Mei 17, 2011

MUDIK LEBARANKU TAHUN 2010

Sunday, May 15, 2011

Sebenarnya ini kejadian tahun lalu, tapi buatku ini merupakan hal seru yang kualami tahun kemarin dan kurasa wajib kuabadikan lewat tulisanku supaya di masa tua nanti aku bisa tertawa saat membacanya.

Flash back ke bulan September tahun 2010.

Aku sebelumnya memutuskan tidak akan mudik saat Lebaran, selain berhemat juga untuk menemani etil yang terpaksa merayakan Lebaran di kost karena tidak libur. Di saat2 terakhir waktu tahu ternyata liburku diperpanjang 1 hari, membuatku berubah pikiran. ‘Harus pulang.’
Hari Selasa tgl 7 September, 1 hari sebelum kepulanganku aku sibuk telepon sana-sini mencari tiket Bandung-Yogya. Tiket Yogya-Bandung aku tidak terlalu khawatir. Temanku yang kerja di PJKA bisa mengusahakannya. Hehe terimakasih.
Menelepon ke stasiun dan agen kereta, semua menyatakan semua tiket jurusan Yogya dan Surabaya sudah habis. Hohoho... really not like this!!!
Menelepon ke agen pesawat. Tiket pesawat dijual hampir satu juta. Hohoho... pemborosan.
Akhirnya aku beralih ke bus. Tiket Kramat Jati sudah habis, tinggal yang kelas ekonomi. Kelas ekonomi di saat Lebaran? Mending tidak usah. Dan beruntunglah aku akhirnya bisa mendapatkan tiket Pahala Kencana berangkat pk.15.00 dari Bandung. Aku minta tolong ke temanku yang menuju kantor pusat dan kebetulan melewatinya untuk membelikan tiket lebih dahulu. Kami berbeda bus coz dia naik Jackal Holiday yang aku sudah tidak kebagian tiket lagi.

Dengan minta izin pulang 1 jam lebih awal, pk.14.00 aku meninggalkan kantor menuju pool Pahala Kencana. Seperti biasa jelang Lebaran, di mana2 pasti macet. Apalagi pool-nya berada di Jl. Riau Junction yang memang pusatnya FO. Mencari taxi tidak ada. Becak yang tadinya da di gerbang luar kantorku pun tidak ada. Akhirnya dalam kondisi gerimis kuputuskan naik angkot. Asal naik angkot yang ke arah timur nti nyambung angkot nanya2. Pas nunggu angkot di pinggir jalan, di seberang jalan kulihat ada taxi yang berhenti coz lampu merah. Kuhampiri taxi itu dan untunglah bapak itu mau mengantarku. Legaaaa....
Memilih lewat Jalan Aceh supaya tidak terkena macet, akhirnya pk.14.45 aku sudah sampai di pool. Benar2 crowded dengan calon penumpang. Tak ada tempat duduk, akhirnya terpaksa menunggu sambil berdiri. Di sebelahku ada seorang bule cewek, tinggi, berambut pirang keriting. Dia sendirian. Salut aku.
Kasihan, siapa tahu dia perlu teman bicara akhirnya kuajak ngobrol.
Dia benar2 tidak tahu bus-nya yang mana? Sebelumnya dia mau naik kereta tapi ternyata kehabisan tiket. Tujuannya mau ke Yogya sama denganku. Waktu kutanya dia bilang bus-nya berbeda denganku. Dia menunjukkan tiketnya. Ketika kutanyakan ke petugas, petugas bilang bus-nya sama denganku. Kujelaskan ke dia klo busnya sama denganku. Untung kutanyakan ke petugas, klo tidak dia bisa naik bus yang salah.

Salut dengannya. Namanya Corina. Dia berasal dari Inggris. Mahasiswi yang bikin janji dengan teman2nya melakukan tour ke berbagai negara selepas kuliah. Berangkat sendiri2 sebagai backpaker dengan bekal buku saku yang di situ tertulis nama2 hotel, tempat wisata, stasiun dan rumah sakit. Waktu aku tanya tujuannya di Yogya dia menunjukkan nama sebuah hotel di dekat2 Jl. Malioboro.
Keterbatasan vocabulary sungguh membatasi percakapanku dengannya coz dia sama sekali tidak bisa berbahasa Indonesia. Tapi sedkit2 meskipun dengan bahasaku yang kacau balau, kami terlibat percakapan.

Dia dan teman2nya merencanakan 7 bulan tour keliling Asia. Dia sendiri sudah berkunjung ke Cina selama 3 bulan, ke India selama 1 bulan, ke Malaysia, Thailand, Vietnam dan Singapura. Tujuan terakhirnya ke Indonesia. Dia sudah mengunjungi Jakarta dan Medan lanjut ke Bandung. Dari Bandung dia akan ke Yogya kemudian lanjut ke Bali. Dia saling sharing pengalaman dengan teman2nya yang sudah lebih dulu berkunjung ke negara2 tujuan via e-mail. Ya, dia sama sekali tidak memegang handpone. Memanfaatkan internet yang disediakan hotel. Hebat ya. Berani amat. Cewek, sendirian di negeri orang.

Diantara sekian negara yang dikunjunginya, dia paling mengalami kendala bahasa di Cina coz di sana jarang yang bisa berbahasa Inggris. Makanan yang dia merasa tidak cocok, di India coz sangat berempah. ‘So spicy....’, katanya.
Ketika kutanya antara Thailand dan Vietnam lebih bagus mana, dia bilang lebih bagus Vietnam coz ada lebih banyak bangunan bersejarah. Dan wisata di Vietnam jauh lebih murah daripada di Thailand coz di sana apa2 masih murah. Tapi wisata laut lebih bagus di Thailand. Soal bahasa meskipun di sana jarang penduduk lokal yang bisa berbahasa Inggris, tapi dia tidak mengalami kendala yang berarti coz banyak turis yang bisa berbahasa Inggris di sana.

Soal masakan Indonesia, dia merasa lidahnya cocok dengan masakan Indonesia. Dia suka masakan Padang. Hehehehe.....

Akhirnya pk.15.30 bus kami datang. Aku duduk sejalur dengan Corina tapi berbeda kursi. Perjalanan diwarnai dengan hujan gerimis. Dari arah Bandung tidak terlalu macet, mungkin karena hujan jadi intensitas kendaraan rada berkurang. Sampai di Nagreg, Garut. Olalala.... macet 1 jam lebih. Aku yang mulai merasa bosan akhirnya update status,’Berdiri, melihat ke depan mobil, ke kanan dan ke kiri juga mobil. Semuanya diam, lagi di-pause. Ayo donk buruan di-play. Pengin cepat the end neee.....’

Sebelahku seorang cewek berkerudung, anak SMA yang mudik ke Purworejo. Dia bersama ayah dan ibunya yang duduk di belakangnya. Untuk mengurangi bosan kami banyak menngobrol ngalor-ngidul sampai akhirnya kami merasa mengantuk dan tertidur.

Dan aku baru tahu, ternyata tiket bisa digunakan sekaligus sebagai voucher makan di sebuah rumah makan di Tasik. Hohoho... free makan malam. Makan tengah malam tepatnya coz kami kemalaman mpe sana. Pk.23.30 kami baru makan. Corina yang ga tahu klo tiketnya yang digunakan untuk membayar, akhirnya naik ke bus dulu mengambil tiketnya yang tidak dibawa serta. Di kasir tiket makan yang sudah digunakan akan disobek. Dihitung jika makanan yang kita ambil melebihi budget akan diminta biaya tambahan. Dan untunglah harga makanan prasmanan yang kuambil masih sesuai budget, so aku tidak perlu membayar ekstra.

Aku memilih semeja dengan Corina. Dia duduk semeja dengan teman sebelahnya di bus, seorang cowok. Untunglah cowok itu bisa berbahasa Inggris. Bahasa Inggrisnya tidak begitu lancar tapi kurasa jauh lebih baik dariku. Hehehehe... Aku baru berani mengajak ngobrol Corina setelah cowok itu pamit mau ke wc. Malu dengan bahasa Inggrisku yang berlepotan.
Kulihat Corina cuma mengambil lauk sedikit sekali. Nasi, cap cay dan 1 bh perkedel. Itu pun tidak habis dimakannya.
Ketika kutanya soal makanannya, dia bilang masih kenyang dan tidak mau masakan yang pedas. Lho katanya suka masakan padang. Hehehe... mungkin sudah kelewat malam, nafsu makan sudah hilang.
Aku biarpun sudah terlalu malam, waktu itu cukup menikmati makananku. Kuhabiskan semuanya. Lapeeer.

Ketika kutanya, perihal dia menghabiskan begitu banyak uang dengan tour Asia-nya ini, dia bilang gapapa. Setelah ini dia akan bekerja untuk mengganti uang yang telah dihabiskannya. Habis banyak gapapa ya, tapi begitu banyak pengalaman berharga yang kamu dapatkan. Great Corina!!! Kamu hebat....

Ternyata macet yang amat sangat harus kurasakan. Mana handpone-ku sudah mulai lowbat. Kuiri-irit untuk menghubungi rumah minta dijemput adikku. Ya, aku memang tidak bilang ke orangtuaku kalau mau pulang coz memang sejak awal memang berniat tidak pulang. Mau kasih surprise. So cuma dedeku yang di Papua dan Nick yang bertugas menjemputku yang tahu.

Karena bosan, akhirnya aku buka fb. Ketika banyak yang nanyain sudah sampe mana, kujawab masih ada di Kebumen. Emang Kebumen tu seluas apa sih. Lihat jam pk.07.00 masih di kebumen. Lihat jam lagi pk.09.00 masih di Kebumen juga. Hohoho....

Saking lamanya di bus, aku mpe apal ma penumpang2nya. Kita saling ngobrol. Ada dua bayi di bus, dan untungnya sama sekali tidak rewel. Ya, AC-nya lumayan dingin sehingga tidak berasa gerah sama sekali.
Teteh yang disampingku dia bersama dua anaknya. Yang satu masih bayi. Anak yang lebih gedhe duduk bersama suaminya. Dia bercerita klo terpaksa harus merelakan 4 tiket Kramat jati 1 hari sebelumnya coz ternyata tidak bisa dikembalikan. Suaminya di hari keberangkatan ternyata ada tugas dadakan jadi terpaksa tiket diundur sehari. Rp.800.000,- melayang begitu saja. Teteh ini tujuannya ke Malang, memang aku naik bus jurusan Malang. Hohoho... ke Malang bakal nyampe jam berapa.

Akhirnya pk.10.30 sampailah aku di Yogya. Legaaa.... 18 jam bo. Kapoook..... Ga akan mudik Lebaran naik bus lagi.
Pamitan ma penumpang2 yang lain, berterimaksih dengan sopir dan kenek yang semuanya ramah dan baik hati, akhirnya aku turun. Menunggu dijemput Nick di perempatan. Aku tidak keburu berpamitan dengan Corina coz dia masih tidur, tidak enak mau membangunkan.

Ayah dan ibu, terutama ibu sangat surprise dengan kepulanganku. Nick menemui ibu yang lagi memasak di dapur dan bilang klo ada tamu penting. Aku segera menyusul ke dapur, berdiri membelakangi ibu. Ketika melihatku, ibu shock, ga bisa berkata apa2, terbengong-bengong. ‘Lho, katanya tidak pulang?’
Hehehehe... surprise!!!!

Ketika aku bercerita ke Nick tentang pertemuanku dengan Corina, Nick menyayangkan kenapa Corina tidak diajak serta ke rumah. Kasihan. Nick mau mengantar jalan2 sekalian untuk memperlancar bahasa Inggrisnya.
Mendengar niatnya, akhirnya kukirimkan email ke Corina, bahwa aku dan adikku bersedia mengantar jalan2 di Yogya. Corina membalas dengan mengundang kita minum kopi di sebuah cafe, tapi kemudian sorenya dia batalkan coz ada perubahan rencana, bersama teman2nya dia berangkat ke Malang, climb the mountain. Heheehe... ke Bromo rupanya. Dia lebih tertarik naik gunung. Mungkin sehari sebelumnya ketika dia mendaki Merapi, kemudian diceritain tentang Bromo, dia menjadi tertarik dan antusias banget pengin ke Bromo.
Have fun Corina.....

Dan yang lebih membuatku tertawa. Temanku yang naik Jackal Holiday, baru mpe Yogya pk.16.00. Hohoho... 22 jam di bus. Untung aku ga kebagian tiket bus yang sama dengannya.
Hehehehe.... pengalaman mudik yang tak kan terlupakan.

Mei 15, 2011

SIMPATI MOVIE MANIA 2

Sunday, May 15, 2011

Hari Kamis siang, 12 Mei 2011, Dewot mengirimikan sms kepadaku dan arek2 L52 yang lain. ‘Mulai 13 Mei, setiap jumat ada Simpati movie mania’
Hohoho.... asyiiik. Berarti tiap jumat bisa nonton di XXI gratis coz poinku n anak2 masih cukup banyak.
‘Asyiiik...... So kita besok merayakan ultah etil di Chiwalk ya,’ sms replyku ke Dewot.

Dan akhirnya pk.15.00 kita semua sudah siap menukar 200 poin kita dengan tiket nonton. Pukul 15.00 teng, ku sent ‘simpatizone’ ke 777. Dan berhasil. Aku mendapatkan 4 tiket dari dua nomor yang poinnya kutukarkan.

Dasar Suretil. Tidak tahu kenapa di hari ultahnya malah terjadi human error. Dia salah ketik, mpe dua kali malah. Dia menukarkan poinnya dengan 2 tiket nonton di XXI Botani Bogor. Padahal 1 nomor maximal 2x penukaran. Ya sudah, nanti biar bisa 2x nonton, Suretil menukar poin manual saja di sana.

Pk.18.00 aku, Dewot n Konjet berangkat menuju Ciwalk. Etil langsung berangkat dari kantor. Segera ke area XXI untuk menukar tiket kita. Dan beruntunglah menukar poin secara manual bisa kita lakukan tanpa perlu membeli perdana. Hehehe.... jadinya masing2 bisa 2x nonton dengan masing2 2 tiket di tangan kita. Hehehhe...

Dan sekarang, selalu saja bingung tiap kali di depan loket. Mau nonton apa ya? Sekarang film-nya jarang yang bagus2. Sama sekali tidak ada rekomen mau nonton film apa. Tapi aku dan etil tau, ‘Source Code’ itu recommended banget, so menjadi pilihan pertama kita.
Rada bingung memilih film kedua. Aku sebenarnya pengin nonton ‘?’ film Indonesia hasil karya Hanung Bramantyo. Tapi Suretil tampak kurang antusias dengan film2 Indo. Akhirnya bermodal gambling, diputuskan nonton ‘Public Enemy No. 1 part 2’. Semoga bagus.

‘Source Code’ memang benar2 bagus. Keren abis. Film yang dilatarbelakangi teori quantum Fisika tentang kemungkinan2. Recommended banget pokoknya. Yang belum nonton, menontonlah. Like this!!!!!

Film kedua, cukup recommended buat yang pengin numpang tidur di bioskop. Aku yang benar2 merasa bosan, akhirnya merelakan melewatkan cukup banyak cerita. Tidurku lumayan nyenyak. Bangun2 film sudah mau usai. Kulihat Dewot n Konjet, mata mereka terpaku ke layar, tapi sama sekali tidak tampak antusias. Ya, mereka juga merasa bosan. Film yang aneh. Tahu gitu tadi nonton ‘?’ saja. Hohoho.... semua keluar dengan tertawa.

Pulangnya, kita mau kasih B’day surprise ke Etil. Dewot kuminta jalan duluan dengan Etil. Mereka berfoto-foto narsis di area luar Ciwalk sementara aku dan Konjet menyiapkan kue kecil dengan lilin2 kecil putih-ijo di atasnya.
‘Happy Birthday Etiiiil!!!!!’
Etil menyukai surprise kecil ini. Tiup lilinnya.........Hehehehe
Dan seperti biasa, kita lanjutkan dengan bernarsis ria.

Pk.00.30 kita sudah sampai di kost. Lanjut dengan makan tengah malam coz aku merasa benar2 lapar. Hehehe...
Kita makan sambil ngobrol2 keketawaan, menertawakan film ke-2 yang kita tonton.
‘Public enemy No.2 buat next Friday ya.....’, seruku ke anak2.
‘Hayuuu..... hayuuuu!!!!,’ semua tertawa......

MEMBAHAGIAKAN ORANG LAIN = MEMBAHAGIAKAN DIRI SENDIRI

Friday, May 13, 2011

Memang benar, melakukan sesuatu yang membahagiakan orang lain akan menularkan kebahagiaan kepada kita.

Aku tidak tahu apa yang terjadi denganku. 5 hari merasa sungguh tidak nyaman. Kondisiku benar2 sedang drop. Berbagai usaha kulakukan tidak juga membuahkan hasil. Stress dah.
Sejak dulu aku selalu takut mimpi menikah. Sehabis mimpi menikah selalu saja terjadi hal2 yang kurang menyenangkan. Tiap kali mimpi menikah, antara sadar dan tidak aku selalu berontak. Jangan... jangan... aku tidak mau melanjutkan mimpi ini.
Beberapa kali mimpi menikah, aku dan calon suamiku yang kebanyakan aku tidak ingat siapa dia, sudah berpakaian pengantin lengkap. Sebelum mulai mengucap janji pernikahan selalu saja ada gangguan hingga tidak sampai mengucapkan janji pernikahan. Setiap kali mimpi seperti ini, selang sehari dua hari kemudian, selalu saja aku jatuh dari motor. Firasat kali ya. Bahkan waktu kuliah, aku mimpi batal menikah karena lupa belum memakai selopku, aku masih memakai sandal jepitku warna pelangi. Dulu mpe beberapa hari aku ga mau memakai sandal pelangiku, takut yang kukhawatirkan terjadi. Sampai pada suatu sore, karena terburu-buru mau ikut misa Kamis Putih, aku kelupaan memakai sandal pelangiku, dan terjadilah. Kecelakaan beruntun, aku terjepit di antara dua mobil. Sungguh ajaib. Aku dan motorku tidak apa2. Aku sempat loncat. Motorku cuma peok2 di persneling. Ya, Tuhan melindungiku.
Saking shock-nya, di rumah aku menangis terisak-isak mpe nafas sesak, teringat korban2 berlumuran darah di depanku, termasuk seorang anak kecil yang menangis menjerit-jerit.

Dan pernah juga mimpi, tidak ada proses pengucapan janji, kudapati aku sudah menikah. Masih berpakaian pengantin dan aku bersanding dengan suamiku. Setelah mimpi seperti ini aku mengalami sakit lumayan lama yang cukup menyiksaku meskipun aku tidak sampai opname. Dan benar saja, beberapa hari kemarin aku mimpi seperti ini lagi. Firasatku mengatakan aku bakal sakit. Dan memang benar. 5 hari tanpa daya meskipun tidak membuatku mpe harus benar2 bed rest.

Bermula dari tulang jambal asin oleh2 etil dari Pangandaran. Baru sempat kumasak beberapa minggu kemudian. Waktu itu kumasak bumbu cabe ijo dengan sebelumnya digoreng dulu oleh etil. Coz etil menggorengnya kurang matang, jadi we tidak bisa langsung disiram dengan saos cabe ijo, harus dimasak ditambah air. Bau amis ikannya memang terasa banget. Dan asinnya. Heeuuuuh ga kuat. Padahal sebelumnya jambal sudah kucuci dulu. Aku yang memang alergi ikan ditambah kondisiku sedang tidak fit, membuatku tidak kuat dengan makanan ini. Akibatnya aku harus merelakan diri diare parah sejak pk. 04.00 pagi mpe malam ga brenti2. Membuatku terpaksa bolos kerja dan seharian tergolek di tempat tidur coz saking lemesnya. Akibatnya sungguh fantastis. Berat badanku turun 2kg dalam sehari dan tensiku drop menjadi 60/90. Diareku baru mampet setelah sorenya kuputuskan mengunjumgi dokter yang sudah 3 tahun tidak kukunjungi. Efek dari terkuras seharian membuat badanku lemas mpe berhari-hari. Tensiku yang drop membuatku berjalan melayang-layang, serasa ada gempa. Melihat ke layar monitor semakin membuat kepalaku pusing. Kepala terasa berputar-putar kaya ada makhluk yang bergerak-gerak seenaknya ga beraturan di kepala dan perutku. Benar2 tidak nyaman. Rasanya pengin tidur dan tidur saja.
Bersyukur tidak terjadi apa2 ketika aku mengendarai motor. Aku memang merasa gamang tapi masih bisa kutahan. Aku harus berkonsentrasi saat mengendarai motor dan ga berani ngebut. Makan juga kujaga banget. Sementara menghindari makan pedas dan aku banyak mengkonsumsi hati, daging kambing dan sapi. Ga lupa minum multivitamin dan kapsul penambah darah. Benar2 pemborosan.

Meskipun sudah mengkonsumsi daging kambing dan minum kapsul penambah darah, tidak juga membuat kondisiku lebih baik. Sakit kepala yang sangat, benar2 tidak bisa kutelorir. Akhirnya hari rabu sore, kuputuskan untuk pijat refleksi ke tempat yang direkomendasikan temanku. Aku memang merasa lebih relax tapi ternyata keesokan hari sakit kepala dan badan lemas masih kurasakan. Aku sungguh tidak bisa berkonsentrasi kerja. Layar monitor benar2 kuhindari. Aku memilih jadi operator telepon dan membereskan arsip tahun kemarin. Akhirnya sorenya kuputuskan untuk kembali melakukan pijat refleksi ke tempat aku dulu pernah melakukan tes iridologi, ke Doni Refleksi. Aku membuat appointment pk.17.30. Hehe... ga bisa tidak aku harus nonton Cruel Temptation yang tayang pk.15.45 s.d. pk.17.00. Korean series favoritku yang lagi tayang di Indosiar.
Pk.17.30 aku melakukan pijat refleksi. Dipijat refleksi kaki oleh mas Anwar yg telaten dan kemudian relaksasi tangan, kepala dan punggung oleh Dewi yang juga telaten. Aku benar2 merasa puas. Aku merasa keadaanku jauh lebih baik. Secangkir wedang jahe yang disuguhkan free membuatku merasa semakin relax.

Tadinya kuputuskan untuk tidak akan memberikan tips mengingat aku harus berhemat coz pengeluaranku selama sakit sudah cukup besar. Sebelumnya kutanyakan ke temanku yang dulu pernah rutin pijat refleksi ke sana, dia tidak pernah memberikan tips. Tapi mengingat dari cerita2 mereka yang memijitku mereka juga mempunyai kesulitan2 hidup meskipun tidak mengeluh. Hidup dijalani dengan tetap enjoy. Senang melihat mereka yang tetap bersemangat. Dan sore itu cuma aku seorang yang melakukan pijat refleksi, sepertinya hari itu memang sepi pasien. Tidak ada salahnya memberikan tips kepada mereka jika itu bisa membahagiakan mereka. Aku sudah banyak dibantu sehingga aku merasa lebih baik. Aku benar2 bersyukur jika dengan perantaraan mereka aku bisa kembali sehat.

