Juli 11, 2015

CATATAN DI MINGGU PERTAMA JULY

Sudah lama banget tidak nulis. Bukannya karena ga ada yang pengin ditulis, tapi karena memang bener2 lagi ga sempat nulis dan memang yang tidak lagi memaksakan diri untuk menulis seperti dulu.
Ya, aku sedang menikmati hidupku saat ini. Hari2 berjalan mengalir dan mengalir tanpa beban. Banyak kesibukan membuatku tak lagi sempat melakukan hal2 yang dulu biasa kulakukan.
Terlebih aku memang sedang tidak melow. Hahaha... suasana melow benar2 meningkatkan adrenalin untuk menulis. Rasanya pengin saja terus menulis dan menulis.

Tak terasa genap 11 tahun sudah aku di Bandung. Yah, 11 tahun yang lalu tepatnya 7 Juli 2003, itu adalah saat pertama kali aku mulai memantapkan diri untuk berada di kota yang sampai sekarang masih setia kutinggali.

Kerasan?
Aku tidak tahu ini disebut apa. Yang jelas aku merasa baik2 saja di sini. Meski terkadang rasa bosan dan jenuh itu datang, tapi buatku itu tidak terlalu mengganggu. Aku memiliki banyak me time sekarang2 ini. Haha biarpun cuma sebentar doank di malam hari. Ditemani Hurrem yang tiap malam ga pernah absen menemaniku sampai jam 12 malam. Dan mungkin ini yang membuatku sulit untuk mewujudkan tekadku untuk belajar tidur lebih awal.

Target?
Apakah target2ku saat ini sudah terpenuhi?
Yang jelas, yang aku tahu impian terbesarku beberapa tahun ini sudah terpenuhi.
‘Ranu Kumbolo’
Yeaaayyyyy...... Mungkin bagi orang lain itu bukanlah hal yang hebat. Hal yang biasa saja dan banyak orang bisa melakukannya. Bahkan banyak yang sudah sampai puncak mahameru.
Tapi buatku ini benar2 di luar ekspektasiku.
Aku yang sejak kecil banyak serba dilarang ini itu oleh orangtuaku. Yang terpaksa mengikuti aturan yang ketat. Yang dulu sampai SMA bahkan menginap di rumah teman pun ga pernah boleh, apalagi sampai pergi ke luar kota.
Pernah mencoba minta izin untuk naik gunung pun tidak diperbolehkan. Aku yang gampang sakit2an dan tidak memiliki kepercayaan diri untuk bisa mencapai tempat yang tinggi. Akhirnya di usiaku yang boleh dibilang cukup matang (:D bukan tua ya), kesampaian juga mpe Ranu Kumbolo 2400 mdpl.
Buatku ini adalah pencapaian terbesarku sampai saat ini.
5 ½ jam jalan kaki. Perjuangan yang melelahkan dengan menggendong ransel yang berat. Hohoho..... akhirnya bisa kulihat juga surga dunia yang sangat menawan itu. Rasa lelah yang terbayar sempurna ketika pada akhirnya menginjakkan kaki di sana.

Sudah puas?
Must list-ku beberapa tahun ini sudah tercapai. Bromo, Thailand, Lombok, Ijen, dan Ranu Kumbolo.
Dulu aku pernah bilang. Asalkan tempat2 itu sudah bisa kukunjungi, aku rela jika sesudah itu pada akhirnya aku menikah dengan seseorang yang tidak memberiku keleluasaan untuk bisa bebas jalan2 semauku. Hihihi... Tapi tentu saja aku tetap berharap jika suatu saat aku menikah, aku menikah dengan seseorang yang klop klo kuajak jalan2. Orang yang juga sama narsisnya denganku, orang yang sama2 doyan makan sepertiku. Hahhaha....
Biar lebih enak jalan2nya. Biar pas difoto ga olangan ae. Bisa sharing cost, sukur2 full disponsorin. Hahhahaha.... ngarep.

Must list yang lain?
Tentu saja aku masih punya must list yang lain. Dan masih banyak lagi tempat2 yang pengin kukunjungi. Tapi sekarang aku sudah tidak memaksakan diri lagi. Aku memaksakan ke Ranu Kumbolo dan Ijen lebih dulu karena aku memperhitungkan fisikku. Mumpung aku masih kuat dan mampu. Sampe2 tiap ada yang tanya, “Kapan nikah?’
Aku jawab,’Nti klo sudah kesampaian ke Ranu Kumbolo.’ And now.... it’s done!!!!
Aku sekarang sudah mulai mikir untuk bisa nabung meskipun mpe sekarang juga masih belum bisa nabung. Aku memiliki mimpi2 yang hanya bisa kuwujudkan jika aku punya banyak modal. Hahaha..... ga mau lebai ngarep tiba2 dapat rezeki nomplok turun dari langit.
Kadang mikir. Kapan ya, aku bisa mandiri secara finansial. Kapan ya aku bisa bikin in bikin itu yang tanpa tiap hari harus kuawasi, aku bisa banyak menghasilkan dari itu. So..... aku bisa ambil cuti panjang untuk travelling around the world. Huehuehue iri sangad ama mas2 n mbak2 bule yang sering kutemui saat travelling dan mereka memiliki waktu yang sangat panjang untuk mengunjungi banyak negara dalam waktu beberapa bulan bahkan mpe setahun.

And now?
u must wake up now. So much u must to do.  :D



April 21, 2015

JENUH DENGAN GRUP WASAP

Aku belakangan ini mulai benar2 jenuh dengan wasap. Rasanya jadi seperti tidak ada privacy lagi. Bahkan hp pun sekarang sering ku silent. Saking tidak tahan dengan banyaknya notifikasi2 yang ga pagi, ga siang, ga malam masuk dan terus saja masuk. 

Ya, di add ke banyak grup yang sebenarnya di beberapa grup aku ga pengin join. Sudah pernah left, tapi akhirnya di add lagi.Berharap seandainya kita di add ke grup tidak langsung otomatis masuk ke grup, tapi butuh approval kita. Moga2 pihak wasap mendengarkan aspirasi pelanggannya ini.

Entah kenapa kadang2 orang suka tidak tahu dengan kesibukan orang lain. Tidak merasa atau berpikir bahwa bisa saja ada yang merasa terganggu dengan rumpian2 ga penting yang sebenarnya bisa lewat japri atau grup kecil karena tidak semua orang berkepentingan dengan apa yang diobrolkan. 
Belum lagi hp-ku yang suka nge-hang dan jadi lelet karena overload kebanyakan message. ( maklum hp jadul :D )
Belum lagi tangan pegel, bentar2 harus tekan 'clear all'. Nangis......
Yeeeaah.... aku sekarang jarang banget baca obrolan2 di grup wasap. Males musti scroll ratusan message tiap harinya. 

Pernah, kuberanikan diri left dari grup. Saking tidak tahannya dan habis kesabaran. Aku janjian dengan beberapa temanku yang juga merasa makin lama obrolan di grup semakin annoying. Ga peduli lagi apa interpretasi mereka terhadap kita.
Dan kemudian kita tahu apa tanggapan temen2 di grup berkat salah satu temen yang masih jadi anggota grup meng-capture reaksi temen2 di grup atas hengkangnya kita. Hahaha..... rame bener. 
Tapi akhirnya sekarang aku join lagi karena di add lagi. Yeaaaah.... temen2ku sekelas SMA yang selamanya akan selalu ada di hatiku. Temen2 yang ga banyak berubah, tapi cowok2nya errornya jadi pada semakin parah. Hahahaha.......
Temen2ku cowok yang kata salah satu temenku pada takut sama ibu2 PKK ( istri mereka ;p) karena mereka aktif chat wasap di siang hari di saat jam kerja, dan anteng malam hari saat sudah pulang ke rumah. Pasukan suami2 takut istri. Hihihi.... 

Ada juga yang aku di add di grup komunitas PNS yang aku ngerasa aku tidak perlu ada di situ. Sepertinya admin-nya add all contact yang ada di hp-nya. Langsung kuputuskan untuk left yang kemudian di add lagi dan aku left lagi. Untung, tidak di add lagi karena memang langsung ku block.

Tapi aku masih tergabung di grup yang aku tidak pengin ada di sana dan aku tidak tahu kapan saat yang tepat buat left. Salah satu temanku menyarankanku untuk jangan left karena klo aku left nanti bakal di japri sama adminnya. Huehuehue.... sabar. Ya sudah, keep silent ajah dan langsung clear all ratusan message yang masuk tanpa pernah sempat kubaca.

Rasanya kadang2 pengin kulempar saja hp. Ato langsung kubuang no dan ganti dengan yang baru. Huehue... tapi itu tidak mudah. Susah musti kampanye lagi announce no-ku yang baru. Haha lebai....

Sepertinya memang harus dipikirkan untuk memisah hp untuk urusan pribadi dan keluarga, urusan kantor dan hp untuk go public. Hp go public yang prefer dimatikan saat jam kantor karena sangat mengganggu konsentrasi kerja.

Huehue... benar saja, teknologi semakin menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh bahkan yang sebenarnya kita pengin menjauh saja malah juga ikut mendekat. Puyeng dah.....

Aku tidak lantas merasa harus uninstall wasap karena aku merasa ini benar2 memudahkan komunikasi baik dengan keluarga, sahabat, relasi kantor maupun komunitas kita. Selain mudah, praktis juga murah.

So.... sementara sabar dulu ya mbak sebelum kebeli hp yang baru. 
Iya deh..... hahahha.....

HP di-silent, hidupku terasa lebih damai ^_~

April 09, 2015

SANTA FRANSISKA

Santa Fransiska adalah santa pelindungku. Dulu benar baca tentang kisahnya tapi hanya cerita sekilas di buku ensiklopedi orang kudus. Sekilas karena di buku itu cuma diulas sekilas. Penasaran pengin tahu detail tentang kisah Santa pelindungku ini, akhirnya aku hari ini browsing dan nemu kisahnya dari blog ini : http://khaelel.blogspot.com/2009/09/sejarah-santa-fransiska-romana.html

Senang sekali akhirnya aku tahu cerita tentang Santa Fransiska, tentang kepeduliannya pada kaum miskin bahkan sampai rela membagi hartanya yang mulai menipis demi membantu mereka yang lebih membutuhkan.
Semoga aku bisa meneladaninya.

Berikut kisahnya :

Santa Fransiska Romana


Pesta: 9 Maret


Fransiska dilahirkan di Roma pada tahun 1384, dan berasal dari keluarga kaya dan beradab. Ia melanjutkan sikap ibunya yang tenang dan penuh kesalehan terhadap Allah. Dan dari ayahnya, ia meneruskan sikap dan pendirian yang kuat dalam dirinya. Ketika berumur sebelas tahun, ia menemukan bahwa Tuhan menghendakinya untuk menjadi suster. Keinginan untuk menjadi suster ini amat ditantang oleh ayahnya. Ayahnya mengatakan bahwa ia masih terlalu mudah untuk mengetahui kehendak Allah, namun ia sudah tidak terlalu muda untuk menikah. Ayahnya sudah mengatur perkawinan Fransiska dengan anak seorang kaya lainnya. Kebiasaan di Roma saat itu, sang ayah memiliki kuasa bahkan untuk menjual anaknya untuk dijadikan budak, atau memberikan perintah agar anaknya dibunuh.

Fransiska memahami hal ini, yakni bahwa ayahnya akan berbuat apa saja agar ia dipaksakan untuk menikah. Namun baik sang ayah maupun Fransiska saling tidak mendengarkan satu sama lain. Fransiska tetap berkeras hati dan dan dengan penuh ratap tangis berdoa kepada Tuhan agar hal tersebut tidak tejadi, sampai akhirnya suatu saat bapa pengakuannya memberikan suatu pertanyaan: "Apakah engkau menangis karena engkau ingin melakukan kehendak Allah, atau karena engkau menghendaki agar Allah melaksanakan kehendakmu?"

Fransiska akhirnya bertekuk lutut, dan dengan berat hati menerima perkawinan yang telah diatur tersebut. Orang-orang di sekitarnya sungguh tak mampu memahami alasan penolakan perkawinan oleh Fransiska, karena suaminya - Lorenzo Ponziani merupakan seorang yang baik, seorang dari keluarga beradab dan kaya. Lorenzo Ponziani adalah seorang yang amat ideal, namun bagi Fransiska, ia telah mempersembahkan dirinya sebagai mempelai Kristus.

