Juni 29, 2011

KUNCI PINTU BARU UNTUK KAMARKU

Thursday, June 16, 2011

Hari ini aku memperoleh pengalaman baru tentang kunci pintu. Bermula dari kunci kamar kostku yang tiba2 saja dol, susah banget membuka kuncinya. Akibatnya selama beberapa hari ini aku tidak mengunci pintu kamarku daripada kalau memaksa mengunci, tanganku jadi pegel n badan berkeringat karena harus mengeluarkan tenaga ekstra demi bisa membuka pintu kamarku. Berharap semua aman2 saja coz aku tahu ada Konjet yang ada di rumah. Tapi aku tahu, hal ini tidak boleh terlalu lama, terlalu riskan buat keamanan barang2ku. Aku harus segera membeli kunci pintu pengganti.

Berdasar pengalaman Etil yang sebulan sebelumnya mengganti kunci pintu kamarnya, akhirnya kuukur jarak antara lubang pengait dan lubang kunci, panjang lubang pengait dan panjang lubang kunci. Kata Etil, papanya membelikannya 1 set kunci pintu baru di Jl. ABC dengan harga 30 ribuan. Dipasang pas, so harus tahu ukurannya biar bisa pasang sendiri.

Atas petunjuk mbak Gepeng, aku mencari kunci pintu di toko besi dekat kantor yang ada di seberang lapangan. Kutunjukkan ukuran yang kubawa berikut foto pegangan n kunci pintuku. Ternyata di sana tidak ada. Ya sudah, sepertinya aku harus ke Jl. ABC.

Sepanjang jalan yang kulewati, di Jl. Buah Batu dan Jl. Karapitan, aku sempat melihat toko besi, tapi kupikir harga pasti lebih murah di Jl. ABC. Aku ga mau beli yang mahal2 coz ini buat kost dan aku ga akan minta ganti ke ibu kost. Yang penting pintu bisa dikunci.

Sepanjang Jl. ABC-Pasar Baru memang selalu ramai. Lalulintas cukup padat, membuatku harus ekstra bersabar mengantre jalan ketika berpapasan dengan mobil2. Saat memarkir motor di Jl. ABC, aku tanya ke bapak tukang parkir, di manakah toko besi. Si Bapak menunjuk ke arah Jl. Suniaraja. Sambil ketawa si Bapak berkata,’Di sini mah yang ada elektronik semua, klo toko besi mah di sana.’
Dasar Suretil. Aku jadi diketawain. Sebelumnya aku juga ga yakin di Jl. ABC ada toko besi, tapi coz Etil mengatakan dengan yakin, jadi we aku ke Jl. ABC biar bisa dapat yang ukurannya pas kek punya Etil.
Aku sms protes ke Etil dan ketika Etil menanyakan ke teman2 kantornya dia pun diketawain. “Di Jl ABC mah adanya toko elektronik semua. Toko besi mah eweuh.’ Huehuehue....

Akhirnya kuputuskan untuk berjalan kaki ke Jl. Suniaraja, itung2 mengganti rencanaku lari sore itu yang gagal total. Berjalan beberapa menit, akhirnya kulihat ada beberapa toko besi. Di Toko besi yang pertama, kunci pintu yang kucari tidak ada. Baru di toko kedua aku melihat ada cukup banyak kunci pintu di sana. Dari yang simple murah meriah mpe yang terlihat elegant banget. Berapa ya harganya. Hohoho... pasti ratusan ribu.
Melihat beberapa kunci pintu, tidak ada satu pun yang ukurannya sama dengan yang kucari.
‘Merk-nya apa?’, tanya om si empunya toko.
‘Arden om.’
‘Oh itu mah dah lama ga keluar. Sekarang rata2 ukuran kunci pintu segini. Kalau mau ukuran pas, harusnya kunci pintu lamanya dibawa.’

Si om bilang, data ukuran yang kubawa tidak bisa dijadikan patokan coz aku ngukur di tempat yang salah. Aku dijelaskan ma si om, bagian mana saja yang seharusnya diukur. Kata si om klo ga mau pusing, beli aja yang ada tapi nti harus ditatah, so mau ga mau harus manggil tukang.
Si omnya baik. Akhirnya aku beli kunci pintu yang ga jauh beda dari kunci pintu lama. Kunci seharga 35ribu, kutawar cuma bisa turun jadi 32,5ribu. Hehe... mayan buat bayar parkir. Makasih om.

Berjalan sambil menenteng kunci pintu, kulihat ada toko besi lain di dekat situ. Akhirnya mampir ke sana. Penasaran, sebenarnya di situ ada ga kunci pintu seperti yang kucari. Aku ketemu dengan tante yang melayaniku dengan sangat baik. Dia menjelaskan banyak hal tentang berbagai kunci pintu. Dan memang ukuran seperti yang kucari tidak ada. Harga paling murah 35ribu. Sepertinya harga memang standar segitu.

Hehehehe.... hari ini pengalamanku bertambah. Jadi pusing juga lihat aksesoris rumah yang harganya mahal2. Wah wah... buat ganti kunci pintu saja musti mengeluarkan budget yang lumayan mahal. Tapi aku tahu, buat berhemat, untuk model anak kunci yang pipih, kunci pintu tidak perlu diganti 1 set, bisa cuma ganti mesinnya doank. Lebih ngirit kan. Tetep aja pusing dengan urusan beginian yang harusnya menjadi urusan cowok2.

Di parkiran aku melihat tukang jual nangka. Tampak enak banget. Pengiiin.... Sudah lama ga makan nangka. Akhirnya pulang2 dengan menenteng nangka kupas ½ kg yang dihargai 10ribu. Sebenarnya kataku kemahalan. Tapi ditawar ga boleh dan aku kasihan juga ma si bapak klo ga jadi beli. Lumayan dapat banyak juga kok. Dibonusi makan di sana 1 biji + dapat tambahan di timbangan 1 biji lagi. Hehehehe....

Pulangnya jadi mikir, gimana nee masang kunci pintunya. Keknya musti manggil tukang.

Tadinya mau minta tolong bang Alex, yang biasa dimintai tolong anak2. Waktu aku beli makan ke warung, aku nanya ke Ibu warung katanya bang Alex ga bisa masang kunci pintu. Ga punya peralatannya juga. Untunglah Ibu warung yang aku biasa manggil Ibu Ndut, berhasil mbujukin suaminya untuk membantuku memasang kunci pintu.
‘20 menit lagi ya neng,’ kata si bapak.
Dan akhirnya kunci pintuku sudah terpasang berkat suami Ibu Ndut.
Terimakasih.....
Sekarang sudah tidak perlu khawatir lagi keluar rumah coz pintu kamar sudah bisa dikunci.

Satu pelajaran lagi buatku.
Klo beli kunci pintu, dicobain dulu dari dua sisi, mengunci dari dalam dan dari luar, coz ternyata kunci pintu yang kubeli cuma bisa ngunci dari luar doang, ga bisa ngunci dari dalam. Aku tahu dari bapak yang masangin kunci pintu.
‘Tapi gapapa neng, ini dari dalam bisa dikunci pakai kunci selot kan.’
Yang penting bisa dikunci dari luar. Hehehehehe.....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar