutelepon Konjet. Dan ternyata semua bumbu sudah dibelinya. Bawang putih sekuntum harganya Rp.2.000,- itu pun kecil2. Hohoho ternyata yang dijual Bapak itu jauh lebih bagus dan lebih murah.
‘Terus bumbu2 ini nanti buat apa ya?’
‘Gapapa Bun, buat stock.’
Hehehehe.......

Wah, nanti klo beli bawang putih ke Bapak itu lagi aja ah, sambil nglarisi jualan si Bapak.
Tetap semangat ya Pak!!!!!

GEREGETAN

Friday, March 18, 2011

Hari ini hari wajib pantang dan puasa yang seharusnya aku bisa mengontrol emosiku, tapi aku benar2 dibikin kesel. Hmmm... tapi kesel yang bisa kukontrol coz ga mpe bikin aku memaki-maki orang atau main tangan.
Sudah beberapa kali ini tiap kali jadwal service lift di kantorku, teknisi yang datang cuma satu orang tetapi di lembar surat tugas dan maintenance report yang harus kutandatangan tertulis nama dua orang. Curiga ada yang ga bener di sini, kutanyakan pada teknisi itu kenapa cuma sendiri. Dan dijawab dengan jawaban yang sama seperti jawabannya saat terakhir service 2 minggu kemarin. Katanya pembagian tugas, teman yang satunya ada di lokasi lain. Demi mengejar target, mereka mengadakan pembagian tugas.

Hohoho aku semakin yakin ada yang ga bener di sini.
‘Kenapa saya musti tanda tangan untuk dua nama sedangkan yang ke sini cuma satu orang?’
‘Biasanya juga begitu Bu. Kan yang ditugaskan dari kantor memang dua orang.’

Akhirnya kutandatangan juga meskipun aku tetap merasa ada yang ga bener di sini.

Daripada terus2an uring2an plus penasaran, akhirnya ku-telp kantornya minta disambungkan ke bagian maintenance. Dan kebeneran diterima oleh Bapak Kepala divisi maintenance yang aku pernah sekali bertemu dengannya dan aku tahu orangnya baik dan ramah.
Dan akhirnya aku tahu, perkiraanku memang tepat. Kantor mengirimkan dua teknisi untuk masing2 lokasi dan harus dua orang yang datang ke tiap lokasi karena standarnya seperti itu, supaya bisa saling mengontrol.

Hohoho.... aku paling tidak suka dengan kecurangan2 seperti ini. Dari kantor sudah menetapkan kinerja sesuai standar tapi praktek di lapangan coba dimainkan oleh orang lapangan demi keuntungan sendiri.
Seperti ini ga bisa dibiarkan, bakal berulang lagi dan lagi n bisa2 ditiru oleh teknisi2 yang lain.
Customer jelas dirugikan, sudah bayar sesuai kontrak tapi service tidak sesuai kesepakatan.

Bapak kepala divisi maintenance mengatakan kalau tindakan teknisi tersebut tidak benar. Bapak itu berterimakasih atas laporanku dan akan memanggil teknisi tersebut. Bapak itu juga menanyakan tentang hasil servicenya. Kubilang tidak ada masalah coz sejauh ini lift berfungsi dengan normal. Meskipun sebenarnya aku tidak yakin dengan hasil kinerjanya coz kulihat dia tidak tampak benar2 sedang bekerja, hanya mengawasi naik-turunnya lift doank, tidak tampak membongkar-bongkar peralatan seperti pada umumnya teknisi yang bertugas sebelumnya. Ketika usai service pun tangan dan bajunya pun tetap bersih tidak seperti teknisi2 yang lain yang biasanya memerlukan diri untuk cuci tangan dulu.

Hehehe maaf. Gara2 laporanku, teknisi itu jadi dapat masalah. Tapi kurasa ini yang pelajaran yang terbaik buat mereka, jangan sampai terulang lagi. Bekerjalah dengan benar dan belajarlah bertanggungjawab atas kepercayaan yang diberikan padamu. Bukan hanya demi reputasi tempatmu bekerja tapi juga demi nama baikmu sendiri.

ROSARIO BARUKU

Thursday, March 17, 2011

Bulan ini aku mendapat 2 rosario baru. Satu oleh2 suami temanku dari Lourdes dan satu lagi rosario terbuat dari kayu pohon ara oleh2 salah satu atasanku dari Yerusalem. Hehehehe ma’acih.... ma’acih....
Dapat dua rosario yang sudah terberkati semuanya dari Tanah Suci. Apa maksudnya ini?
Hohoho.... mungkin aku diingatkan untuk berdoa Rosario coz memang sudah lama sekali tidak kulakukan. Terakhir berdoa Rosario Mei tahun kemarin. Benar2 keterlaluan.
Pesan dari salah satu atasanku ketika memberikan Rosario itu,’Buat berdoa ya, jangan hanya disimpan!’
Hehehe.... siap Bos!!!!!!!!!!
Ya, aku harus meluangkan waktu untuk berdoa Rosario.
Semoga dengan ini aku bisa termotivasi untuk mau kembali berdoa Rosario.
Yaya.... semoga......

KETIKA RASA HORMAT ITU BERANGSUR MENGHILANG

Wednesday, March 16, 2011

Tiap orang memiliki panggilan hidupnya masing2, entah itu sebagai seorang ayah, seorang ibu, petani, pendidik, polotisi, rohaniwan, pengusaha, pedagang, tenaga medis, dan berbagai bidang yang lain. Hidup itu adalah pilihan. Terlalu banyak pilihan dan bisa jadi karena keadaan kadang2 apa yang kita pilih bukan seperti apa yang kita mau. Tapi kita harus konsekwen bukan, apa pun itu kita harus bertanggungjawab terhadap pilihan kita. Meskipun kadang2 terasa berat, hidup harus terus berjalan. Tidak ada usaha yang sia2. Dengan ketekunan dan konsistensi, suatu saat kita akan memetik hasil jerih payah kita.

Tak bisa dipungkiri, banyak tawaran kenikmatan dunia yang dapat menggoyahkan iman dan keyakinan kita. Tekad untuk melangkah di jalan yang benar bisa saja goyah di tengah jalan.

Terkadang hidup berjalan tidak seperti yang kita mau. Segala yang sudah kita tata sedemikian rupa menjadi berantakan. Rasa percaya dan rasa hormat berangsur menghilang. Sebuah tempat yang seharusnya bisa menjadi tempat berlindung jika ternyata kita dapati sudah berubah. Terjadi sesuatu yang menurut kita itu salah. Aku tahu, sebagai manusia biasa, seseorang yang hebat pun tetap punya keterbatasan. Dan di saat seperti ini sebenarnya kita sedang diuji. Apakah kita tetap bisa menjaga agar iman dan keyakinan kita tidak goyah. Apakah kita tetap bisa menjaga agar semua tetap berjalan di jalur yang seharusnya.

Rasanya sungguh sulit buatku. Beruntung aku sedang dalam masa puasa. Ternyata dengan berpuasa bisa membuatku merasa lebih damai, pikiranku lebih adem dan aku bisa mengontrol kesabaranku. Emosiku tidak lagi meledak-ledak meskipun aku tahu aku seharusnya marah dan berontak dengan apa yang terjadi. Tapi aku sadar, kemarahan tidak akan menyelesaikan masalah, hanya akan membuat hidupku tidak tenang dan mempermalukan diriku sendiri. Juga bisa jadi bakal menorehkan luka yang amat dalam dan merusak apa yang selama ini sudah tertata dengan amat baik.

Kadang aku pengin menyerah. Rasanya sungguh tidak nyaman. Membuatku benar2 sedih. Berada di posisi sulit membuatku kadang ingin mengakhiri semua ini. Tapi ada seseorang yang selalu menguatkanku dan mendorongku untuk tetap bertahan. Dalam hal ini hanya aku sendiri yang bisa menjaga agar semua tetap in control. Ya, aku akan tetap bertahan dan menjaga agar semuanya tetap berjalan sebagaimana seharusnya.
Semoga suatu saat nanti semuanya bisa back to normal.
Tidak semua yang kita inginkan bisa kita dapatkan. Belajar ikhlas. Itu yang akan membuat kita bahagia.
Tuhan aku mohon perlindungan-Mu dan tuntunlah aku harus bagaimana.
Amin.

PARANOID DI RUMAH SENDIRI

Saturday, March 12, 2011

Saking sudah lamanya tinggal di kost, kami sudah menganggap kost sebagai rumah sendiri, karena itu kami lebih sering menyebut kost dengan rumah. Pulang ke rumah maksud kami pulang ke kost.
Belakangan ini kami sering merasa paranoid di rumah sendiri. Bukan karena hantu, bukan karena kebanyakan nonton film horror, juga bukan karena ulah preman yang keterlaluan. Ini semua dikarenakan rasa ketakutan dan tidak aman sebagai akibat kejadian beberapa waktu kemarin.

Beberapa kali di pagi hari sering ada orang mencoba masuk ke rumah. Sepertinya orang luar yang berniat tidak baik. Terjadi sekitar pukul 06.00 – 07.00 pagi. Ketahuan masuk ke rumah, orang ini berpura-pura mencari seseorang dengan menyebut sebuah nama, kalau tidak berpura-pura mencarikan kost untuk saudaranya atau pura2 sebagai sales yang menawarkan produk door to door. Dulu2 pernah kejadian beberapa kali, sandal, sepatu ber-merk teman cowok yang datang bertamu selalu ilang diambil orang. Juga beberapa kali handphone penghuni kost. Sepertinya pelaku orang luar yang sengaja mencari kesempatan di pagi hari saat nyawa orang masih belum 100% kembali.