Suatu mimpi buruk terjadi. Pada suatu kesempatan pesta pernikahan, mertuanya menyuruh Fransiska untuk melayani para tamu agung yang datang. Fransiska yang berumur 13 tahun itu yang sering kali senang berpuasa ini, menemukan bahwa pesta ria merupakan beban bagi dirinya. Dan dalam kesempatan pesta tersebut ia jatuh pingsan dan tidur dalam keadaan coma untuk jangka waktu yang panjang. Ia tak bias mebalikan badan dan tak bisa makan ataupun berbicara. Dan dalam kesempatan mati suri tersebut, ia bermimpi melihat seorang kudus, St. Alexis. Orang kudus ini adalah juga anak seorang kaya, yang juga melarikan diri dari rumah dan menjadi seorang peminta-minta karena ia tak ingin menikah. Setelah beberapa tahun menjadi peminta-minta dan kembali lagi ke rumah orang tuanya, ia sama sekali tak dapat dikenal oleh keluarganya, dan hanya bias tidur di tangga rumah orang tuanya. Fransiska mungkin juga mengalami hal yang sama, yakni tak dikenal dan ditolak oleh anggota keluarganya, mereka tak mampu melihat bahwa ia ingin memberikan segala-galanya demi Yesus. St. Alexis mengatakan kepadanya bahwa Tuhan sedang memberikan kepadanya dua pilihan, yakni apakah Fransiska ingin untuk sembuh kembali atau tidak. Fransiska membisik kepada St. Alexis; "Kehendak Allahlah yang harus terjadi." Kalimat ini bias merupakan kalimat yang berat untuk dikatakan saat itu, namun merupakan pilihan yang tepat. St. Alexis lalu berkata kepadanya; "Kalau demikian, engkau harus hidup demi kemuliaan namaNya." Dengan segera ia sembuh kembali secara total. Setelah kesembuhan yang ajaib ini, suaminya Lorenzo menjadi lebih setia kepada Fransiska dan dipenuhi keheranan yang mendalam.

Ibu mertuanya masih menginginkan agar Fransiska bergabung dengan kaum VIP untuk menghadiri berbagai pesta. Sang mertua sungguh mengharapkan agar Fransiska bias mengikuti jejak puterinya Vannozza yang nampak gembira dan bahagia mengikuti berbagai pesta ria. Namun suatu saat, Venozza menemukan Fransiska menangis sendirian di salah satu sudut taman. Setelah Fransiska menceritakan apa yang ada dalam hatinya, baharulah diketahui bahwa Venozza juga memiliki keinginan yang sama yakni untuk mempersembahkan hidupnya seutuhnya bagi Yesus. Keduanya menjadi teman akrab, dan bersama-sama membuat perencanaan bagaimana caranya agar hidup mereka sungguh menjadi suatu persembahan bagi Tuhan. Mereka memutuskan untuk tetap mentaati kewajiban mereka dalam hidup berkeluarga. Fransiska masih tetap mengenakan pakaian kebesaran (walau dalam hatinya ia menolak), juga masih mengikuti berbagai pesta para VIP, dan di atas segalanya, mereka HARUS melakukan semuanya itu dengan penuh gembira. Namun setiap hari mereka harus bersama-sama mengikuti perayaan Ekaristi, sama-sama mengunjungi orang miskin dan yang sakit, mengunjungi kaum penjara. Dalam rumah mereka juga dibuat sebuah kapela kecil tempat di mana mereka bias berdoa bersama-sama. Namun di masa itu, kaum wanita tak diperbolehkan untuk berkeliaran di tengah tempat-tempat kumuh kaum miskin, dan karena itu mertuanya ditertawakan oleh teman-temannya.