Akhirnya kurogoh selembar uang dan kukasihkan ke mbak2 yang sudah selesai membasuh kakiku dengan air hangat dan mengeringkannya dengan handuk. ‘Makasih ya, ini buat mbak sama mas2 yang tadi ya.’
Mbak itu menerimanya dengan ekspresi senang yang terlihat nyata. Sambil tersenyum dia mengucapkan terimakasih.
Melihatnya yang terlihat senang menerimanya membuatku bersyukur aku akhirnya memberikan tips. Semoga biarpun sedikit membuatnya lebih semangat bekerja.

Ya, seperti yang pernah kubaca sebelumnya, ‘Hal2 yang bisa membuat hidupmu lebih bahagia’, salah satu point-nya, memberikan tips lebih. Hehehe..... memang benar, aku pulang melenggang, melangkahkan kaki dengan ringan dan merasa lebih bahagia. Semoga dengan ini aku bisa sembuh.

Keesokan hari, aku yang belakangan tidak bisa bangun pagi, dan tiap bangun selalu merasa enggan coz sakit kepala yang menggangguku. Hari ini bisa bangun pagi2 dan merasa lebih sehat, lebih fresh. Badan tidak lagi terasa cape dan lesu, kepala tidak lagi pusing. Yeaaaah...... serasa hari baru buatku.
Diiyain ma temanku,’Sekarang terlihat banget bedanya’.
Hehehe.... terimakasih. Aku sudah kembali banyak tertawa dan tersenyum lagi. Aku sudah kembali sehat.

Besok2 lagi klo kecapean atau stress dengan pekerjaan, mau refleksi ke sana lagi ah. Mereka tahu benar titik2 mana yang harus direfleksi untuk mengatasi keluhan2 kita. Dan ga terlalu sakit kok. Buatku sakit sedikit tidak apa2 coz sengatan2 sakit itu yang dibutuhkan syaraf2 dan titik refleksi kita supaya bisa bekerja lebih optimal dan aliran darah bisa lebih lancar.
Hehehe...... Semangaaaaaat!!!!!!!!!!!!!!!

BOUQUET BUNGA UNTUKKU

Thursday, May 5, 2011

Di hari pernikahan adikku, usai pemberkatan pernikahannya, aku sibuk ber-haha-hihi dengan teman2ku SMA yang secara khusus memenuhi undanganku. Aku merasa sungguh berterimakasih mereka berkenan jauh2 hadir. Sesudah berpamitan dan meminta teman2ku untuk datang ke rumah menghadiri resepsi pernikahan, aku segera kembali ke keluargaku, takut ditinggal.

Ibuku yang melihatku segera menghampiri,’Kamu ke mana saja, dari tadi dicari adikmu?’
‘Mencariku.... Kenapa? Mungkin ada hal penting yang mau disampaikannya’, pikirku.
Aku segera berjalan memutar dan mencari adikku. Ternyata adikku melihatku duluan, dia berlari-lari ke arahku. Hoiii... pakai kain jangan lari2 gitu, ntar jatuh kesrimpet.
Kupikir dia bakal menyampaikan apa, ternyata, diserahkannya bouquet bunganya kepadaku sambil cipika-cipiki.
Hohoho... ternyata dia sibuk mencariku hanya untuk menyerahkan bouquet bunga padaku. Ya, dia tidak ingin bouquet bunga itu jatuh ke tangan orang lain. Dia ingin aku yang mendapatkannya. Dia sangat berharap aku segera mendapatkan pendamping hidup dan segera menyusulnya.
Benar2 membuatku terharu dan ingin menangis.
Begitu banyak yang berharap aku segera menemukan pendamping hidupku. Ya, begitupun aku.
Tapi aku perlu waktu untuk menata hatiku dulu. Begitu banyak hal yang mengecewakanku belakangan ini, membuatku susah untuk mempercayai seseorang ataupun percaya pada diri sendiri apa aku bisa.
Ya, aku akan berusaha membuka hatiku. Aku tahu jika aku tidak memberi kesempatan untuk lebih mengenal seseorang, bagaimana aku bisa tahu seseorang itu benar2 tulus dan bisa kupercaya atau tidak.

Dan akibat cipika cipiki dengan dedeku, keningku berbekas hitam2 terkena riasan wajahnya. Ya, begitulah riasan adat Jawa. Banyak yang menertawakanku. ‘Ya gapapa biar cepat ketularan.’
Ibuku yang akhirnya membersihkannya dengan tissue yang dibasahi keringat di wajahku.
Hehehehehe......
Terimakasih Week atas bouquet bunga dan doa2mu.
Aku percaya di saat yang tepat aku pasti akan menyusulmu.
Doakan terus ya........ ^_^

SIMPATI ZONE MOVIE MANIA

Wednesday, May 4, 2011

Sebuah event yang aku dan temen2ku sesama anak kost sangat apreciated. Sangat ditunggu-tunggu oleh kami yang hobi banget nonton film2 box office tapi tetap mau irit. Lumayan kan tiket XXI gratis di hari Jumat yang harga tiketnya lumayan mahal untuk ukuran kantong kami.

Pertama kali Simpatizone movie mania diadakan, aku ga ikutan nonton coz belum mengerti benar. Etil yang waktu itu nonton dan untuk next event mengajakku serta.
Jumat, Januari 2011. Pukul 4 sore, aku dan etil bersiap-siap menukar 100 poin kami dengan mengirim sms ke 777. Karena di Bandung acara ini hanya berlangsung di Ciwalk, akhirnya kita bela2in berangkat ke sana, menembus macet jam pulang kerja. Pk.18.00 kita baru mpe. Dan olala..... antrenya ga nguatin. Di ruangan yang ga terlalu luas, antrenya sudah amat sangat panjang sekali. Ternyata segala sesuatu yang gratis memang benar2 menarik antusias banyak orang ya.
Etil yang baik hati dan tidak sombong....:p, rela antree mpe hampir 2 jam. Antee diantara ratusan orang. Etil merelakanku untuk menunggu di lobi XXI yang adem ditemani Intisari-ku. Terimakasih Etil, aku bangga padamu.