Dan kejadian yang paling membuat kami paranoid terjadi di akhir Februari. Masih pagi2 buta buat kami yang terbiasa bangun matahari sudah lumayan tinggi, sekitar pk. 04.30 WIB, tiba2 terdengar suara ketokan pintu. Saking kencengnya ketokan boleh dibilang itu bunyi gedoran pintu. Suaranya terdengar deket banget, aku mendengar antara sadar dan tidak. Tidak tahu suara itu dari pintu kami atau pintu tetangga. Tak kudengar suara satu pun dari kami bangun membukakan pintu dan aku pun enggan bangun untuk memeriksa. Kalau benar memang bertamu ke tempat kami, ga sopan amat bertamu pagi2 buta gini. Huwwfffh....
Cukup lama suara ketukan itu dan akhirnya karena tidak ada yang membukakan pintu, ketukan itu berhenti dengan sendirinya.

Pk. 06.00, hebohlah kostku. Yang tadinya masih pada tidur terpaksa harus bangun terganggu oleh kehebohan cerita2 kami. Ternyata kami semua mendengar suara ketukan pintu itu. Antara takut dan enggan bangun, tak ada satu pun yang mau dan berani membukakan pintu. Dan memang benar suara ketukan itu berasal dari pintu kami. Menurut Etil dan Dewot yang kamarnya paling depan, mereka mendengar ada orang yang melompati pagar masuk ke teras rumah. Ada dua orang. Terdengar percakapan mereka,’Sudah ada yang bangun kok. Itu sudah mulai terdengar suara2!’
Hohoho... ternyata benar mereka memang bermaksud tidak baik. Melompati pagar yang tingginya hampir sama dengan tinggi badan kami. Huwfffh... sungguh keterlaluan. Kalau memang merupakan tamu dari salah satu anak kost pastilah akan menelepon yang bersangkutan dulu mengabarkan kalau akan datang. Atau paling ga sambil mengetuk bisa menyebut salah satu nama kami. Untunglah tak ada satu pun di antara kami yang membukakan pintu. Dikhawatirkan orang itu memang benar bermaksud tidak baik dan membawa senjata. Ya, apa salahnya kami berjaga-jaga apalagi kami cewek semua.

Ketika bercerita kepada tetangga, Ibu warung dan Aak depan rumah membagi no hp-nya dengan pesan besok lagi kalau ada apa2 sms saja, nanti dipanggilin orang. Terimakasih. Kalau ada kejadian seperti ini benar2 terasa ada gunanya hidup bertetangga dengan baik. Kita tidak bisa hidup sendiri, sewaktu-waktu kita tetap butuh orang lain.

Sejak kejadian itu kita otomatis jadi paranoid dan jadi ekstra hati2. Gerbang depan dan belakang selalu dikunci, pk. 22.00 semua pintu sudah dikunci. Dan tidak bisa disalahkan jika beberapa hari kemudian pk.23.00 ada orang yang berkali-kali menggedor-gedor gerbang dan tidak ada salah satu di antara kami yang mau membukakan pintu. Konjet sudah siap2 dengan sapu di tangannya. Aku mencoba mengintip dari kaca nako kamar Etil tapi tanpa hasil, sama sekali tidak kelihatan siapakah sosok itu. Etil yang mencoba mengintip lewat lubang anak kunci juga tidak bisa melihat apa2. Mencoba memanggil,’Siapa?’. Tetap tidak ada sahutan, yang ada bunyi gedoran pintu gerbang yang semakin kencang.
Akhirnya diketoklah pintu kamar Dewot yang kaca nakonya pas mengarah ke pintu gerbang.
Dewot yang terbangun dengan kaget, berjalan sempoyongan keluar dari kamar sambil memegang hp, katanya,’Itu suamiku. Tolong bukakan!’
Hohohohoho.... maaph tidak tahu.
Kami semua tertawa.

Dan kejadia terakhir yang membuat kami benar2 gerah, terjadi lagi tindakan yang tidak bisa ditolerir yang beberapa tahun yang lalu pernah terjadi. Ada orang gila yang dengan sengaja memasukkan hp-nya lewat celah ventilasi di atas kamar mandi ketika ada salah seorang di antara kami yang sedang mandi. Berusaha merekam video. Sungguh keterlaluan. Untung cepat ketahuan. Sejak awal aku sudah tahu kemungkinan itu bisa terjadi lagi so sengaja kututup lubang kaca ventilasi dengan kertas kado. Tapi beberapa hari kemudia kudapati kertas kado diganti plastik tipis berornamen bungkus kado oleh Tiut, ‘Lebih bagus,’ katanya. Buatku bukan masalah bagus atau tidak bagus tapi masalah ‘safe’ atau tidak. Akhirnya sekarang lubang ventilasi ditutup kembali dengan kertas kado dan di bagian luar di-protect dengan kawat nyamuk tebal biar tidak ada tangan jahil yang bisa masuk.