Ketika mertuanya meninggal, Fransiska diangkat sebagai seorang yang berkuasa untuk mengatur harta milik keluarga. Kesempatan emas yang kini ada di hadapannya Suatu saat, terjadilah kelaparan besar di Roma. Fransiska mengeluarkan segala harta kekayaannya untuk dibagikan kepada kaum miskin. Namun ayah mertuanya menjadi marah karena tindakan Fransiska tersebut, karena itu ia menjual semua stok makanan yang ada dan hanya meninggalkan sedikit sisa demi kebutuhan mereka. Namun pada saat demikian, keadaan kaum miskin menjadi sangat parah. Karena itu Fransiska mengeluarkan sisa makanan yang masih tersimpan di gudang, semuanya diberikan kepada kaum miskin. Keluarga mereka kini terancam bahaya kelaparan. Namun suatu saat, ketika berusah mencari sisa-sisa makanan dalam gudang tersebut, mereka menemukan sebuah mukjizat, gudang mereka penuh berisi makanan berlimpah ruah.

Secara singkat, Fransiska adalah seorang kudus yang mengabdikan dirinya kepada Tuhan. Ia melayani Tuhan lewat pelayanannya terhadap kaum miskin dan lewat pelayanan terhadap mereka yang terbuang.

Februari 06, 2015

L.E.L.A.H.

Aku lelah...
Sangat lelah.
Rasanya kepala sudah mau meledak
Seperti ada yang terus berputar-putar di kepalaku
Dan mereka yang di sekelilingku jadi kena imbas luapan emosiku
Maaf....
Semuanya terasa begitu membingungkan
Hal yang sebenarnya sederhana dibikin menjadi begitu rumit dan berbelit-belit
Aku tahu harusnya ini semua sudah bisa dibereskan dari dulu-dulu
Menjadi berkepanjangan karena semuanya tidak mau duduk satu meja menyelesaikan bersama
Hohoho...... kuharap ini semua segera berakhir
Jangan sampai aku benar2 nyemplung ke laut......
Hahaha.... #kidding


Sepertinya aku butuh picnic...... :D

Desember 18, 2014

TUGAS KOOR PERTAMA

Bersemangat banget....
Lingkunganku akhirnya mendapat juga tugas mulia untuk berpartisipasi tugas koor di gereja. Ya, maklum saja, lingkungan di tempatku merupakan lingkungan yang baru terbentuk belum lama ini, jadi saat ini kami sedang semangat2nya. Sejak kemarin kita berhasil meraih juara III waktu lomba koor, kita semakin mantaph untuk ikut tugas koor di gereja, dan semakin besar peluang kita untuk dijadwalkan tugas koor.

Ya, selama ini kami koor masih bergabung dengan lingkungan lain. Dan akhirnya tgl 11 Januari 2015 nanti di hari Pembaptisan Tuhan, untuk pertama kalinya kami mendapatkan jatah tugas koor. Tugas yang Puji Tuhan bisa digeser mundur 1 minggu karena banyak diantara kita yang tgl 4 Januari masih mudik.

Hohoho.... Semoga pada saatnya nanti semua berjalan lancar ya....

Bangun tidur aku tertawa mendapati meja dan kursi ruang tamuku balatak dengan teks2 lagu. Mengingatkanku akan suasana kamar kost-ku jelang ujian. Hahahaha... sudah lama tidak melihat yang seperti ini. Ya, aku kebagian menyiapkan teks lagu sekaligus mengurutkan teks-nya satu2. Teks2 untuk latihan nanti sore. Kemarin aku pulang sudah malam karena ada meeting, jadi terpaksa harus lembur untuk membereskan teks misa yang baru sempat kucopi di sore hari. Pagi2 teks sudah harus kutitipkan ke tetangga untuk mengantisipasi kalau2 sore ini aku pulang telat lagi.

Yeeeeaaah.... Tugas koor pertama kita teman-teman.
Semangaaaat!!!!!!!!!!!!!!!

Desember 13, 2014

IKUT LOMBA TUMPENG

Hari Rabu tgl 3 Desember kemarin, Lingkunganku ikut Lomba tumpeng. Tentu saja yang kebagian tugas masak ibu2 yang jago masak. Di tempatku tugas mulia ini, orang yang paling tepat untuk mengembannya adalah Bu Subadi. Jadilah Bu Subadi yang sibuk menyiapkan segala sesuatunya sekaligus memasak dan mencetak tumpeng lengkap dengan lauk pauk dan urapnya. Sedangkan aku hanya membantu bagian mempercantik tumpeng karena memang aku tidak punya banyak waktu untuk membantu. 