Dan akhirnya dua buah tiket ‘Salt’ yang dibintangi Angelina Jolie dan ditonton oleh para simpati zone mania full mpe kursi paling depan yang semuanya menenteng 1 kaleng coca cola gratis dari Telkomsel. Hehehe mayan.
Ga nyesel si Etil antree mpe kaki peugeul2. Film-nya keren kok. Seperti biasa selalu terpukau oleh totalitas akting Angelina Jolie biarpun di sini action-nya ga terlalu gila2an. Aku suka dengan penampilannya di film ini yang tampak anggun, elegant dan cantik. Hehehehe....
Dan memang tidak ada sesuatu yang benar2 gratis. Selain berkorban antree mpe hampir 2 jam, aku n etil harus rela bayar karcis parkir Rp.16.000 gara2 karcis parkir kuhilangkan. Hohohoho...... semoga tidak terulang lagi.

Event yang ke-3 di bulan Februari, kali ini Dewot mau bergabung dengan kami. Seperti biasa pk.4 sore kami sms menukar poin dan setelah mendapat otorisasi penukaran poin dengan tiket, berangkatlah kami ke Ciwalk. Aku dan Dewot nyampe duluan, si Etil langsung dari kantor. Antree tidak sebanyak bulan sebelumnya. Ternyata sistem kali ini berbeda dengan event sebelumnya yang film-nya sudah ditentukan. Kali ini kita dapat voucher bisa ditukar dengan tiket film apa saja yang kita pengin, dan tiket 1 cup pop corn dan coca cola atau fanta. Lumayan kan. 100 poin bisa dapat 2 tiket. Terpikir kenapa kita ga sekalian masing2 nonton 2 film toh masing2 pegang dua tiket. Tapi ternyata si Etil sudah janji ngasih tiketnya ke 2 temannya. Iseng2 berhadiah, aku ma dewot coba ke petugas nukar poin dr hp secara langsung dengan alasan sudah sms tapi ga dapat sms otorisasi. Kulihat masih ada setumpuk tiket yang ga ditukar. Dan.... Yeaaaah..... berhasil. Akhirnya 6 tiket di tangan kita. Tapi kali ini kita harus mengeluarkan budget ekstra Rp.5.000 untuk beli perdana tiap2 penukaran voucher.
Pilihan kita jatuh pada ‘Green Hornet’ yang biarpun kita harus rela telat nonton 15 menit n duduk di bangku VVIP nomor 2 dari depan ujung kiri layar yang membuat kepala lumayan tengeng demi bisa mengejar Shaolin yang tayang sesudahnya.
Hohoho.... senangnya. 2 film yang kita tonton keren2 semua. Green Hornet yang super duper lucu dan Shaolin yang dibintangi banyak bintang tenar Hongkong yang semuanya bermain total. Keren dah. Dan aku yang ga sempat makan malam, akhirnya kenyang oleh 2 cup pop corn dan 1 ½ cup coca cola. Film kelar jam sudah menunjukkan pk.00.30. Hohoho.... harus berjuang ekstra besok menahan kantuk di kantor. Gapapa demi sebuah gratisan. Hehehe.... Iri dengan Etil n dewot yang off di keesokan hari.

Bulan Maret, kita menunggu-nunggu event ini lagi tapi ternyata mpe bulan sudah berakhir tidak juga ada notice. Kirain event ini sudah berakhir. Ternyata di bulan April, tepatnya Jumat, 29 April 2011, event ini kembali ada. Sistem kali ini berbeda dengan sistem sebelumnya. 100 poin cuma bisa ditukar dengan 1 tiket. Dan 1 nomor cuma bisa menukar maximal 2 tiket. Akhirnya supaya masing2 bisa nonton 2x masing2 harus sms 2x mulai pk.15.00.
Aku yang kemut2 ngurus PPh dan hp nge-drop sementara aku posisi di luar kantor jadi ga bisa nge-charge, baru bisa kirim sms pk.15.45. Harap2 cemas takut kuota sudah habis, bersyukur banget akhirnya pk.16.15 aku dapat sms konfirmasi, no 671 dan 672. Yeaaah.... bisa nuker 2 tiket.
Pk.17.00 dengan kondisi tambah kemut2 coz berkasku ditolak oleh KPP dan harus kembali keesokan hari, akhirnya kuputuskan segera pulang ke kost untuk bersiap-siap ke Ciwalk. Bersyukur banget belum ketinggalan ‘Royal Wedding – William & Kate’. Semua mata terpaku di layar kaca, penasaran gaun apa yang dikenakan Kate. Dan akhirnya coz terhipnotis oleh siaran live tv, kita semua baru beranjak siap2 pk.18.00, dengan sesekali mendengar teriakan dewot. ‘Etil telepon lagi!!!!.’
Maaf etil, kita semua lagi kondangan. Sabar yaaa....
Si Etil langsung berangkat dari kantor. Setelah beres pemberkatan, dan pasangan beriringan keluar untuk menyapa rakyat, terpaksa kita harus melewatkan tayangan ini. Takut etil keburu ngambek.