Mengingat begitu banyak hal yang terjadi, membuatku jadi berpikir ulang. Sudah siapkah aku pindah.
Sampai sekarang oleh seseorang yang sudah kuanggap seperti ibuku sendiri, aku belum diperbolehkan pindah, ‘Belum aman,’ katanya. Instingnya sangat kuat dan boleh dibilang dia memiliki indera keenam. Aku jadi tahu apa alasannya kenapa aku belum boleh pindah. Jujur aku memang lebih takut dengan orang2 yang bermaksud tidak baik daripada hantu. Apalagi beberapa kali aku mendapat teror dari orang tak kukenal yang ada di sana. Salahku juga dulu membagi no-ku ke salah seorang di sana yang tadinya kupikir bisa kupercaya membantu menjaga tempat itu.
Ditambah lagi kemarin nonton ‘Paranormal Activity’. Hohoho.... hantu juga sama menakutkannya dengan orang...
Yayaya.... buat orang penakut seperti aku memang harus punya kesiapan mental yang besar jika memutuskan untuk tinggal sendiri, apalagi jauh dari keluarga begini. Hmmmmm...........

NONTON PARANORMAL ACTIVITY 2

Thursday, March 10, 2011

Aku sungguh kaget ketika pulang dari kantor kudapati mba Naniek masih di kost. Kupikir mba Naniek sudah dijemput temannya jalan2 ke mana. Ternyata dari pagi sama sekali ga keluar kamar.
‘Hohohoho... tau gitu aku tadi pulang cepet terus kita jalan2 ke mana,’ kataku ke mbak Naniek menyesalkan kenapa tadi dari kantor aku pake acara berbelanja ke supermarket segala.

Tahu mba Naniek dijemput pulang temannya masih lama, akhirnya kuajak saja mba Naniek jalan2 sebentar.
‘Ke Braga aja ya. Ke mall pasti sudah bosan,’ dan mba Naniek setuju dengan ajakanku.

Karena sedang puasa internetan jadi tidak bisa browsing film yang lagi main, akhirnya pukul 18.00 WIB kutelepon Braga 21 dan aku tahu salah satu film yang main ‘Paranormal Activity 2’. Main pukul 18.15.
Dengan semangat 45 mbak Naniek mengajakku nonton film ini.
‘Harus nonton. Hayu buruan. Ga usah mandi.’
Akhirnya dengan terburu-buru pk. 18.10 aku dan mbak Naniek bergegas ke Braga 21. Jadwal buka puasaku pk.18.00. Ga akan sempat beli makanan untuk berbuka. Berbuka dengan pop corn dan minuman dingin yang tersedia di bioskop ga mungkin buatku, so sambil berdoa mudah2an ga ketahuan kumasukkan roti tawar keju, air mineral, biscuit lemon dan Vitazone ke tasku. Ditilep di antara syall dan barang2ku lainnya. Mudah2an ga ketahuan. Ga tau kenapa sekarang di depan pintu bioskop ada razia segala. Sungguh merepotkan buat tukang bawa makanan kek aku dan teman2ku. Huehuehue....

Dan hohoho akhirnya berhasil masuk ke bioskop dengan sukses beserta perbekalanku yang lumayan banyak. Telat 10 menit, kita sudah duduk manis di dalam bioskop yang hari itu lagi sepi.

Film ini sebenarnya ga serem2 amat. Tapi nonton film ini di bioskop ternyata efeknya jauh2 lebih serem daripada nonton dvd di rumah. Akibatnya ada beberapa penonton yang kabur saking ketakutannya. Hohoho.... seserem itukah????

Jujur nonton film kaya gini, sejak ‘Paranormal Activity 1’ benar2 membuat orang jadi paranoid di rumah sendirian.
Hohoho.... jadi mikir 12 kali kalo diharuskan tinggal di rumah sendiri.
Memang seharusnya aku jangan nonton film2 yang kaya gini.
Hantu pengganggu yang tidak kelihatan memang benar2 menakutkan. Apalagi klo ternyata hantu itu ada di rumah kita. Berada sangat dekat dengan kita. Selalu mengawasi gerak-gerik kita.
Hihihi....... serem.....
Semoga habis ini aku ga jadi paranoid berlebihan karenanya.
Jadi penasaran pengin nonton kelanjutannya.
Bagaimanakah nasib Katie dan Hunter si baby yang tampan dan menggemaskan. Semoga tidak terjadi apa2 dengan mereka terutama bocah kecil itu.
Just wait n see......