Kegiatan sudah dimulai sejak Selasa siang. Rombongan ibu2 pada kerja bakti nyiapin bumbu2 dan bahan2 untuk tumpeng dan lauk pauk. Aku baru bisa mulai membantu pukul 8 malam karena hari itu di kantor ada meeting sampai malam. Kebetulan aku hari minggu main ke Lembang, jadi bahan buat garnis aku bisa sekalian beli di sana. Lumayan kan bisa dapat sayur-sayuran dengan harga yang lebih murah.



Sayuran hasil beli di Lembang

Hari Senin malam aku mulai mencicil bikin garnis dan baru kelar pukul 12 malam. Garnis disimpan di kulkas dan untuk garnis cabai dan timun aku pesan ke Ibu2 untuk membantu merendamnya keesokan hari dengan air es supaya garnisnya mekar. Kan jadinya lebih cantik.

Hari H. Hari yang super duper menegangkan. Hujan turun dengan derasnya. Tumpeng sudah harus di gereja pk.16.00 kalau tidak mau didis. Sedang aku baru bisa izin pulang dari kantor pk.14.00. Dengan menerobos hujan deras, akhirnya aku cepet2 pulang. Sampai rumah pk.14.30. Sampai di tempat lokasi bikin tumpeng, terjadi kepanikan saking takut ga keburu jam 16.00 sudah di gereja. Mana lampu juga mati dari pagi. Akhirnya gerak cepat kita berbarengan menghias tumpeng. Suasana jadi panas. Akhirnya si teteh yang bantuin harus bersabar diomelin sana-sini. Hehe... maaf ya teh, harus maklum ya...

Pk.15.35, kita segera berangkat ke gereja untuk mengantar tumpeng. Heboh pokoknya. Tumpeng kita kan besar, hampir tidak muat masuk via pintu mobil. Dua orang memegang tumpeng dengan super duper hati2 takut dekorasinya pada jatuh, dua orang lagi memayungi tumpeng dengan plastik, takut kejatuhan air hujan. Di dalam mobil, kita bertiga memangku tumpeng. Tiap melewati polisi tidur, tumpeng kita angkat, takut hiasan nanti pada rusak. Mana baru ingat belakangan klo piring kecil dan sendok untuk juri mengicipi tumpeng ketinggalan. Menelepon sana-sini bermaksud minta tolong supaya menyusulkan tumpeng, pada ga diangkat. Dan asetelah untuk kesekian kali menelepon, akhirnya ada juga yang mengangkat dan bisa menyusulkan piring dan sendoknya. Dan syukurlah pk.15.55 tumpeng sudah sampai dengan selamat di gereja.

Ini penampakan tumpeng hasil kerja keras kita. Cukup memuaskan untuk yang baru pertama kali ikut lomba.
tadaaaa.....


Tumpeng tampak belakang
Tumpeng tampak depan


Ini nasinya ada yg coel karena dipotret setelah diicip juri
 Dan untuk bebek lucu yang cantik ini aku terinspirasi dari blog ini:  https://bundatwinskitchen.wordpress.com/category/nasi-tumpeng/


Dan bagaimana dengan hasil lombanya?
Kasih tahu ga yaaa...... :D



haha... Kita juara III. Biarpun sebenarnya pengin juara I, tapi kita tetap girang mendengarnya. Terimakasih atas kerjasama teman2 semua. Terimakasih atas masakan bu Subadi yang enak. Yang akhirnya di akhir acara, tumpeng kita diserbu umat. Dan banyak yang komentar: "Tumpengnya enak"
Hehe... ya enaklah. Siapa dulu yang bikin. Bu Subadi..... ^_^

MENGURANGI MINUM OBAT

Hari ini aku tepar ga masuk kerja. Akhirnya kena flu juga. Pertahananku ambrol. Dopping vitamin sudah tak bisa menolongku. Ya, maklum ada banyak virus flu yang berkeliaran, teman2ku banyak yang kena flu. Ditambah cuaca yang tidak mendukung, hampir saban sore sampai malam hujan deras.