Kali ini kita nonton rame2. Ber-11. Hehhehe.
Kali ini penukaran tiket ada 2 versi. Yang sudah dapat sms konfirmasi langsung nukar voucher, yang tidak dapat sms harus beli perdana dulu Rp.5.000,-. Untung kita masih kebagian.
Coz kita datang sudah kemaleman, akhirnya kita nonton ‘The last exorcism’ pk. 20.05. Film yang di awal terasa memboringkan coz terlalu banyak percakapan tapi kemudian menegangkan di akhir. Lumayan seru.
Film ke-2, cuma tinggal aku, dewot n etil, juga dita n anggi serta 2 orang teman etil, kita menonton ‘Straight to the string’ demi dewot yang takut kemaleman tapi tetap saja ga bisa kut nonton coz belakangan ga dapat restu ikut nonton bersama kami. Hehehe. Jadilah istri yang berbakti wot.
Jadilah kita menukar pop corn dan coca cola voucher kedua kita. Terpaksa coca cola semua coz Fanta sudah habis.
Rada nyesel kenapa tadi ga nonton ‘The Company Man’ yang sepertinya lebih seru. Ni film yang kataku harusnya ada banyak sensor, sebenarnya aku kurang suka film model begini. Aku sempat terlelap sejenak n jadi terbangun gara2 dibangunin etil. Hehehe... habisnya rada boring.
Pukul 00.30 beranjak meninggalkan XXI siap2 tidur besok harus kembali kerja. Kembali iri dengan Etil yang besok off lagi.
Yeeeah..... moga2 simpatizone movie mania next month lebih seru yak.....

JOGJA – SOLO >>>>> EXPRESS

Wednesday, May 4, 2011

Liburan Paskah kali ini, yang rencananya Kamis pagi mau jalan2 ke Solo terpaksa batal coz Dhex yang tadinya hari Kamis dinas ke Solo ternyata batal. Dan aku yang sudah berjanji ke atasanku membawakan oleh2 abon sapi pedas Varia ke atasanku, akhirnya hari Sabtu membujuk dedekku supaya mau menemaniku ke Solo naik Pramexs. Hohoho... akhirnya dia mau menemaniku. Tidak tanggung2, sekalian ditemani ma 3 orang famili Dhex. Jadilah kita ber-5 nguprex-uprex Solo.

Sabtu pagi, 23 April, kita janjian naik KA Pramexs pukul 08.35 dari Stasiun Tugu. Aku n Week yang terburu-buru dari rumah coz motor Dhex pake acara macet segala. Terpaksa menyandera motor Nick. Baru mpe stasiun 5 menit sebelum KA berangkat. Dewi, Intan n Ana, belum nongol2 juga mpe KA berangkat. Pramexs tujuan Solo berikutnya pk.09.30. Alamak lamanya. Dan untunglah ada KA Madiun Jaya jurusan Madiun yang menyelamatkan kita. Berangkat pk.08.45. Dewi, Intan, n Ana yang baru kukenal hari itu lari2 ke arah kita yang harap2 cemas di depan loket 5 menit sebelum KA berangkat. Hayuuuu buruan......

Pertama kalinya naik KA Madiun Jaya. Kereta api listrik yang masih baru. Tampak bersh dan menyenangkan. Untunglah hari itu kereta tidak terlalu rame jadi kita bisa bebas memilih tempat duduk. Kereta tidak ber-AC, jadi di dalam kereta lumayan terasa gerah. Pk.09.30 sampailah kita di stasiun Purwosari n then mulailah perjalanan kita di Solo.

Sejak awal kita memang berniat naik Trans Solo. So tak kita hiraukan becak2 yang menawarkan tumpangan. Becak2 cantik yang di-cat serba biru by XL dan serba merah by kartu As. Cantik juga.
Akhirnya kita duduk manis di dalam bus Trans Batik Solo. Adem. Betah di dalam bus. Dengan membayar Rp.15.000,- untuk 5 orang, kita turun ke tempat tujuan kita sejak awal, Pasar Gedhe. Di sini aku cuma pengin hunting babi pikul (*maaf, tidak halal*). Makanan yang sudah sejak lama aku penasaran banget coz teman2ku yang asal Solo selalu membuatku pengin merasakan kenikmatannya. Berkat pertolongan bapak tukang parkir, akhirnya kutemukan babi pikul ini. Lumayan antree. Dimakan digado tanpa nasi. Hmmmm..... enak.
Aku yang sejak awal sudah diwanti-wanti temanku untuk menanyakan resepnya, akhirnya bisa juga mendapatkan gambaran resepnya dari yang membuatnya langsung. Daging dibacem terus ditiriskan. Kuahnya ternyata dari air baceman. Sedang sambalnya merupakan sambel bawang yang dikukus. Hehehehe... ntar nyoba bikin sendiri ah.
Harganya pun murah banget. Rp.5.000,- per porsi. Akhirnya aku n Nana ngebungkus juga buat dibawa pulang.
Tak lupa mengajak si Bapak berfoto bersama. Hehehehe......

Belum cukup kenyang, kita beralih berjalan menuju Timlo Sastro yang masih di area Pasar Gedhe. Berada di pojokan sebelah timur klo aku ga salah arah. Hehe. Di sini baru makan pake nasi. Coz ga mau terlalu kenyang akhirnya pesan 2 porsi Timlo Komplit dengan minum masing2 1 gelas. Aku yang dapat recommen es beras kencur, akhirnya pesan minum es beras kencur. Segarnya....

Panas yang amat sangat. Aku sudah pasrah mau gosong juga biarin. Ga mau bersusah payah pake jaket atau topi. Yang tadinya memutuskan mau langsung ke kraton jalan kaki, akhirnya men-stop taxi yang lewat dengan bantuan mas2 tukang parkir. Umpek2an berlima dalam 1 taxi. Nego dengan Bapak sopir, mau mengantar kita sekalian ke Orion untuk belanja oleh2 dan kebetulan di sana juga ada abon Varia, akhirnya dengan membayar Rp.20.000,- diantarlah kita ke Orion dan kraton.

Di kraton daripada kaya orang ilang ga tahu apa2 akhirnya kita menggunakan jasa guide yang ga mau memasang tarif. Katanya terserah kita saja. Mas2 yang lumayan cerewet dan baik hati plus mau dimintain tolong motoin kita. Hehehe makasih.
Memasuki area dalam kraton ternyata tidak boleh memakai sandal. Selamatlah Week yang hari itu memakai sepatu. Dan aku yang pake sendal jepit terpaksa harus nyeker, meninggalkan sendal jepit unguku di rak sepatu. Dan belanjaan kita yang lumayan banyak dari Orion, untung bapak2 abdi dalem di depan pintu mau dititipin. Baik banget. Terimakasih.

Dari kraton kita ga tergoda oleh rayuan bapak2 tukang becak yang mau mengantar kita ke pasar Klewer dan melihat kebo bule yang biasa buat upacara2 kraton. Kita putuskan jalan kaki menantang matahari yang tengah terik. Dan seperti sebelum2nya. Rasa dehidrasi. Tergoda melihat orang jualan dawet Bagus. Akhirnya kita mampir jajan dawet dan lotis. Hehehe....
Ternyata tak perlu berjalan kaki jauh, kita sudah sampai di Pasar Klewer. Tapi olala... terlambat. Tengkleng gapura Klewer yang kita datangi secara khusus sudah habis. Penjualnya baru berkemas-kemas mau pulang. Ya, tengkleng ini laris manis. Pk.13.00 dia baru menggelar jualannya, waktu itu kita sampe pk.14.30 ternyata sudah habis. Ya sudah deh. Dan kita dikasih tunjuk tengkleng di Jokteng yang katanya juga ga kalah enak.

Kita putuskan untuk melanjutkan perjalanan ke PGS (Pasar Grosir Solo) yang pk.17.00 di area depannya digunakan untuk Galabo (Galadak Langen Bogan). Di situ bisa kita jumpai 70 macem kuliner terkenal di Solo. Aku pernah merasakannya Lebaran 2 tahun yang lalu.
Di PGS coz kecapean n gerah yang amat sangat, akhirnya kita ga betah berlama-lama di sana. Melanjutkan perjalanan menuju tengkleng Jokteng coz pengin nyoba tengkleng Solo tu kayak apa. Sebelumnya aku pernah nyoba tengkleng ala Pak Gino di Bandung.
Tengkleng dijual per porsi Rp.15.000,- belum sama nasi. Buatku tidak terlalu istimewa coz aku tidak suka tulang-belulang, sedang tengkleng didominasi oleh tulang-belulang. Rasanya hampir kaya gulai.
Selesai sudah jalan2 kita akhirnya men-stop taxi menuju Stasiun Purwosari, back to Jogja.

Dan malangnya kita kembali ketinggalan KA Pramexs tujuan Jogja. Pas kita turun dari taxi, terdengar bunyi peluit pertanda keberangkatan kereta. Terlambat dah. Pukul. 16.22 teng, kereta melaju menuju Yogya.
Akhirnya merelakan membeli tiket Pramexs berikutnya, menunggu lama, baru berangkat pk.18.15.
Duduk di tepian rel ditemani angin yang berhembus semilir, kita menunggu KA kita. Week yang ga sabaran memutuskan naik bus ke Yogya. Barangnya yang lumayan berat dititipkan ke aku. Dan kita yang ga sabaran menunggu KA Pramexs, akhirnya memutuskan jadi penumpang gelap di KA ekonomi jurusan Jakarta.
Ow ow ow.... KA penuh sesak. Dewi sudah ga kuat. Bajunya mpe basah kuyup oleh keringat. Kondisi seperti ini membuatku sedih. Ternyata Indonesia masih seperti ini. Kesenjangan sosial yang begitu tinggi. Rela pana berdesak-desakkan demi sebuah tiket murah. Ada beberapa bayi yang kulihat tetap bisa tidur nyenyak meskipun dalam kondisi seperti itu. Mungkin si bayi sudah terbiasa prihatin sejak lahir. Tapi kasihan juga.
Sempat terbakar emosi tapi aku masih bisa menahan diri. Pedagang2 yang tak juga mau mengerti. Bolak-balik menjajakan dagangannya. Dalam kondisi saling berhimpitan tetap memaksa masuk. Ow ow klo mpe nasi ayamnya tumpah gimana. ‘Lanting-lanting!!!!. Bakpia-bakpia!!!!. Nasi ayam... Nasi ayam!!! Tak henti2nya teriakan yang membuat suasana makin panas. Mana ada bapak2 yang dengan tega lewat membawa dos besar yang sudut dosnya mengenai jidatku. Duuuh sakitnyaaaaaa...... Minta ampun dah.

Dan yang benar2 membuatku ketawa isi sms Week. Dia bilang akhirnya bersama Week kembali ke Stasiun Purwosari, naik KA Prameks pk.18.15. Coz menunggu bus di tempat yang salah akhirnya tidak dapat bus. Dan akhirnya mpe di Jogja duluan kita. Hohohoho....

Akhirnya pukul 19.30 sampai juga di stasiun Lempuyangan. Terpaksa rame2 naik taxi membayar Rp.20.000,- ke Stasiun Tugu coz motor kita titipkan di sana. Aku yang sedianya mau pulang naik taxi, akhirnya berkat kebaikan hati saudara2 baruku yang mereka tidak mengijinkanku naik taxi, mereka rela berhujan-hujan mengantarkanku ke rumah. Thanks so much Dewi, Intan Ana. You’re really my sister. Ana mpe merelakan helm-nya untukku. Dia make topi pet-nya.

Coz pada kelelahan yang amat sangat, akhirnya semua batal ikut misa Paskah malam itu. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, akhirnya ikut misa Paskah Pagi.

Pokoknya liburan Paskah yang tidak akan terlupakan.
Sauna di kereta..... hahahaha.....

OLEH – OLEH DARI THAI

Wednesday, May 4, 2011

Belakangan ini aku sering mendapat oleh2 dari Thailand. Kaos, permen, buah sirsak kering, gantungan kunci, oleh2 dari teman2ku yang berkunjung ke sana. Hohoho.... jadi semakin pengin ke sana.
Thailand merupakan tempat yang belakangan ini sangat ingin kukunjungi.
Kapan ya kesampaian ke sana.
Moga2 next year ya. Tahun ini aku ga berharap banyak bisa ke sana coz ada plan yang harus jadi prioritas.
Yaya may be next year. Sukur2 bisa sekalian mampir ke Vietnam pengin melihat pagoda emasnya. I hope so....