Berhubung aku dua tahun belakangan ini bertekad akan mengurangi minum obat. Minum obat hanya klo benar2 perlu saja, so akhirnya aku berupaya menghindari yang namanya obat. Yang penting asupan makanan dijaga dan ga boleh kurang tidur.

Belakangan ini klo lagi ga enak badan, andalanku adalah tolak angin, teh hijau dan madu. Juga aku suka minum teh lo han kuo untuk pagi hari bangun tidur dan jamu beras kencur anget made  in Akar Wangi Solo tiap malem sebelum tidur. Ditambah dopping You C1000 dan klo pas di kantor minum suplemen.Haha iklan semua ya. Ini bukan iklan ya, karena aku emang suka produk2 ini.

Klo lagi sakit, lidah suka berasa pahit, makan apapun terasa ga enak. Tapi biarpun ga doyan makan, ga boleh terus ga makan sama sekali kan. Tubuh nanti dapat tenaga dari mana klo ga makan. Klo lagi sakit aku doyannya makan yang kuah2. Kayak soto dan baso dengan kuah bening tanpa kecap saos sambal. Dan andalanku saat sakit adalah sayur bening bayam hasil petikdari kebun sendiri. Ya bayam, biar kuat kayak Popeye.

Ya, sekarang2 ini sebisa mungkin aku ga minum obat karena aku tahu obat itu sebenarnya racun. Residunya akhirnya akan mengendap di darah kita. Dua tahun ini aku lebih memilih terapi refleksi. Ditusuk-tusuk pakai kayu gitu. Sakit tidak? Jangan ditanya, sakitnya pake banget. Tapi habis itu kondisi badan kita akan jauh lebih baik. Dari terapi refleksi inilah aku tahu di darahku ada banyak endapan obat. Indikasinya waktu ditusuk di telapak kaki akan berakibat bekas merah2 yang lama ilangnya. Itu dulu di awal2 aku refleksi. Sekarang sejak aku jarang minum obat, jadi tidak berbekas lagi saat direfleksi.

Ya, bapak therapist-nya prefer menggunakan ramuan2 dari bahan2 yang bisa didapat dari alam. Karena lebih aman dan tidak ada efek samping. Aku baru minum obat jika maag-ku kambuh, lambung berasa perih nyeri kayak ditusuk-tusuk, aku baru minum obat maag, itupun aku cuma konsumsi 1 butir obat kunyah saja.

Bapak therapist-nya sebenarnya berdomisili di Yogya. Karena banyak yang berminat untuk direfleksi, akhirnya setiap bulan aku bertugas mendatangkan si Bapak theraphyst ini ke Bandung. Tidak terasa sudah berjalan hampir dua tahun. Kita patungan ongkos transport si Bapak dengan membaginya sejumlah pasien refleksi.

Tiap kali asam lambungku tinggi atau darah rendahku kambuhdan ditangani Bapak ini, keadaanku jadi lebih baik. Tapi ya tiap aku stress atau telat makan,atau nekad makan pedas, maag-ku bisa kambuh lagi.

Aku sebenarnya bukannya dilarang sama sekali makan pedas. Makan pedas boleh tapi ga boleh terlalu pedas, Dan pedasnya juga ga boleh pedas dari bumbu2 instant. Ternyata pedas instant itu jauh lebih jahat dari pedas alami,

Akibat dari mengurangi obat ini, banyak koleksi obatku yang terpaksa harus dibuang karena sudah kadaluarsa. Hahaha…. Berarti memang bener sekarang niatku untuk mengurangi minum obat sudah berhasil.

Oh ya… flu kali ini, aku menerapkan resep dari Nick n Ibu. Disuruh mengiris bawang merah, ditaro di kamar di dekat tempat tidur saat tidur. Untuk melawan virus flu. Bagusnya tiap 4 jam sekali irisan bawang merahnya diganti. Ga tau manjur atau ga, bukankah saran yang bagus apa salahnya untuk dicoba.
Semoga fluku kali ini cepet sembuh biar ga menghambat aktivitas dan rencana2ku terutama pekerjaanku yang lagi seabrex. Deeeuuuuh… ingat kerjaan lagi jadi pusing lagi dah. Hahahaha…..